Tiga Strategi Kemendikdasmen Mutukan Pendidikan Kepulauan Seribu

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:17:31 WIB
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah merancang beberapa program, mulai dari pembenahan infrastruktur sekolah, menaikkan kompetensi tenaga pendidik, hingga penajaman karakter siswa. 

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi memperkokoh kualitas layanan pendidikan di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha menjelaskan bahwa otoritasnya mengandalkan tiga pilar utama tersebut demi mengakselerasi keselarasan mutu pendidikan di sana.

“Pendekatan pertama adalah pembangunan infrastruktur fisik melalui revitalisasi satuan pendidikan. Pada 2025, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 16.167 sekolah dan ke depan akan diprioritaskan untuk daerah 3T, wilayah terdampak bencana, serta sekolah yang mengalami kerusakan,” tutur Yudhistira saat berada di Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta pada Jumat (26/6/2026).

Bukan cuma pembenahan bangunan, instansinya turut menerapkan digitalisasi dalam proses belajar-mengajar lewat penyaluran IFP beserta perangkat penunjangnya. Upaya ini ditujukan agar iklim belajar yang tercipta bisa terasa lebih bermakna, mendalam, menyenangkan, serta berfokus pada kebutuhan siswa.

Di samping memoles fasilitas fisik, ia menyebutkan bahwa Kemendikdasmen juga berfokus pada eskalasi kompetensi dan tingkat kesejahteraan para guru. Selain itu, pembentukan karakter murid ikut didorong lewat penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sekaligus memastikan lingkungan belajar tetap aman dan kondusif.

Pada momen yang sama, Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Kabupaten Kepulauan Seribu M Thohari mengungkapkan bahwa letak geografis yang menantang bukan menjadi penghalang bagi jajarannya untuk terus menyajikan layanan pendidikan yang adil dan merata.

Untuk saat ini, institusinya menaungi total 44 sekolah negeri, sembilan sekolah swasta, serta tujuh madrasah yang dikelola lewat kemitraan bersama Kementerian Agama.

“Kami ingin memastikan setiap anak di Kepulauan Seribu memperoleh hak pendidikan yang sama. Karena itu, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar di kelas, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk berekspresi, berkreasi, dan membangun kepercayaan diri melalui kegiatan seperti Ruang Seni Siswa,” ungkap Thohari.

Ia juga menggarisbawahi bahwa seluruh sekolah yang ada di kawasan Kepulauan Seribu wajib menjelma sebagai wadah belajar yang sanggup mengasah bakat setiap anak didik, sekaligus melahirkan generasi terbaik demi masa depan Jakarta.

Terkini