Pabrik BYD

Pabrik BYD Subang Kantongi 4 Sertifikat, Siap Produksi Kendaraan Listrik dan Penuhi Target TKDN

Pabrik BYD Subang Kantongi 4 Sertifikat, Siap Produksi Kendaraan Listrik dan Penuhi Target TKDN
Pabrik BYD Subang Kantongi 4 Sertifikat, Siap Produksi Kendaraan Listrik dan Penuhi Target TKDN

JAKARTA - Langkah ekspansi BYD di Indonesia memasuki babak baru setelah fasilitas produksinya di Subang, Jawa Barat, mengantongi sejumlah sertifikasi penting industri. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa pabrik tersebut tengah dipersiapkan untuk beroperasi dengan standar kualitas tinggi dan sistem produksi terintegrasi.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan bahwa pabrik BYD yang berlokasi di Subang, Jawa Barat telah memiliki empat sertifikat penting dalam industri perakitan. Sertifikasi tersebut menjadi fondasi utama sebelum pabrik resmi memulai kegiatan produksi kendaraan secara penuh.

“Jadi, kita sudah berhasil mendapatkan 4 sertifikat sebenarnya saat ini,” kata Luther Panjaitan di IIMS JIexpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (10 Februari 2026). Pernyataan itu menegaskan kesiapan administratif dan teknis fasilitas manufaktur tersebut.

Menurut dia, setiap sertifikat memiliki fungsi berbeda dalam mendukung proses produksi kendaraan. Keempatnya saling melengkapi untuk memastikan standar mutu dan legalitas terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Empat Sertifikat Jadi Fondasi Standar Produksi Global

Luther melanjutkan bahwa keempat sertifikat ini memiliki peran berbeda untuk menyempurnakan kualitas kendaraan yang dikeluarkan oleh pabrik mereka di Indonesia. Dengan adanya sertifikasi tersebut, setiap tahapan produksi diharapkan berjalan sesuai standar industri otomotif global.

Sertifikasi pertama yang diperoleh adalah Certificate of Standard yang berkaitan dengan standar fasilitas produksi. Dokumen ini memastikan bahwa sistem dan prosedur yang diterapkan telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan regulator.

Selain itu, BYD juga mengantongi Sertifikat World Manufacturer Identifier (WMI) yang dibutuhkan untuk mendapatkan Nomor Identifikasi Kendaraan atau NIK. Sertifikat ini penting agar setiap unit kendaraan yang diproduksi memiliki identitas resmi yang diakui secara internasional.

Tidak berhenti di situ, perusahaan juga mendapatkan Certificate Implementasi IKD. Sertifikasi tersebut berkaitan dengan penerapan standar Industri Kendaraan Bermotor di dalam negeri.

Sertifikat terakhir yang diperoleh adalah IKD khusus untuk kendaraan elektrik. Dokumen ini menjadi bukti bahwa fasilitas produksi BYD telah memenuhi ketentuan perakitan kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan kelengkapan empat sertifikat tersebut, perusahaan menilai fasilitas yang dimiliki telah memenuhi aspek kesiapan produksi. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memenuhi regulasi nasional.

“Nah, artinya fasilitas yang kita miliki ini sudah sangat siap, sudah complete secara equipment untuk memproduksi sebuah kendaraan dengan TKDN yang diharapkan oleh pemerintah,” ujar dia. Pernyataan tersebut menekankan bahwa kesiapan fasilitas juga berkaitan dengan pemenuhan tingkat komponen dalam negeri.

Target Produksi Presisi Zero Error di Setiap Roll-Off

Meski telah mengantongi berbagai sertifikat, perusahaan masih melakukan proses penyempurnaan pada fasilitas produksi di Subang. Langkah ini dilakukan agar saat operasional dimulai tidak terjadi kesalahan dalam proses perakitan kendaraan.

Untuk saat ini, pihaknya masih terus berupaya menyempurnakan pabrik mereka agar nantinya tidak ada kesalahan dalam melakukan produksi beragam kendaraan yang akan dijual di Indonesia. Proses ini mencakup integrasi ratusan peralatan produksi yang saling terhubung dalam satu sistem.

“Nah, ini kan terdiri dari ratusan equipment yang harus diintegrasikan. Dan setiap roll-off itu harus benar-benar presisi zero error. Nah, proses inilah yang kita sedang jalankan, sehingga kita bisa meroll-off satu produk yang diterima tanpa ada cacat atau kesalahan-kesalahan dari sisi produksi,” jelas dia. Penekanan pada presisi menunjukkan standar mutu tinggi yang ingin dicapai perusahaan.

Setiap kendaraan yang keluar dari lini produksi atau roll-off ditargetkan berada dalam kondisi sempurna tanpa cacat produksi. Hal ini menjadi bagian dari strategi menjaga reputasi merek di pasar otomotif nasional.

Integrasi peralatan produksi menjadi tantangan tersendiri karena melibatkan ratusan komponen mesin dan sistem digital. Seluruh proses harus berjalan selaras agar tidak menimbulkan potensi kesalahan teknis.

Perusahaan menilai bahwa fase integrasi ini krusial sebelum pabrik benar-benar beroperasi penuh. Dengan sistem yang telah teruji, risiko gangguan produksi dapat ditekan seminimal mungkin.

Investasi Rp11 Triliun dan Target Operasi Kuartal Pertama 2026

Pabrik BYD di Subang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun ini. Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi ekspansi pabrikan asal China tersebut di pasar Indonesia.

Untuk membangun fasilitas produksi ini, BYD telah menginvestasikan dana lebih dari Rp11 triliun. Investasi besar tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan basis produksi di dalam negeri.

Fasilitas yang dibangun dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150 unit kendaraan dalam satu tahun. Kapasitas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar kendaraan listrik yang terus berkembang.

Dengan kapasitas produksi tersebut, BYD berpotensi memperkuat posisinya di segmen kendaraan listrik nasional. Apalagi permintaan kendaraan listrik di berbagai daerah juga menunjukkan tren peningkatan.

Keberadaan pabrik ini juga diharapkan dapat mendukung kebijakan pemerintah terkait pengembangan industri kendaraan listrik. Terutama dalam hal peningkatan TKDN dan penciptaan lapangan kerja baru.

Empat sertifikat yang telah diperoleh menjadi landasan penting sebelum memasuki tahap produksi massal. Perusahaan memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai standar dan regulasi yang berlaku.

Kesiapan fasilitas, kelengkapan sertifikasi, serta integrasi peralatan produksi menjadi kombinasi utama menuju operasional penuh. Dengan demikian, setiap kendaraan yang diproduksi di Subang diharapkan mampu memenuhi ekspektasi konsumen Indonesia.

Langkah ini menandai komitmen BYD dalam membangun industri kendaraan listrik yang berkelanjutan di dalam negeri. Pabrik Subang pun diproyeksikan menjadi salah satu pusat produksi strategis perusahaan di kawasan Asia Tenggara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index