JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bertekad mempererat hubungan antara sektor pendidikan vokasi dan industri demi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta kompetitif.
“Ilmu yang diajarkan tidak boleh berhenti di ruang kelas. Pendidikan vokasi menekankan kemampuan untuk mengerjakan, mempraktikkan, dan menghasilkan,” kata Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) dengan PT Huawei Tech Investment terkait bidang pendidikan, pengembangan kompetensi, serta pemberdayaan SDM.
“Ini merupakan tindak lanjut operasional dari kesepahaman yang telah dibangun antara Kemnaker dan Huawei. Apa yang telah disepakati di tingkat kementerian sebagai arah besar, kini diterjemahkan menjadi langkah konkret di tingkat satuan pendidikan melalui program-program yang langsung menyentuh dosen dan mahasiswa,” ujar Cris.
Polteknaker, sebagai perguruan tinggi vokasi tunggal di bawah naungan Kemnaker, memiliki tugas utama menyiapkan SDM berkompeten di bidang K3, Relasi Industri, serta Manajemen SDM.
Kedua pihak menyepakati kolaborasi dalam tiga fokus utama. Pertama, bidang pendidikan melalui pelibatan praktisi sebagai pengajar, penyelarasan kurikulum, kunjungan industri, hingga fasilitas praktik.
Kedua, peningkatan kompetensi melalui pelatihan seperti Training to Trainer dari ICT Academy bagi para dosen. Ketiga, pemberdayaan SDM melalui penyediaan magang, informasi lowongan kerja, serta campus hiring.
Menurut Cris, kerja sama ini memberi manfaat luas bagi mahasiswa Polteknaker. Mahasiswa K3 akan mendapatkan wawasan keselamatan kerja digital, mahasiswa Relasi Industri memahami hubungan industrial modern, dan mahasiswa Manajemen SDM memperoleh perspektif pengelolaan talenta global.
Cris menegaskan bahwa seluruh inisiatif pengembangan kompetensi ini bertujuan meningkatkan kualitas manusia Indonesia.
"Oleh karena itu, pembangunan SDM harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing bangsa di masa depan," katanya.