JAKARTA - Real Madrid bertandang ke Stadion Mestalla menghadapi tantangan besar dari Valencia.
Barcelona sebelumnya berhasil meraih kemenangan, sehingga Madrid harus menjaga jarak poin dengan rival mereka. Pelatih Alvaro Arbeloa menekankan pentingnya fokus karena kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Valencia datang dengan motivasi tinggi untuk menghindari degradasi. Tim tuan rumah menerapkan formasi bertahan ketat, memanfaatkan serangan balik cepat. Pendekatan ini membuat Real Madrid kesulitan menciptakan peluang di babak pertama.
Mbappe memiliki sejumlah peluang berbahaya, namun kiper Stole Dimitrievski tampil sigap. Kombinasi serangan Madrid belum terlalu kohesif pada awal laga. Valencia berhasil menjaga pertahanan mereka tetap terorganisir dan sulit ditembus.
Strategi dan Taktik Tim
Pelatih Valencia, Carlos Corberan, menekankan pertahanan solid sebagai strategi utama. Real Madrid mencoba menyesuaikan ritme permainan untuk menembus barisan belakang lawan. Arbeloa mendorong timnya bermain sabar dan menunggu momen tepat untuk menyerang.
Serangan balik Valencia sempat membuat ketegangan di lini belakang Madrid. Lucas Beltran nyaris mencetak gol dari tendangan jarak jauh yang membentur tiang. Situasi ini menunjukkan bahwa pertahanan Madrid harus ekstra waspada sepanjang pertandingan.
Tim tamu menekankan penguasaan bola di lini tengah untuk membangun peluang. Mbappe dan Carreras menjadi motor utama serangan. Kerja sama antarpemain menjadi kunci untuk memecah pertahanan lawan yang rapat.
Pemecah Kebuntuan dan Gol Pertama
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-65. Alvaro Carreras berhasil menembus pertahanan Valencia dan mencetak gol pertama bagi Real Madrid. Gol ini membuat tim tamu bermain lebih leluasa dan meningkatkan kepercayaan diri seluruh pemain.
Momentum gol pertama memberikan dorongan psikologis bagi Madrid. Tekanan terhadap Valencia meningkat seiring jalannya pertandingan. Lini tengah dan depan Madrid mampu memanfaatkan ruang yang lebih terbuka untuk menciptakan peluang berikutnya.
Gol ini juga menunjukkan ketajaman strategi Arbeloa dalam membaca permainan lawan. Pemain depan diinstruksikan untuk menekan titik lemah pertahanan Valencia. Hasilnya, Real Madrid berhasil mengontrol tempo permainan setelah gol pembuka tercipta.
Gol Mbappé dan Penutup Laga
Di waktu tambahan, Mbappé mencetak gol kedua dengan penyelesaian satu sentuhan yang rapi. Gol ini menjadi gol ke-38 Mbappé musim ini dan memastikan kemenangan 2-0. Real Madrid berhasil menutup laga dengan skor meyakinkan meski bermain di kandang lawan.
Kemenangan ini menjadi yang kedelapan berturut-turut bagi Madrid di La Liga. Tim tetap menempel ketat Barcelona dengan selisih satu poin. Sementara itu, Valencia semakin terpuruk dengan kekalahan ketiga berturut-turut dan tetap berada di posisi bawah klasemen.
Pencapaian ini menunjukkan kualitas mental dan fisik Madrid di laga tandang. Pemain mampu mengeksekusi strategi dengan disiplin. Kombinasi ketenangan dan efektivitas serangan memastikan kemenangan yang solid bagi tim.
Pujian Arbeloa dan Harapan Tim
Pelatih Arbeloa memuji karakter dan disiplin para pemainnya. Ia menekankan bahwa kemenangan ini mencerminkan semangat juang tim di laga sulit. Mbappé mendapat pujian khusus atas kontribusi dan ketajamannya sepanjang pertandingan.
Keberhasilan ini memberi motivasi tambahan jelang pertandingan-pertandingan berikutnya. Real Madrid berharap konsistensi performa dapat menjaga peluang meraih gelar. Tim bertekad memaksimalkan setiap laga untuk tetap berada di jalur juara La Liga.
Semangat juang, strategi matang, dan kemampuan eksekusi peluang menjadi kunci keberhasilan Madrid. Tim menunjukkan bahwa kualitas dan kedisiplinan dapat menghadirkan hasil positif meski menghadapi pertahanan ketat lawan. Harapan tim tetap tinggi untuk mengamankan gelar musim ini.