JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengumumkan bahwa capaian program diskon harga tiket transportasi untuk periode semester II tahun 2026 sudah memenuhi target yang ditetapkan.
Seperti yang telah diketahui, pemerintah mengucurkan insentif dan potongan harga transportasi selama masa liburan sekolah.
Kebijakan ini meliputi diskon 30 persen untuk tiket kereta api pada kurun waktu 20 Juni hingga 5 Juli 2026, serta diskon 30 persen untuk tarif dasar kapal Pelni dari tanggal 20 Juni sampai 15 Agustus 2026.
Di samping itu, pihak pemerintah juga menggratiskan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada rentang 20 Juni hingga 5 Juli 2026, sekaligus menyediakan subsidi penuh berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen bagi tiket pesawat domestik berjadwal untuk kelas ekonomi.
“Hingga saat ini, realisasinya berjalan baik dan penyerapan program oleh masyarakat cukup optimal, ini menunjukkan bahwa stimulus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Sampai dengan tanggal 5 Juli 2026, fasilitas tersebut sudah digunakan oleh sebanyak 1.303.191 penumpang. Angka ini setara dengan 110 persen dari target awal yang dipatok sebesar 1.174.624 penumpang.
Catatan tersebut juga memperlihatkan kenaikan sebesar 13 persen jika disandingkan dengan realisasi pada masa yang sama di tahun 2025, yang kala itu menyentuh 1152.581 penumpang.
Melalui penyerapan anggaran yang menyentuh Rp90,9 miliar, program ini diimplementasikan pada 150 perjalanan kereta api reguler serta 26 perjalanan kereta api tambahan. Pemotongan harga sebesar 30 persen tersebut berlaku untuk seluruh layanan kereta api kelas ekonomi nonpenugasan (non-PSO/nonperintis).
Di sisi lain, pelaksanaan program pemotongan tarif untuk angkutan laut masih terus berjalan karena masa berlakunya baru akan selesai pada 15 Agustus 2026 mendatang.
Hingga per 6 Juli 2026, program angkutan laut ini telah digunakan oleh 481.503 penumpang, atau setara dengan 69 persen dari target yang ditetapkan sebanyak 693.690 penumpang, dengan realisasi anggaran yang sudah berjalan senilai Rp46,9 miIiar.
Karena memiliki masa pelaksanaan yang lebih panjang ketimbang jenis diskon transportasi lainnya, capaian dari program angkutan laut ini diproyeksikan bakal terus bertambah hingga masa pemberian insentif tersebut resmi berakhir.
Selanjutnya, hasil dari program insentif untuk transportasi penyeberangan juga mencatatkan angka capaian yang sangat berarti.
Merujuk pada data masuk kendaraan (boarding), sampai 5 Juli 2026 didapati sebanyak 1.125.088 penumpang telah memanfaatkan insentif ini. Angka tersebut setara dengan 93,25 persen dari target semula yang berada di angka 1.206.585 penumpang.
Total tersebut terbagi atas 959.880 penumpang yang menempuh perjalanan memakai 360.141 unit kendaraan, serta sebanyak 165.208 penumpang kategori pejalan kaki.
Dalam penerapannya, pihak Pemerintah membebaskan tarif jasa kepelabuhanan hingga 100 persen, di mana nilai tersebut secara keseluruhan sebanding dengan potongan berkisar 21,11 persen dari harga normal tiket penyeberangan.
Bantuan insentif ini disalurkan bagi penumpang pejalan kaki, pengendara kendaraan roda dua (Golongan II), serta kendaraan pribadi (Golongan IVA) yang tersebar di 14 pelabuhan penyeberangan dengan 7 jalur lintasan di bawah pengelolaan PT ASDP Indonesia Ferry.
“Pemerintah optimistis berbagai kebijakan stimulus ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Ke depan, Pemerintah terus memantau pelaksanaan setiap program agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran, sehingga mampu memperkuat daya beli masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” tutup Juru Bicara Haryo.