MIND ID

MIND ID Tingkatkan Kesejahteraan Lokal Lewat Program Pemberdayaan UMKM di Indonesia

MIND ID Tingkatkan Kesejahteraan Lokal Lewat Program Pemberdayaan UMKM di Indonesia
MIND ID Tingkatkan Kesejahteraan Lokal Lewat Program Pemberdayaan UMKM di Indonesia

JAKARTA - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, semakin menegaskan perannya dalam mendukung agenda pemerintah menurunkan tingkat kemiskinan. Hingga 2025, Grup MIND ID telah membina lebih dari 10.000 pelaku UMKM di seluruh daerah operasional.

Hilirisasi sebagai Strategi Ekonomi Berbasis Masyarakat

Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menekankan bahwa hilirisasi tidak sekadar proyek industri. Hilirisasi harus menjadi strategi transformasi ekonomi yang menghubungkan produksi industri dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Hilirisasi tidak boleh berhenti pada output industri. Ukurannya adalah seberapa jauh ia melahirkan pelaku usaha baru dan memperkuat yang kecil,” ujar Dany pada Selasa, 17 Februari 2026. Ia menambahkan, ketika 10.000 UMKM meningkat kapasitasnya, program ini menjadi strategi ekonomi yang memperdalam struktur produktif nasional.

Menurut Dany, UMKM bukan sekadar pelengkap ekonomi, tetapi merupakan basis ekonomi yang harus diberdayakan. Dengan akses, pendampingan, dan kepastian ekosistem, UMKM mampu meningkatkan produktivitas dan menyerap tenaga kerja, yang merupakan cara berkelanjutan menekan kemiskinan.

Program Pembinaan UMKM yang Menyeluruh

Program pembinaan MIND ID mencakup pelatihan kapasitas usaha, mentoring bisnis, fasilitasi pameran, promosi produk, serta dukungan akses pembiayaan dan permodalan. Semua program disesuaikan dengan kebutuhan lokal agar UMKM dapat tumbuh organik dan berkelanjutan.

Salah satu keberhasilan terlihat dari pembinaan PT Timah Tbk kepada UMK Pempek Udang Mama Sabil yang dikelola Kardina, perempuan asal Desa Kerabut, Pangkalpinang. Melalui pameran, peningkatan kualitas produk, dan pendampingan usaha, omzetnya kini meningkat signifikan dan usahanya dikenal luas.

Kardina menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya sekaligus inspirasi bagi banyak perempuan di Pangkalpinang. Kesuksesan ini mendorong perempuan lain untuk ikut berdaya dan mandiri melalui usaha produktif.

Pemberdayaan Masyarakat di Sumatra Selatan

Program PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Sumatra Selatan juga menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat. Lebih dari 30 ibu rumah tangga dari Desa Lingga, Keban Agung, dan Pasar Tanjung Enim tergabung dalam kelompok SIBA Rosella, yang memproduksi minuman herbal teh rosella kaya vitamin C.

Sejak dibentuk pada 2019, kelompok ini mendapat dukungan pendanaan, pelatihan, dan penguatan pemasaran. Kini produk mereka dipasarkan secara nasional dengan kapasitas produksi sekitar 100 kotak per hari dan omzet Rp 5–60 juta per bulan bergantung permintaan pasar.

Keberhasilan kelompok SIBA Rosella mendorong lahirnya usaha baru, SIBA Rajut, yang beranggotakan 15 ibu rumah tangga dari desa sekitar operasi PTBA. Kelompok ini meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mempererat solidaritas perempuan lokal.

MIND ID Dorong UMKM Naik Kelas dan Jadi Penggerak Ekonomi

Dany menegaskan MIND ID menghadirkan program yang tidak sekadar membantu masyarakat keluar dari kemiskinan. Tujuannya adalah mendorong masyarakat naik kelas dan menjadi penggerak pembangunan lokal.

“Mengurangi kemiskinan adalah baseline. Menaikkan kelas adalah strategi. Kami ingin masyarakat di wilayah operasional tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” jelasnya.

Program pemberdayaan UMKM ini menempatkan hilirisasi dan transformasi ekonomi sebagai solusi berkelanjutan. Dengan menghubungkan sektor industri pertambangan dan ekonomi lokal, MIND ID menciptakan sinergi yang memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Melalui program tersebut, MIND ID memastikan bahwa pembangunan ekonomi bukan hanya diukur dari proyek industri semata. Keberhasilan diukur dari dampak nyata pada kesejahteraan masyarakat, pengembangan kapasitas UMKM, dan penciptaan peluang usaha baru yang produktif.

Pendekatan ini menegaskan bahwa hilirisasi industri pertambangan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Strategi ini menjadi model yang bisa direplikasi oleh BUMN lain untuk memperkuat ekonomi lokal dan nasional.

Hingga kini, ribuan UMKM yang dibina MIND ID mampu tumbuh secara mandiri dan memberikan kontribusi nyata pada ekonomi daerah. Dengan pendampingan, akses pasar, dan dukungan pembiayaan, UMKM menjadi motor penggerak pembangunan sosial-ekonomi di wilayah operasional MIND ID.

Keberhasilan program ini juga memperlihatkan bahwa BUMN tidak hanya berfokus pada laba industri, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat. Dengan integrasi hilirisasi industri dan pemberdayaan UMKM, MIND ID membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa inklusif dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index