JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan bahwa Indonesia sukses meraih swasembada pangan dan menyudahi impor beras lewat langkah penguatan produksi pertanian serta ekstensifikasi lahan tanam di berbagai wilayah.
"Kita sudah swasembada, tidak impor lagi," kata Sudaryono saat memberikan sambutan pada kegiatan temu sukses petani, nelayan dan penyuluh di Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, pencapaian tersebut diraih berkat strategi yang sederhana namun diterapkan secara konsisten, yakni memperluas area tanam agar volume produksi dan hasil panen turut terkerek naik.
"Rahasianya adalah banyak menanam sehingga banyak panen," ujarnya.
Pemerintah, imbuhnya, terus menggenjot program cetak sawah di sejumlah daerah, seperti Papua, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo. Khusus di Gorontalo, luas lahan cetak sawah mencakup sekitar 5.000 hektare.
Ia menerangkan bahwa program cetak sawah menyasar lahan yang sebelumnya tidak produktif, sembari memastikan hak kepemilikan masyarakat atas tanah tersebut tetap terjaga. Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan berupa alat serta mesin pertanian guna mendorong produktivitas petani.
Sudaryono menilai sektor pertanian saat ini telah memperlihatkan kemajuan signifikan yang terbukti dari peningkatan produksi berbagai komoditas pangan. Ia menyebut Indonesia sudah tidak mengimpor cabai dan telur, bahkan kini mampu mengekspor telur, daging ayam, hingga produk perikanan.
Meski demikian, terdapat beberapa komoditas yang masih membutuhkan impor, di antaranya daging sapi, susu, bawang putih, kedelai, dan gandum.
"Kita terus berupaya agar ketergantungan impor komoditas tersebut dapat dikurangi melalui peningkatan produksi dalam negeri," katanya.