JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perjalanan demokrasi sering kali dihadapkan pada beragam tantangan serta dinamika, tetapi sistem ini tetap merupakan pilihan paling ideal guna mewujudkan keadilan, harapan, dan pemerintahan yang merangkul semua pihak.
Pernyataan itu disampaikan oleh Prabowo ketika memberikan pidato sambutan dalam agenda jamuan makan malam bersama Perdana Menteri India Narendra Modi di Jakarta, Selasa (7/7).
"Demokrasi adalah sistem terbaik dibandingkan semua sistem yang pernah dicoba oleh peradaban manusia," ujar Prabowo berdasarkan keterangan yang diperoleh pada Rabu (8/7/2026).
Prabowo tidak menampik bahwa pada realisasinya, demokrasi menyimpan beragam risiko. Beliau menyebutkan selalu muncul tantangan, jebakan, hingga upaya dari pihak tertentu yang ingin membajak proses demokrasi demi pemenuhan kepentingan pribadi atau kelompok.
Oleh sebab itu, Prabowo mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa merawat kepercayaan terhadap demokrasi supaya mekanismenya dapat berjalan selaras dengan prinsip-prinsip yang tepat.
"Kami tidak boleh menyerah. Kami harus tetap percaya pada demokrasi dan terus berupaya menjaganya," tegasnya.
Dalam momentum itu, Prabowo turut mengekspresikan rasa sukacitanya karena dapat bertatap muka dengan anggota muda Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Kepala Negara memandang bahwa pengalaman serta pelajaran dari pihak penyelenggara pemilu, baik yang ada di tanah air maupun di mancanegara, menjadi elemen krusial dalam mendongkrak mutu demokrasi.
"Karena itu saya sangat senang hari ini bertemu dengan seorang anggota muda Komisi Pemilihan Umum. Kami juga belajar sangat dekat dari Komisi Pemilihan Umum India," katanya.
Sebelum pelaksanaan makan malam tersebut, Presiden Prabowo mengawal PM Narendra Modi dalam rangkaian kunjungan kenegaraan menuju Gedung DPR RI yang berlokasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Kehadiran mereka berdua disambut secara langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Sari Yuliati.
PM Modi pun menyampaikan pidatonya di depan Presiden Prabowo, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta seluruh tamu undangan yang memadati ruangan.
Kunjungan resmi Perdana Menteri Narendra Modi ke tanah air ini menjadi bagian dari langkah kedua negara dalam memperkokoh relasi diplomatik sekaligus mengintensifkan kemitraan strategis pada bermacam-macam bidang, meliputi ekonomi, perdagangan, investasi, pertahanan, hingga sektor kebudayaan.
PM Narendra Modi melangsungkan kunjungan kenegaraan ke Indonesia sejak 6 hingga 8 Juli 2026 sebagai bentuk kunjungan balasan terhadap lawatan yang sebelumnya telah dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto ke India.
Usai menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan di Jakarta, PM Modi direncanakan bakal bertolak menuju Yogyakarta.
Didampingi oleh Presiden Prabowo, ia dijadwalkan mendatangi Candi Prambanan guna meninjau sekaligus mengesahkan kerja sama dalam merawat warisan budaya serta proyek pemugaran candi, yang diposisikan sebagai salah satu simbol penguatan ikatan kebudayaan antara kedua negara.