JAKARTA - PT PLN (Persero) berhasil mencatat penjualan listrik nasional mencapai 317,69 terawatt hour (TWh) sepanjang 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 3,75% dibandingkan realisasi 2024 sebesar 306,22 TWh.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kenaikan konsumsi listrik ini didukung pemerintah dan kolaborasi lintas lembaga. Sinergi tersebut menjaga ketahanan ketenagalistrikan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik.
Transformasi PLN dan Peningkatan Layanan
Menurut Darmawan, transformasi PLN sejak 2020 memperkuat kesiapan menghadapi pertumbuhan permintaan listrik secara berkelanjutan. Transformasi ini mencakup penyederhanaan proses bisnis dan penguatan budaya kerja yang adaptif serta berorientasi pada pelanggan.
“Transformasi yang kami jalankan membuat PLN semakin responsif terhadap dinamika global sekaligus mampu menghadirkan layanan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Darmawan, Senin, 2 Februari 2026.
Peningkatan layanan ini juga terlihat dari pemanfaatan teknologi dan sistem monitoring modern. PLN berfokus pada keandalan pasokan agar gangguan listrik dapat diminimalkan di semua segmen pelanggan.
Transformasi bisnis ini memungkinkan PLN merespons fluktuasi permintaan dengan lebih cepat. Dengan begitu, sektor industri dan bisnis tetap mendapatkan suplai listrik yang stabil meski kondisi ekonomi berubah-ubah.
Pertumbuhan Konsumsi Listrik Berdasarkan Segmen
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan pertumbuhan konsumsi listrik ditopang oleh segmen rumah tangga, industri, dan bisnis. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.
Sektor rumah tangga mencatat konsumsi listrik sebesar 133,41 TWh sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 3,2% YoY atau bertambah 4,09 TWh, menjadikan rumah tangga kontributor terbesar dengan porsi 41,99% dari total penjualan listrik nasional.
Segmen industri juga mengalami pertumbuhan positif. Konsumsi listrik sektor ini mencapai 93,35 TWh, meningkat 2,5% YoY atau setara 2,31 TWh.
Pertumbuhan industri terutama didorong sektor makanan dan minuman, besi dan baja, logam, serta barang galian bukan logam. Aktivitas produksi yang meningkat mendorong kebutuhan listrik untuk menjaga kontinuitas operasional.
Sementara itu, sektor bisnis mencatat konsumsi listrik sebesar 60,74 TWh sepanjang 2025. Angka ini naik 5,4% YoY atau bertambah 3,11 TWh, didorong oleh kebutuhan di data center, pusat perbelanjaan, perdagangan non-otomotif, serta pergudangan dan logistik.
Peningkatan konsumsi di sektor bisnis menunjukkan adanya pemulihan dan ekspansi ekonomi. Aktivitas komersial yang lebih dinamis turut mendorong permintaan energi yang lebih besar.
Pertumbuhan Jumlah Pelanggan dan Implikasi Ekonomi
PLN juga mencatat penambahan 3,29 juta pelanggan baru sepanjang 2025. Dengan demikian, hingga akhir Desember 2025, total pelanggan PLN mencapai 96,2 juta.
Adi Priyanto menekankan pertumbuhan pelanggan dan konsumsi listrik mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin masif. Peningkatan ini sekaligus menjadi indikator bahwa masyarakat dan industri semakin bergantung pada pasokan listrik yang handal.
Peningkatan jumlah pelanggan menuntut PLN untuk terus mengoptimalkan infrastruktur listrik. Perusahaan berfokus pada pembangunan gardu, jaringan distribusi, dan modernisasi sistem untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Pertumbuhan konsumsi listrik yang stabil juga menjadi peluang bagi PLN mengembangkan layanan tambahan. Inovasi digital dan program efisiensi energi di rumah tangga serta industri menjadi fokus agar konsumsi listrik lebih optimal.
Dengan bertambahnya pelanggan dan segmen industri, PLN perlu memperluas kapasitas pembangkit dan jaringan distribusi. Langkah ini penting untuk menjamin ketersediaan energi bagi seluruh wilayah di Indonesia.
PLN juga mendorong integrasi energi baru dan terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional. Strategi ini mendukung transisi energi yang lebih bersih sekaligus menjaga ketahanan energi jangka panjang.
Pertumbuhan konsumsi listrik yang didorong oleh aktivitas rumah tangga dan industri memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Dengan pasokan listrik yang stabil, sektor bisnis dapat beroperasi lebih produktif dan efisien.
Selain itu, PLN menyiapkan program layanan pelanggan berbasis digital untuk mempermudah akses informasi dan pembayaran. Hal ini meningkatkan kualitas interaksi dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan.
Seiring pertumbuhan konsumsi, PLN juga mengawasi performa jaringan listrik agar gangguan dapat diminimalkan. Pemantauan 24 jam dan sistem respon cepat memastikan kelangsungan pasokan listrik bagi rumah tangga maupun industri.
Investasi dalam penguatan infrastruktur kelistrikan menjadi prioritas utama PLN. Hal ini penting agar pertumbuhan permintaan listrik di masa depan tetap dapat terpenuhi tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Dukungan pemerintah melalui regulasi dan koordinasi lintas lembaga membantu PLN menjaga stabilitas sektor ketenagalistrikan. Kerja sama ini juga memungkinkan implementasi proyek strategis nasional terkait energi dan listrik lebih efektif.
Transformasi PLN sejak 2020 terbukti meningkatkan kapasitas adaptasi perusahaan. Perusahaan mampu menghadapi dinamika global sekaligus memenuhi kebutuhan energi yang terus berkembang.
Ke depan, PLN akan terus meningkatkan kapasitas pembangkit, jaringan distribusi, dan layanan pelanggan. Strategi ini memastikan konsumsi listrik nasional yang terus meningkat tetap dapat dipenuhi secara andal dan efisien.
Pertumbuhan konsumsi listrik 3,75% pada 2025 menandai pencapaian positif bagi sektor energi Indonesia. Angka ini sekaligus menegaskan peran PLN sebagai pilar ketahanan energi nasional.
PLN berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Peningkatan konsumsi listrik yang merata di seluruh segmen mencerminkan peran penting listrik bagi kehidupan masyarakat dan industri.
Pengembangan infrastruktur, modernisasi layanan, dan integrasi energi baru menjadi kunci PLN menghadapi tantangan energi di masa depan. Strategi ini memastikan pasokan listrik stabil, aman, dan mendukung pertumbuhan nasional secara berkelanjutan.
Dengan pencapaian ini, PLN menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi dinamika pasar dan kebutuhan konsumen. Konsumsi listrik yang meningkat juga menjadi indikator keberhasilan transformasi dan modernisasi layanan perusahaan.
PLN terus berupaya menyeimbangkan antara peningkatan kapasitas, efisiensi operasional, dan kepuasan pelanggan. Dengan langkah ini, PLN siap menghadapi pertumbuhan permintaan listrik jangka panjang di seluruh Indonesia.