JAKARTA - Atmosfer stadion menghadirkan tensi tinggi ketika tuan rumah berusaha menjaga ritme persaingan papan atas.
Setiap poin menjadi sangat berarti di fase krusial musim ini. Hasil akhir pun mencerminkan ketatnya duel yang terjadi di lapangan.
AC Milan harus puas berbagi angka 1-1 kontra Como 1907 pada laga tunda pekan ke-24 Serie A. Pertandingan berlangsung pada 19 Februari 2026 dini hari WIB. Satu poin yang diraih membuat Milan belum mampu memangkas jarak dari Inter Milan di klasemen sementara.
Bermain di kandang sendiri, San Siro, I Rossoneri langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal laga. Tempo permainan dijaga tinggi untuk menekan pertahanan lawan. Upaya tersebut menjadi sinyal ambisi Milan mengamankan poin penuh.
Dominasi Awal dan Peluang Tercipta
Solidnya lini belakang Como 1907 membuat rangkaian serangan Milan kerap terhenti. Skema yang dibangun oleh Luka Modric, Ardon Jashari, serta Rafael Leao berulang kali menemui kebuntuan. Pertahanan lawan tampil disiplin menutup ruang tembak.
Peluang bersih Milan hadir pada menit ke-30 melalui aksi Leao. Tembakan kaki kiri winger Timnas Portugal itu memanfaatkan umpan dari Jashari. Bola masih dapat digagalkan kiper Como sehingga peluang emas tak berbuah gol.
Momen tersebut menjadi penanda meningkatnya intensitas tekanan tuan rumah. Milan berusaha menggeser blok pertahanan lawan dengan sirkulasi cepat. Namun efektivitas penyelesaian akhir belum maksimal pada fase ini.
Gol Tamu dan Respons Tuan Rumah
Dua menit berselang, justru Como 1907 berhasil mencuri keunggulan lebih dulu. Tendangan kaki kiri Nico Paz melesat mulus menembus gawang Milan yang dikawal Mike Maignan. Gol ini mengubah dinamika pertandingan secara signifikan.
Tertinggal satu gol, Milan menaikkan tempo serangan dan meningkatkan jumlah pemain di area lawan. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan untuk memaksa kesalahan pertahanan Como. Meski demikian, hingga turun minum skor 0-1 tetap bertahan.
Babak pertama menegaskan pentingnya ketenangan dalam memanfaatkan peluang. Milan unggul penguasaan bola namun tertinggal dalam efektivitas. Situasi ini menuntut respons lebih tajam selepas jeda.
Gol Balasan dan Adu Serangan
Memasuki paruh kedua, Milan tampil lebih agresif menekan pertahanan Como 1907. Gol yang dinanti akhirnya tercipta pada menit ke-64. Momentum ini menghidupkan kembali optimisme publik tuan rumah.
Menerima umpan lambung dari Ardon Jashari, Rafael Leao menyambar bola dengan sepakan lob kaki kanan. Bola melewati kepala kiper Como 1907, Jean Butez, lalu masuk ke gawang yang kosong. Gol tersebut menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Setelah skor imbang, laga berjalan semakin sengit dengan jual beli serangan. Kedua tim saling mencari celah untuk mencetak gol penentu. Intensitas duel meningkat hingga menit-menit akhir.
Dampak Klasemen dan Posisi Tim
Hingga peluit akhir dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Kedua tim menutup pertandingan dengan hasil imbang 1-1. Pembagian poin ini mencerminkan keseimbangan kekuatan di lapangan.
Hanya memetik satu angka membuat Milan belum mampu mendekat ke Inter Milan. I Rossoneri berada di peringkat kedua dengan nilai 54 dan tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen. Situasi ini menjaga ketatnya persaingan di papan atas.
Sementara itu, Como bercokol di urutan keenam dengan koleksi 42 poin. Hasil imbang di kandang lawan memperkuat posisi mereka di zona kompetitif. Tambahan satu poin memberi dorongan kepercayaan diri untuk laga-laga berikutnya.