Tekan Inflasi, Gerakan Pangan Murah Digelar 5.566 Kali hingga Juli

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:39:02 WIB
Pemerintah Perluas Gerakan Pangan Murah, Tekan Inflasi di 36 Provinsi [FOTO: NET].

JAKARTA - Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) kian diperluas sebagai upaya mengendalikan inflasi pangan. Hingga awal Juli 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama pemerintah daerah telah menjalankan 5.566 kegiatan GPM di 378 kabupaten/kota yang tersebar di 36 provinsi. 

Pemerintah menargetkan peningkatan intensitas program selama Juli, dengan setidaknya 157 kegiatan tambahan telah dijadwalkan guna memperkuat stabilitas harga di berbagai daerah.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menyampaikan bahwa pemerintah telah memetakan kesiapan cadangan pangan di setiap daerah agar intervensi dapat dilakukan lebih cepat saat terjadi lonjakan harga. "Kami sudah mapping di masing-masing provinsi, kabupaten, kota. 

Kalau terjadi gejolak harga, misalnya beras, langsung diintervensi oleh Bulog atau ID FOOD di daerah masing-masing," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (9/7/2026).

Program GPM didukung oleh stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang per 7 Juli 2026 mencapai 5,2 juta ton. Pemerintah turut memanfaatkan jaringan sekitar 1.500 gudang Bulog di 514 kabupaten/kota untuk mempercepat distribusi, termasuk ke wilayah Indonesia Timur. 

Selain sebagai alat stabilisasi, GPM menjadi saluran utama pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Hingga 7 Juli 2026, realisasi penyaluran SPHP tercatat mencapai 431.000 ton atau 52,1% dari target tahun ini sebesar 828.000 ton, di mana sekitar 39,6% disalurkan melalui kegiatan GPM. Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri mencatat adanya korelasi kuat antara intensitas GPM dengan kemampuan daerah dalam mengendalikan inflasi.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir menyebutkan bahwa provinsi yang aktif menggelar GPM cenderung mencatat inflasi lebih rendah. Berdasarkan data Bapanas, Jawa Tengah memimpin dengan 892 kali pelaksanaan, disusul Jawa Barat (726 kali), Jawa Timur (549 kali), dan Sulawesi Selatan (539 kali). 

Keempat wilayah tersebut berhasil menjaga inflasi dalam kisaran sasaran pemerintah. Sebaliknya, Kemendagri mendesak daerah yang frekuensi GPM-nya masih minim agar segera meningkatkan pelaksanaan guna menjaga stabilitas harga pangan.

Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan per Juni 2026 berada di angka 3,34%, masih masuk dalam target nasional sebesar 1,5%–3,5%. Namun, Indeks Perkembangan Harga (IPH) pekan pertama Juli masih menunjukkan adanya tekanan harga di beberapa daerah yang dipicu oleh kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, dan beras.

Terkini