KAI

KAI Siapkan 11 Trainset Baru Operasi Sebelum Juli

KAI Siapkan 11 Trainset Baru Operasi Sebelum Juli
KAI Siapkan 11 Trainset Baru Operasi Sebelum Juli

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan tambahan 11 rangkaian kereta atau trainset baru untuk beroperasi sebelum Juli 2026. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi KAI meningkatkan kapasitas transportasi massal dan mempercepat modernisasi sarana perkeretaapian. Penambahan kereta baru sekaligus mendukung kenyamanan penumpang dan efisiensi operasional jaringan KRL di Indonesia.

Target Operasional Trainset Baru

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan harapannya bahwa 11 trainset tambahan dari PT INKA akan siap sebelum Juli 2026. Trainset ini menjadi kelanjutan dari kontrak pengadaan KRL baru antara PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dengan PT INKA. Proses pengadaan sebelumnya telah mencakup 16 rangkaian kereta, dengan nilai kontrak sebesar Rp3,85 triliun.

Dari 16 rangkaian, empat sudah beroperasi sejak 2025 dan satu rangkaian sedang dalam masa uji coba pada akhir 2025. Bobby memastikan trainset uji coba tersebut segera akan dioperasikan secara penuh. Dengan demikian, 11 rangkaian kereta berikutnya menjadi fokus utama untuk mendukung kapasitas layanan KRL.

Penambahan trainset baru menjadi strategi KAI untuk mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang. Kapasitas yang lebih besar akan mengurangi kepadatan di jam sibuk. KAI berharap masyarakat dapat menikmati layanan KRL yang lebih nyaman dan aman.

Kerja Sama dengan PT INKA dan China

Selain PT INKA, KAI juga menjalin kontrak pengadaan KRL baru dengan produsen China, CRRC Qingdao Sifang. Kontrak pertama meliputi tiga rangkaian kereta atau 36 unit senilai Rp0,83 triliun. Sedangkan kontrak kedua meliputi delapan rangkaian kereta atau 96 unit senilai Rp2,2 triliun.

Ketiga rangkaian dari kontrak pertama telah beroperasi pada kuartal pertama 2025. Selanjutnya, delapan rangkaian dari kontrak kedua juga mulai beroperasi sepanjang 2025. Total, KAI telah menambah 11 trainset baru dari China yang siap melayani jaringan KRL.

Kerja sama ini memperkuat integrasi antara produsen domestik dan internasional dalam pengembangan transportasi massal. Penambahan rangkaian dari PT INKA dan CRRC diharapkan mendukung modernisasi sarana perkeretaapian. KAI menekankan pentingnya diversifikasi sumber pengadaan agar layanan tetap optimal.

Jumlah Trainset yang Sudah Tiba

Sampai akhir 2025, total trainset yang datang mencapai 16 rangkaian. Sebanyak 11 rangkaian berasal dari CRRC Qingdao Sifang dan lima dari PT INKA. Penambahan ini memperkuat kapasitas operasional KRL di sejumlah wilayah dan jalur strategis.

Dengan kedatangan trainset baru, KAI dapat mengurangi frekuensi kereta yang padat. Hal ini berdampak langsung pada kenyamanan penumpang. Bobby menegaskan bahwa setiap rangkaian baru akan diintegrasikan ke jaringan operasional dengan standar keselamatan tinggi.

Trainset yang tersedia juga memungkinkan pengaturan jadwal perjalanan yang lebih fleksibel. Peningkatan jumlah kereta di jalur-jalur padat dapat meminimalkan antrean penumpang. Strategi ini menjadi langkah nyata KAI dalam memperkuat layanan transportasi publik.

Program Peremajaan atau Retrofit

Selain pengadaan trainset baru, KAI juga melakukan peremajaan atau retrofit KRL. Saat ini, dua rangkaian kereta sedang dalam proses retrofit bekerja sama dengan PT INKA. Nilai kontrak untuk peremajaan tersebut mencapai Rp0,25 triliun.

Proses retrofit bertujuan memperpanjang umur operasional kereta sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan. Kereta yang diremajakan akan dilengkapi fitur dan teknologi terbaru. Dengan demikian, kualitas layanan KRL dapat lebih optimal meski menggunakan armada lama.

Program retrofit juga menjadi strategi efisiensi karena mengurangi kebutuhan pengadaan kereta baru secara masif. Selain itu, peremajaan memberikan alternatif bagi penumpang yang tetap menginginkan layanan modern. KAI menegaskan pentingnya keseimbangan antara trainset baru dan peremajaan untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Harapan dan Strategi Ke Depan

Bobby Rasyidin menegaskan bahwa seluruh rangkaian trainset yang sedang disiapkan akan segera mendukung operasional KRL secara penuh. Penambahan kereta baru diharapkan meningkatkan kapasitas dan kenyamanan bagi masyarakat. KAI juga berkomitmen menjaga keselamatan serta ketepatan jadwal perjalanan.

Pengadaan trainset baru dan program retrofit merupakan bagian dari strategi jangka panjang KAI. Dengan kombinasi kedua langkah ini, jaringan KRL dapat melayani lebih banyak penumpang tanpa mengurangi kualitas layanan. KAI menargetkan transportasi massal yang efisien, nyaman, dan ramah lingkungan.

Ke depan, KAI berencana terus menambah jumlah trainset sesuai kebutuhan pertumbuhan penumpang. Setiap armada baru diharapkan memperkuat jaringan KRL dan meningkatkan mobilitas masyarakat. Strategi ini sekaligus menjadi bukti nyata KAI dalam mendukung modernisasi transportasi publik di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index