SRUK Diluncurkan Pekan Ini, RI Siap Jadi Hub Pasar Karbon Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 22:22:32 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. (Foto: NET)

JAKARTA - Infrastruktur utama pasar karbon nasional, Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK), dijadwalkan meluncur pada Kamis (9/7/2026) pekan ini. 

Kehadiran sistem ini bertujuan untuk memperkokoh transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan pasar, sekaligus menjamin kepastian hukum bagi investor global dan pengembang proyek.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa aktivitas perdagangan karbon di tanah air memperoleh respons yang sangat positif dari para pelaku bisnis internasional. 

Para pengusaha global tersebut bahkan menaruh harapan besar agar Indonesia mampu memosisikan diri sebagai pusat atau hub perdagangan karbon.

"Ini ada puluhan perusahaan besar di dunia yang berharap bahwa kita akan hadir sebagai hub perdagangan karbon," kata Raja Juli di Ruang Auditorium Dr. Soedjarwo Kemenhut, Senin (6/7/2026).

Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin kolaborasi dengan beragam pihak, salah satunya International Emissions Trading Association (IETA), guna memastikan komoditas karbon domestik dapat ditransaksikan di skala internasional. 

Pemerintah juga telah resmi mengintegrasikan diri ke dalam Coalition to Grow Carbon Markets (CGCM) pada 20 Januari lalu, sebuah lembaga yang berkomitmen membangun ekosistem perdagangan karbon global yang ideal.

Langkah penguatan yurisdiksi juga ditempuh Kemenhut melalui kemitraan bersama Emergent. Melalui kolaborasi ini, ekosistem perdagangan karbon diharapkan dapat menjangkau hingga ke level pemerintahan daerah.

"Sehingga juga bisa langsung dinikmati oleh gubernur, wali kota, bupati. Sehingga kita coba menciptakan ekosistem pendukung terhadap carbon market yang saat ini," lanjutnya.

Sementara itu, untuk fungsi pemantauan dan pengelolaan agar tata kelola sektor kehutanan tetap berjalan optimal, Kemenhut menggandeng Integrity Council for Voluntary Carbon Market (ICVCM).

"Ini yang akan mengawasi kita, supaya tidak ada carbon leaking, supaya cara mengukur kita, cara menghitungnya benar. Ini ada teman-teman dari ICVCM," lanjutnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memaparkan bahwa SRUK kini telah diintegrasikan dengan Climate Data Steering Committee (CDSC) yang mengacu pada standar internasional.

"SRUK telah diselaraskan dengan CDSC yang standar internasional dengan memperhatikan keperluan nasional sebagaimana disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Terkini