Proyek Gene Bank Indonesia Ditarget Rampung Tahun 2027

Proyek Gene Bank Indonesia Ditarget Rampung Tahun 2027
PT Brantas Abipraya (Persero). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) terus membuktikan kesungguhan dalam mendukung transformasi kesehatan nasional lewat pembangunan Gene Bank Indonesia atau Bank Genomik Nasional di area RS Dr. H. Marzoeki Mahdi (RSMM), Bogor, Jawa Barat. 

Demi mengawasi proyek strategis ini, jajaran komisaris perusahaan melakukan Management Walkthrough untuk memastikan pembangunan terlaksana sesuai target, memenuhi standar mutu, dan mengutamakan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kunjungan tersebut diikuti oleh Komisaris Utama PT Brantas Abipraya (Persero) Diana Kusumastuti, Komisaris Independen Isra D. Pramulya dan Santoso, dengan didampingi Direktur Operasi II Mustafa Nahdi serta SVP Divisi Operasi I Tintus Noviyanto. 

Dalam peninjauan tersebut, jajaran komisaris memastikan bahwa pelaksanaan konstruksi telah memenuhi standar kualitas dan keselamatan yang ditetapkan oleh perusahaan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga tata kelola proyek agar penyelesaian pekerjaan tepat waktu.

Gene Bank Indonesia yang dikerjakan Brantas Abipraya diproyeksikan menjadi pusat riset dan penyimpanan material genetik terbesar di tanah air sekaligus yang pertama di Asia Tenggara. 

Fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian riset biomedis nasional, mendukung perkembangan genomik, meningkatkan akurasi diagnosis penyakit, hingga membuka peluang pengembangan terapi serta pengobatan yang lebih personal.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero) Dian Sovana menjelaskan bahwa pengerjaan fasilitas tersebut memiliki tingkat kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan gedung konvensional.

“Pembangunan Gene Bank Indonesia dirancang dengan standar khusus untuk mendukung sistem penyimpanan material genetik, laboratorium riset genomik, serta fasilitas pengolahan data berkapasitas besar. Proyek ini tidak hanya menuntut ketelitian teknis yang tinggi, tetapi juga penerapan sistem keamanan dan pengendalian lingkungan yang ketat guna menjaga stabilitas sampel biologis dalam jangka panjang,” ujar Dian dalam keterangannya Selasa (23/6/2026).

Bangunan Gene Bank Indonesia memiliki luas sekitar 22.699 meter persegi dan direncanakan terdiri dari delapan lantai. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027. 

Fasilitas ini nantinya akan dilengkapi dengan sistem pengendalian kelembapan dan suhu presisi, infrastruktur keamanan berlapis, serta teknologi informasi yang mampu mengelola data genomik berskala besar secara terintegrasi.

Menurut Dian, keterlibatan Brantas Abipraya dalam pembangunan Gene Bank Indonesia merupakan wujud dukungan perusahaan terhadap agenda prioritas pemerintah di sektor kesehatan, sekaligus memperkuat fondasi inovasi dan riset nasional.

“Melalui proyek strategis ini, Brantas Abipraya tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga turut menghadirkan fondasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan generasi mendatang. Kami memastikan setiap tahapan konstruksi dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Indonesia,” katanya.

Secara strategis, Gene Bank Indonesia diharapkan menjadi landasan penting dalam penguatan ekosistem riset dan inovasi kesehatan nasional. 

Selain mendukung pengembangan pengobatan presisi dan terapi berbasis genetik, fasilitas ini juga menjadi langkah menuju kedaulatan data kesehatan nasional yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di bidang bioteknologi dan kesehatan.

“Brantas Abipraya bangga dapat menjadi bagian dari proyek strategis ini. Kami percaya kehadiran Gene Bank Indonesia akan memperkuat ekosistem riset dan inovasi kesehatan nasional, sekaligus membawa Indonesia semakin siap memasuki era pengobatan presisi berbasis genomik,” tutup Dian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index