Strategi Pajak Da Nang Berantas Penggelapan dan Tagih Piutang

Strategi Pajak Da Nang Berantas Penggelapan dan Tagih Piutang
Dinas Pajak Da Nang menyelenggarakan berbagai kampanye penyuluhan keliling.

JAKARTA – Pemberantasan penggelapan pajak serta penagihan piutang pajak menjadi prioritas utama Dinas Pajak Kota Da Nang. 

Sejak awal tahun, otoritas pajak secara proaktif telah menjalankan berbagai solusi menyeluruh untuk memerangi kecurangan pajak dan menagih piutang, dengan memprioritaskan sektor-sektor yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Dalam upaya memperkuat inspeksi serta meningkatkan efektivitas koordinasi antarinstansi, unit tersebut menyarankan Komite Rakyat Kota untuk mengeluarkan Keputusan No. 101/QD-BC? tanggal 14 Mei 2026. 

Keputusan ini membentuk kelompok kerja guna membantu Komite Pengarah dalam memerangi kerugian pendapatan anggaran negara dan menangani tunggakan pajak di wilayah tersebut.

Oleh karena itu, manajemen utang dijalankan dengan tegas. Target penagihan ditetapkan untuk setiap unit dan dikaitkan langsung dengan tanggung jawab kepala satuan kerja, serta disertai mekanisme evaluasi kinerja secara berkala. 

Selain itu, laporan pajak perusahaan dianalisis secara mendalam, termasuk verifikasi piutang, utang, serta rekening koran.

Berkat implementasi yang ketat dan terkoordinasi dari tingkat kota hingga akar rumput, kegiatan audit telah membuahkan hasil signifikan. Sejak awal tahun, otoritas pajak telah melakukan 519 inspeksi di lokasi wajib pajak, yang mencakup 33,35% dari target. 

Total nilai yang direkomendasikan untuk ditangani mencapai 401,4 miliar VND, dengan 97,9 miliar VND telah berhasil dikumpulkan melalui tunggakan, pengembalian dana, dan denda. Sementara itu, penagihan utang dari tahun sebelumnya berhasil mencapai 1.711,8 miliar VND.

Sinkronkan solusi

Bapak Pham Duc Thuong, Wakil Kepala Dinas Pajak Kota Da Nang, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan berbagai langkah komprehensif. Upaya tersebut berfokus pada peningkatan mekanisme bimbingan, penguatan inspeksi tematik, serta optimalisasi manajemen risiko dalam administrasi perpajakan.

Dalam konferensi tinjauan inspeksi, dinas pajak menilai hasil yang telah dicapai sekaligus mengevaluasi kendala yang ada. Mereka berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas melalui koordinasi rutin dan pertemuan peninjauan utang untuk menyelesaikan hambatan di lapangan.

Selain itu, otoritas pajak memperkuat inspeksi khusus pada sektor-sektor strategis, seperti perdagangan emas, perak, batu mulia, transaksi pihak terkait, bahan bangunan, serta bisnis dengan laba rendah atau yang mengalami kerugian menahun. Sektor e-commerce dan platform digital juga berada dalam pengawasan ketat.

"Kami terus memperkuat solusi yang telah diterapkan, sambil berfokus pada beberapa tugas utama. Ini termasuk mengintensifkan analisis dan penilaian situasi utang pajak, meninjau kesulitan dan hambatan untuk mengembangkan solusi penagihan utang yang tepat dan efektif," ujar otoritas pajak setempat.

Ke depan, sektor perpajakan berencana menyusun proyek "Meningkatkan Kepatuhan Sukarela Wajib Pajak." Langkah ini bertujuan menjadikan kepatuhan sukarela sebagai fondasi utama untuk meminimalisir praktik penipuan sekaligus menciptakan lingkungan bisnis yang transparan dan kompetitif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index