Zverev Tembus Peringkat Dua ATP Setelah Final Wimbledon 2026

Senin, 13 Juli 2026 | 19:54:31 WIB
Petenis Jerman Alexander Zverev. (Foto: NET)

JAKARTA - Alexander Zverev dipastikan melesat ke peringkat dua dunia ATP untuk menggeser posisi Carlos Alcaraz. Capaian ini diraih walaupun ia harus menerima hasil sebagai runner-up Wimbledon 2026 usai ditumbangkan oleh petenis peringkat satu dunia, Jannik Sinner, pada partai puncak hari Senin WIB.

Keberhasilan tersebut meneruskan performa impresif Zverev di sepanjang musim ini. Sebelumnya, ia sukses merengkuh trofi Grand Slam pertamanya di Roland Garros dan berhasil menembus laga final Wimbledon untuk pertama kali sepanjang kariernya.

"Pada tahun ini ada perkembangan. Saya pikir saya mampu menekan mereka. Saya memang belum mengalahkan mereka tahun ini, tetapi saya berhasil memaksa mereka bermain hingga batas kemampuan," kata Zverev, dikutip dari ATP.

Melonjaknya posisi Zverev ke peringkat dua dunia sekaligus menegaskan statusnya sebagai penantang terkuat bagi dominasi Sinner dan Alcaraz, dua petenis yang merajai berbagai turnamen mayor dalam dua musim terakhir.

Di musim ini, Zverev sempat memaksa Alcaraz bertarung ketat hingga lima set pada semifinal Australia Open, sebelum ia kembali menyajikan perlawanan sengit bagi Sinner dalam laga final Wimbledon yang tuntas dalam empat set.

"Walaupun berlangsung empat set, saya pikir itu adalah empat set yang sangat ketat dan juga bisa saja berlanjut hingga lima set," ujar petenis Jerman itu.

Walau menelan kekalahan, Zverev menyatakan dirinya tetap puas atas kualitas performa yang ia tunjukkan di Centre Court.

"Saya merasa kami bermain pada level yang hampir sama dan sangat tinggi. Saya pikir kami berdua tampil luar biasa pada dua set pertama," kata Zverev.

Berdasarkan penilaiannya, kekeliruan saat melepaskan pukulan forehand di awal tie-break set kedua menjadi momen krusial yang membalikkan arah pertandingan.

"Itu sedikit mengubah jalannya pertandingan. Namun secara keseluruhan saya pikir level pertandingan sangat bagus," ujar petenis berusia 29 tahun itu.

Zverev pun beranggapan bahwa transisi gaya bermainnya yang kini menjadi lebih agresif merupakan elemen kunci di balik meroketnya performa dia di musim ini.

"Itulah tenis yang ingin saya mainkan dan gaya bermain yang ingin saya terapkan. Pada awal musim saya memang sedikit kesulitan dengan gaya ini, tetapi saya terus melakukannya secara konsisten," kata Zverev.

Ia merasa sangat optimis bahwa strategi tersebut bakal membuatnya terus tumbuh positif setelah membukukan deretan pencapaian krusial musim ini, seperti gelar Grand Slam perdana di Paris, final Wimbledon pertama, hingga babak semifinal pada empat dari lima turnamen ATP Masters 1000 yang ia lalui.

"Saya memenangi gelar Grand Slam pertama dalam karir saya di Paris. Saya mencapai final Wimbledon untuk pertama kalinya. Berarti ada sesuatu yang berjalan dengan baik. Memang belum sempurna, tetapi saya yakin kami bergerak ke arah yang benar," ujar Zverev.

Terkini