Pemkab Sumenep Siapkan 39 Bus untuk Kepulangan Jemaah Haji 2026

Pemkab Sumenep Siapkan 39 Bus untuk Kepulangan Jemaah Haji 2026
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Kamiluddin. (Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai mengoptimalkan persiapan dalam menyambut kepulangan ratusan jemaah haji asal wilayah tersebut. Para jemaah haji ini dijadwalkan kembali dari Tanah Suci ke kampung halaman pada tanggal 21 dan 22 Juni 2026.

Berbagai kebutuhan pendukung guna memfasilitasi kedatangan para tamu Allah SWT tersebut telah dipersiapkan dengan saksama. 

Pemkab Sumenep telah menyiagakan armada bus untuk penjemputan hingga unit ambulans sebagai langkah antisipasi bagi jemaah yang membutuhkan penanganan kesehatan darurat dalam perjalanan pulang.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Kamiluddin, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep guna menjamin kelancaran seluruh proses pemulangan. 

Hingga kini, komunikasi berkala terus dilakukan demi memastikan jadwal kedatangan setiap kelompok terbang (kloter) serta estimasi waktu tiba di Kabupaten Sumenep.

"Secara teknis, terkait pukul berapa kedatangan jemaah, kami masih terus berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Sumenep," kata Kamiluddin saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).

Pusat penyambutan jemaah haji akan dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) A Yani Sumenep, sebagaimana penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Lokasi ini dinilai paling representatif karena memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung ratusan jemaah beserta keluarga yang akan memadati area penjemputan.

Selain mematangkan lokasi penyambutan, Pemkab Sumenep memfasilitasi penuh akomodasi transportasi penjemputan secara gratis dari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, menuju Kabupaten Sumenep. 

Total armada yang dikerahkan sebanyak 39 unit bus, jumlah yang sama dengan armada saat pemberangkatan jemaah menuju pemondokan sebelumnya.

"Bus cadangan juga kami siapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di perjalanan, misalnya jika ada yang mogok atau kendala teknis lainnya," ucap Kamiluddin.

Pemerintah daerah juga menaruh perhatian khusus pada aspek kesehatan jemaah. Unit ambulans disiagakan sebagai langkah mitigasi apabila terdapat jemaah yang memerlukan tindakan medis khusus setelah menjalani ibadah haji yang menguras fisik. 

Menurut Kamiluddin, kehadiran ambulans dalam iring-iringan sangat krusial, terutama bagi jemaah lansia, yang mengalami kelelahan akut, atau memiliki riwayat penyakit tertentu.

"Kami juga menyiapkan ambulans. Khawatir ada jemaah yang memang perlu dibawa menggunakan ambulans karena faktor kesehatan," tambahnya.

Melalui persiapan matang ini, Pemkab Sumenep berharap seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji tahun 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan tanpa hambatan berarti. 

"Koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus kami lakukan agar pelayanan kepada para tamu Allah SWT dapat diberikan secara maksimal hingga tiba kembali di Sumenep nanti," pungkas Kamiluddin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index