PGEO Mulai Tajak Sumur Eksplorasi PLTP Lumut Balai Unit 3

Jumat, 10 Juli 2026 | 20:20:02 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) secara resmi memulai proses tajak sumur eksplorasi pertama untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 yang memiliki kapasitas 55 megawatt (MW) di wilayah Sumatra Selatan.

Tajak sumur perdana yang dilangsungkan pada Rabu (8/7/2026) ini menjadi sebuah pencapaian krusial bagi PGEO dalam mempercepat transisi menuju energi bersih, sekaligus memperkokoh ketahanan energi nasional mendekati momen 100 tahun pengembangan panas bumi di tanah air. 

Agenda tajak ini dihadiri langsung oleh Pjs General Manager Area Lumut Balai Bayu Febriandana serta Project Manager Lumut Balai Unit 3 & 4 Heri Susanto.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani dalam pidatonya menegaskan bahwa proyek pengembangan Lumut Balai Unit 3 ini menjadi bentuk komitmen riil dari perseroan untuk menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan energi di masa depan, utamanya bagi kawasan Sumatra.

“Sebagai world leading geothermal producer, PGE memahami bahwa ketahanan energi nasional memerlukan pasokan listrik yang tidak hanya bersih, tetapi juga stabil dan andal. Di tengah dinamika energi global, panas bumi hadir sebagai sumber energi baseload lokal yang mampu menjawab kebutuhan tersebut. Tajak sumur pertama PLTP Lumut Balai Unit 3 ini menjadi langkah konkret kami dalam menghadirkan energi yang bersih dan tangguh demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ahmad Yani.

Pelaksanaan tajak perdana PLTP Lumut Balai Unit 3 ini dipusatkan pada sumur LMB 19-3 yang berada di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu dengan memanfaatkan rig GDAP#123. Membidik target kedalaman hingga 2.500 meter, proses pengeboran ini diproyeksikan memakan waktu selama 44 hari. 

Seluruh tahapan aktivitas eksplorasi sumur hingga proses pembangunan PLTP dipastikan berjalan dengan menuruti standar teknis, operasional, dan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara ketat.

Berlokasi di area kaki Bukit Lumut Balai, Muara Enim, Sumatra Selatan, PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan tahap lanjutan dari dua proyek strategis milik PGE di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur. 

Sebelumnya, PGE sudah mengoperasikan Unit 1 yang mulai diresmikan sejak September 2019 serta Unit 2 pada Juni 2025, dengan total kapasitas akumulatif mencapai 2x55 megawatt (MW).

Ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2030, PLTP Lumut Balai Unit 3 bakal menambah pasokan listrik bersih sebesar 55 MW, yang diproyeksikan akan memperkuat keandalan sistem kelistrikan di area Muara Enim dan Sumatra Selatan. 

Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 ini juga menjadi bagian integral dari peta jalan jangka panjang PGE guna merealisasikan total potensi kapasitas panas bumi hingga 3 gigawatt (GW), sekaligus sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Beriringan dengan proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 yang pengerjaannya telah dimulai sejak April lalu, tingkat kepercayaan pasar pada kedua proyek tersebut kian diperkuat pada Juni lalu. 

Di mana PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 kini sudah resmi terdaftar dalam Green Book 2026 yang dirilis oleh Kementerian PPN/Bappenas. 

Status ini membuka peluang lebar bagi akses pendanaan lewat skema pinjaman luar negeri senilai US$158,86 juta untuk mempercepat proyek Lumut Balai Unit 3, serta US$148,97 juta bagi kelanjutan proyek Lumut Balai Unit 4.

Hingga saat ini, PGE tercatat telah mengelola total kapasitas terpasang mencapai 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi. 

Di samping menggarap PLTP Lumut Balai Unit 3, PGE juga bergerak agresif dalam mengeksekusi sederet proyek strategis lainnya. 

Beberapa di antaranya meliputi PLTP Lumut Balai Unit 4 (55 MW), PLTP Lahendong Unit 7 & 8 (50 MW), PLTP Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW), langkah eksplorasi di Gunung Tiga, hingga sejumlah proyek co-generation yang digarap berkolaborasi dengan PLN Indonesia Power dengan akumulasi kapasitas menyentuh 230 MW.

Lewat kepemilikan portofolio yang kokoh serta strategi ekspansi yang terukur, PGE terus memosisikan diri di lini terdepan demi memperkuat kapasitas domestik, mengamankan kedaulatan energi, sekaligus menakhodai transisi menuju masa depan Indonesia yang berkelanjutan.

Terkini