Prabowo Optimistis Indonesia Mampu Jadi Lumbung Padi Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:50:31 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto meninjau implementasi Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi. 

Pameran tersebut memamerkan beragam terobosan di sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, hingga teknologi pendukung kemandirian pangan. 

Kegiatan ini dilaksanakan Prabowo seusai menyampaikan pidato dalam puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Dalam kunjungan itu, Prabowo menyaksikan langsung aplikasi teknologi budidaya padi berbasis pertanian modern yang fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi, dan penguatan ketahanan pangan nasional. 

Teknologi PM-AAS menjadi salah satu inovasi unggulan dalam transformasi sektor pertanian melalui mekanisasi. Prabowo pun menyampaikan apresiasinya atas berbagai inovasi yang dikembangkan di sektor tersebut.

Beliau menilai capaian teknologi pertanian saat ini bersifat revolusioner. 

“Saya kira banyak sekali inovasi, teknologi baru, teknik-teknik baru yang dikembangkan oleh masyarakat pertanian dipimpin Menteri Pertanian hasilnya sangat, menurut saya cukup revolusioner. Yang tadinya menghasilkan 5 ton gabah, sekarang bisa 10 ton lebih, 12 ton. Kalau begitu kan naik 100 persen produktivitas kami,” ujar Prabowo dalam keterangan Setpres.

Presiden menegaskan optimisme bahwa Indonesia sedang berada di jalur yang tepat guna memperkuat ketahanan pangan nasional, bahkan berpotensi menuju posisi sebagai lumbung pangan dunia. 

Kepala Negara turut menekankan pentingnya keberlanjutan sistem pertanian serta peningkatan taraf hidup petani melalui pemanfaatan teknologi yang harus terus dikembangkan.

“Saya kira tidak lama lagi kami bisa jadi lumbung padi dunia. Kami bisa bantu banyak negara. Tapi intinya sekarang kami bersyukur, kami jaga. Ini tidak boleh fenomena satu tahun, dua tahun, harus sistem yang berkelanjutan. Petani kami harus hidup dengan baik, teknologi harus kami belajar secepat mungkin,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan urgensi penguatan seluruh rantai produksi pangan melalui strategi intensifikasi, ekstensifikasi, dan hilirisasi untuk meningkatkan kualitas serta keberagaman hasil tani nasional. 

“Jadi yang kami produksi nanti kualitasnya sangat baik. Tidak hanya beras, tidak hanya jagung, tapi singkong, gula, kedelai, semua, sorgum, sagu. Ini semua karunia dari Maha Kuasa. Lahan kami cukup, tanah kami bagus, tinggal pengairan nanti kami bisa atur. Kami juga bersyukur kami sudah punya teknologinya,” jelas Prabowo.

Selain itu, Prabowo menyatakan optimisme terhadap perkembangan sektor pertanian nasional yang dinilai semakin solid sebagai fondasi ketahanan negara. 

“Saya kira saya sangat bahagia kami lihat perkembangan ini, kami optimistis ini. Semua negara besar, negara kuat itu backup-nya, landasannya adalah pertanian yang kuat. Produksi pangan aman, kami menghadapi banyak tantangan kami aman,” ucap Prabowo.

Mengenai pemerataan penerapan teknologi, Prabowo menegaskan bahwa inovasi tersebut akan terus disosialisasikan dan diterapkan secara luas di seluruh daerah. 

“Ini kami ingin supaya disosialisasikan, diajarkan ke semua daerah. Kami mau tiap desa bisa swasembada, tiap kecamatan swasembada, tiap kabupaten swasembada, tiap provinsi swasembada minimal. Kalau bisa provinsi produksi untuk ekspor, produksi untuk ke tempat lain. Ini kami punya strategi ke depan,” imbuh Prabowo.

Terkini