Cegah Masalah Mental, Mendukbangga Wihaji Dorong Kehadiran Ayah

Cegah Masalah Mental, Mendukbangga Wihaji Dorong Kehadiran Ayah
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji. (Foto: NET)

JAKARTA — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji menekankan krusialnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Hal ini merespons fakta bahwa saat ini 34 persen remaja menghadapi gangguan kesehatan mental.

Pernyataan tersebut disampaikan Wihaji saat melakukan kunjungan ke MAN 1 Yogyakarta, Kamis, sebagai bagian dari agenda Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33.

"Generasi masa depan itu harus kami pastikan semoga baik-baik saja, tetapi saat ini rata-rata mereka mengalami dua masalah, yakni kesehatan mental, dimana sekitar 34 persen rata-rata mengalami masalah mental, dan kedua fatherless (kehilangan peran ayah)," ujar dia.

Ia menambahkan, survei menunjukkan suasana makan bersama keluarga saat ini kehilangan kehangatan karena masing-masing anggota keluarga lebih fokus pada ponsel.

"Jadi, fatherless, mereka sebagai anak-anak sebenarnya rindu, bukan hanya duit, melainkan sentuhan psikologis. Oleh karena itu, bapak-bapak sempatkan lah waktu ngobrol bersama anak, karena kalau tidak, nanti anak dikendalikan handphone," paparnya.

Wihaji berpesan kepada para orang tua agar rutin mengajak anak berkomunikasi saat mereka menghadapi masalah, supaya mereka tidak beralih kepada gawai.

"Tadi kami juga bercerita tentang keluarga baru kami yang namanya gawai dan algoritma. Mental dan perilaku kami kalau tidak berhati-hati dipengaruhi oleh algoritma yang tidak punya hati, karena itu mesin dan teknologi, sementara kami manusia, punya hati," katanya.

Ia mengungkapkan, rata-rata anak muda saat ini terpaku pada ponsel selama 8 hingga 10 jam per hari, yang membuat mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan teknologi daripada berinteraksi dengan orang tua.

"Hari ini, algoritma otak kami hampir 60-70 persen dipengaruhi oleh teknologi. Algoritmanya yang ada dalam otak kami, kalau enggak hati-hati, orang tua mereka sekarang bukan kami, tetapi handphone," tuturnya.

Dalam rangka menyambut Harganas ke-33, Kemendukbangga/BKKBN terus menggaungkan Gerakan Ayah Ambil Rapor (Gemar). Saat ini, angka fatherless di Indonesia tercatat mencapai 25 persen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index