Teknologi dan Generasi Alfa Dorong Pertumbuhan Trading Emas

Kamis, 09 Juli 2026 | 23:48:01 WIB
PT Smartin Advisor Sistem (SAS). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Smartin Advisor Sistem (SAS), sebuah perusahaan penasihat berjangka, memperkirakan bahwa Perdagangan Berjangka Komoditas (PBK), terutama komoditas emas, bakal terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Direktur Utama SAS, Odang Supriatna menjelaskan bahwa tren positif ini sejalan dengan kehadiran generasi alfa yang jauh lebih melek teknologi, serta disokong oleh lompatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan proses digitalisasi yang masif.

Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Odang Supriatna memaparkan bahwa nilai nominal transaksi PBK berhasil menembus angka Rp 48.867 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 49,8% dibandingkan tahun lalu. 

Di sisi lain, volume transaksi juga mencatatkan kenaikan sebesar 12% dengan capaian 14,56 juta lot.

“Saat ini PBK tumbuh positif, namun literasi masih perlu ditingkatkan,” jelas Odang.

Oleh sebab itu, Odang Supriatna menyampaikan bahwa SAS mengambil peran konkret dalam mendongkrak tingkat literasi keuangan, khususnya pada sektor PBK. 

Perusahaan ini mengusung visi untuk menjadi saluran media, baik di tingkat lokal maupun internasional, yang fokus menyajikan informasi investasi, pengetahuan trading, hingga edukasi finansial.

Upaya edukasi terhadap ekosistem PBK yang digagas oleh SAS dinilai berjalan beriringan dengan dinamika potensi serta tantangan PBK pada tahun 2026. 

Beberapa tantangan tersebut di antaranya meliputi masa transisi adaptasi teknologi, pemenuhan proses kepatuhan (compliance), serta edukasi pasar. 

Edukasi ini juga menyasar generasi muda agar membekali mereka dengan pemahaman dasar sekaligus keahlian praktis saat bertransaksi di ranah PBK.

Guna merespons tantangan tersebut, SAS menghadirkan sejumlah fasilitas penunjang atau tools penunjang seperti expert advisor (Starbot, Tradingmatic, Quadran EA), AI Signal (Gold Mind AI, Finsfree), indikator pembantu, serta program edukasi.

Demi mewujudkan ekosistem PBK yang berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi di dalam negeri, Odang Supriatna menegaskan perlunya penguatan literasi dan sosialisasi secara meluas dan berkelanjutan. 

Pemerintah pun diharapkan ikut menyokong inovasi teknologi melalui payung hukum atau regulasi yang adaptif. Langkah ini perlu diimbangi dengan memperketat pengawasan pada aktivitas ilegal, serta memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, kalangan akademisi, dan pihak regulator.

Terkini