Kemendikdasmen

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media Massa Untuk Program Pendidikan Lebih Luas

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media Massa Untuk Program Pendidikan Lebih Luas
Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media Massa Untuk Program Pendidikan Lebih Luas

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya kolaborasi dengan media massa. Tujuannya agar setiap program dan kebijakan pendidikan tersampaikan secara utuh, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.

Dialog Kebijakan Bersama Media Massa

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen menggelar Dialog Kebijakan Kemendikdasmen bersama Media Massa. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran informasi sekaligus penguatan kemitraan strategis antara pemerintah dan media.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan apresiasi kepada Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik). Ia menilai Fortadik konsisten membantu kementerian menyebarluaskan informasi dan kebijakan pendidikan secara tepat.

“Karena peran media, Kemendikdasmen pada akhirnya dapat mengetahui apa yang terjadi di lapangan dan apa yang perlu kami tindak lanjuti,” ujar Suharti. Pernyataan ini menegaskan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan media.

Kebijakan Strategis Kemendikdasmen

Dalam dialog tersebut, Suharti memaparkan sejumlah kebijakan strategis yang tengah dijalankan. Di antaranya penguatan akses pendidikan untuk keluarga kurang mampu melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).

Selain itu, Kemendikdasmen mendukung keberlanjutan pendidikan bagi murid berprestasi melalui Beasiswa Talenta Indonesia. Program ini menjadi salah satu langkah kementerian untuk mendorong prestasi siswa di seluruh jenjang pendidikan.

Perluasan Program Indonesia Pintar (PIP)

Program Indonesia Pintar (PIP) terus diperkuat implementasinya sejak diluncurkan pada 2015. Cakupannya meningkat dari beberapa juta penerima menjadi sekitar 17,9 juta pada tahun lalu, dengan jumlah satuan pendidikan penerima naik dari 1 juta menjadi 1,8 juta.

Mulai tahun 2026, Kemendikdasmen memperluas cakupan PIP hingga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kebijakan ini sejalan dengan pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh minimal satu tahun PAUD sebelum sekolah dasar.

Pentingnya Peran Media dalam Pendidikan

Suharti menekankan, sinergi dengan media memungkinkan Kemendikdasmen mengetahui kondisi di lapangan. Hal ini membantu kementerian menindaklanjuti masalah pendidikan dengan tepat sasaran dan cepat.

Kolaborasi strategis ini juga memperkuat transparansi kebijakan pendidikan. Dengan media sebagai mitra, masyarakat dapat lebih memahami program-program Kemendikdasmen dan manfaatnya bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index