JAKARTA - Bagi masyarakat yang ingin mengetahui kelayakan menerima bantuan sosial (bansos), mengecek desil menjadi langkah penting. Informasi ini menunjukkan posisi kesejahteraan ekonomi keluarga dan menentukan prioritas penerima bantuan pemerintah.
Sistem Desil dan Peranannya dalam Bantuan Sosial
Integrasi data kemiskinan di Indonesia kini semakin terpusat dan terstruktur. Program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), hingga BLT menggunakan peringkat kesejahteraan yang disebut desil sebagai acuan.
Sistem desil membagi populasi menjadi sepuluh kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Golongan Desil 1 hingga 3 menjadi prioritas utama penerima berbagai subsidi dan bantuan pemerintah, sedangkan Desil 10 merupakan masyarakat dengan kesejahteraan tertinggi.
Klasifikasi desil diatur dalam Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 79/HUK/2025. Tiap desil menentukan jenis dan jumlah bantuan yang dapat diterima masyarakat, sehingga transparansi menjadi lebih jelas.
Rincian Klasifikasi Desil dan Bantuan
Desil 1 atau sangat miskin menjadi kelompok prioritas utama dan berhak menerima semua jenis bansos. Sementara Desil 2 dan 3 masuk kategori miskin hingga hampir miskin dan tetap menjadi prioritas bantuan reguler.
Desil 4 atau rentan miskin memiliki peluang besar untuk menerima ragam jenis bantuan sosial. Desil 5 yang pas-pasan masih bisa memperoleh sebagian bantuan, tetapi jumlahnya lebih terbatas dibanding kelompok sebelumnya.
Kelompok Desil 6 hingga 10 dianggap menengah ke atas dan bukan prioritas penerima bansos. Pengaruh desil terhadap jenis bantuan spesifik diatur melalui peraturan resmi pemerintah agar distribusi lebih tepat sasaran.
Program Keluarga Harapan (PKH) diperuntukkan bagi masyarakat di Desil 1 hingga 4. Sementara Program Sembako (BPNT) ditargetkan untuk Desil 1 hingga 5, termasuk kelompok rentan dan pas-pasan.
Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) juga menyasar Desil 1 hingga 5 atau berdasarkan hasil asesmen tertentu. Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) mengikuti mekanisme serupa, memastikan bantuan sampai pada penerima yang benar-benar membutuhkan.
Cara Cek Desil Lewat Google
Cek desil melalui Google menjadi metode paling praktis karena tidak memerlukan instalasi perangkat lunak tambahan. Masyarakat hanya perlu mengakses portal resmi Kementerian Sosial untuk mengetahui status kepesertaan mereka.
Langkah-langkahnya dimulai dengan membuka Google di perangkat yang digunakan. Selanjutnya, akses laman resmi di cekbansos.kemensos.go.id dan pilih wilayah domisili dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan sesuai KTP.
Masukkan nama lengkap sesuai identitas resmi dan kode verifikasi (captcha) yang muncul. Klik tombol “Cari Data” untuk menampilkan informasi peringkat desil dan jenis bantuan yang diterima.
Cek Desil dan Bantuan Melalui Aplikasi Resmi
Selain website, pemerintah menyediakan aplikasi resmi untuk pengecekan lebih mendalam. Aplikasi ini juga memungkinkan masyarakat mengajukan sanggahan data yang tidak akurat.
Panduan penggunaan aplikasi dimulai dengan mengunduh “Cek Bansos” di Google Play Store. Buat akun baru dengan mengunggah foto KTP dan foto diri bersama KTP untuk proses verifikasi.
Setelah akun diverifikasi melalui email, masyarakat dapat login menggunakan akun yang sudah disetujui. Pilih menu “Profil” untuk melihat detail data kesejahteraan keluarga, termasuk posisi desil dalam DTSEN.
Aplikasi juga menyediakan fitur “Daftar Usulan” bagi masyarakat yang merasa berhak namun belum terdaftar. Fitur “Tanggapan Kelayakan” memungkinkan laporan jika bantuan tidak tepat sasaran di lingkungan sekitar.
Dengan sistem ini, pemerintah memastikan distribusi bantuan sosial lebih transparan dan akurat. Masyarakat dapat memantau status desil dan mengevaluasi kelayakan menerima bantuan secara mandiri.
Sistem desil membantu pemerintah menargetkan bantuan secara efektif. Hal ini mencegah ketimpangan distribusi dan memastikan dukungan sosial sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Masyarakat yang ingin memastikan haknya kini bisa lebih mudah memanfaatkan teknologi. Baik melalui Google maupun aplikasi resmi, informasi desil dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
Transparansi data ini juga memudahkan pengawasan masyarakat dan meningkatkan akuntabilitas program pemerintah. Hasilnya, penerima bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan manfaatnya lebih terasa.
Dengan demikian, memahami cara cek desil menjadi langkah krusial bagi setiap keluarga. Akses data yang mudah dan resmi membuat proses penerimaan bantuan sosial lebih cepat dan efisien.