JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pemerataan cakupan perusahaan serta peserta dalam program Magang Nasional (MagangHub) menjadi fokus utama untuk diimplementasikan pada angkatan kedua tahun 2026.
“Ke depan, kami ingin sebaran itu lebih merata, dan kalau memang peminatnya banyak, nanti kami akan melihat, bisa jadi basisnya adalah distribusi sebaran untuk masing-masing wilayah atau provinsi,” ujar Menaker Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Ia pun mengakui bahwa partisipasi dalam Magang Nasional angkatan pertama masih terpusat di Pulau Jawa, terutama di Jakarta.
“Terkait dengan sebaran peserta magang pada angkatan 1, yang masih banyak itu adalah di Pulau Jawa, dan lebih spesifik lagi di Jakarta. Yang bisa jadi (alasannya) adalah karena memang upah minimumnya lebih besar, atau magang ini dijadikan kesempatan buat adik-adik (peserta) untuk mendapatkan pengalaman juga langsung di pusat, di ibu kota negara,” ucap Yassierli.
Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah mempertimbangkan basis proporsional, khususnya berdasarkan ketersediaan perusahaan yang membuka lowongan, agar lulusan baru perguruan tinggi dapat mengikuti program tersebut di daerah masing-masing.
“Nanti basisnya adalah proporsional. Kami punya data lulusan perguruan tinggi setiap provinsi dan itu nanti akan menjadi salah satu pertimbangan agar sebaran itu merata,” kata Menaker.
Kemnaker, tambah dia, berperan sebagai penghubung antara perusahaan penyedia lowongan dengan calon peserta di seluruh provinsi.
“Jadi prosesnya itu perusahaan posting lowongan, kemudian adik-adik peserta magang memilih, baru kemudian kami yang menetapkan,” jelas Yassierli.
“(Misalnya), Oke, ini sudah terlalu banyak di provinsi ini, kami tutup di sini, kami akan tambahkan untuk provinsi yang lain. Tapi, semua juga tergantung kepada jumlah lowongan, jumlah perusahaan di sebaran wilayah masing-masing,” imbuhnya.
Sementara itu, pelaksanaan tahap pertama Magang Nasional 2026 dijadwalkan mulai Juli mendatang dengan target awal sebanyak 50 ribu peserta. Program ini nantinya akan dijalankan secara bertahap guna mencapai target nasional sebesar 150 ribu peserta.