GSP Jadi Fondasi Penempatan Pekerja Profesional Indonesia ke Eropa

Rabu, 17 Juni 2026 | 17:41:31 WIB
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyatakan bahwa Kemitraan Keterampilan Global (Global Skills Partnership/GSP) merupakan strategi krusial untuk meningkatkan penempatan pekerja migran profesional asal Indonesia di Eropa.

"Kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi penempatan pekerja migran Indonesia sektor formal di Eropa," ujar Mukhtarudin dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026). 

Pernyataan tersebut disampaikan usai ia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan kenegaraan saat menyambut kunjungan resmi Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin lalu.

Mukhtarudin menuturkan bahwa dialog tingkat tinggi tersebut menitikberatkan pada penguatan kemitraan strategis antarnegara, utamanya terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM). 

Dalam agenda bilateral itu, kedua negara secara resmi menandatangani Letter of Intent (LoI) mengenai GSP yang difokuskan pada sektor keperawatan.

Kolaborasi ini dirancang untuk memantapkan sistem penempatan tenaga kerja. Melalui skema tersebut, tenaga kesehatan Indonesia akan memperoleh pelatihan berstandar internasional sebelum berangkat, guna memastikan mereka kompeten bersaing di pasar kerja Jerman yang memiliki kualifikasi tinggi.

"Ini adalah langkah konkret pemerintah untuk memastikan talenta keperawatan kami tidak hanya mendapatkan peluang kerja yang luas di luar negeri, tetapi juga jaminan bahwa mereka bekerja melalui jalur yang aman, legal, transparan, dan berkualitas," jelas Mukhtarudin.

Di samping keperawatan, GSP juga membuka ruang pengembangan talenta nasional di sektor-sektor masa depan. Jerman dan Indonesia sepakat untuk menjajaki program peningkatan keahlian di bidang teknologi tinggi, digitalisasi, serta industri hijau. 

Mukhtarudin menambahkan, program pelatihan komprehensif akan disusun guna menyelaraskan kompetensi pekerja dengan kebutuhan industri global, yang diharapkan dapat memicu alih pengetahuan saat para pekerja kembali ke tanah air.

Sementara itu, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sinergi strategis antara Indonesia dan Jerman dalam sektor ketenagakerjaan. Ia menekankan bahwa sektor kesehatan, terutama keperawatan, memiliki potensi besar untuk bersaing di level dunia dengan dukungan standardisasi yang tepat.

"Di bidang tenaga kerja kesehatan, kami sangat apresiasi penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan," kata Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa visi Indonesia melampaui sektor kesehatan. Prabowo mendorong Jerman untuk memperluas cakupan kerja sama ke sektor-sektor yang membutuhkan keahlian teknologi tinggi. 

"Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi (high-tech)," tegasnya. 

Kerja sama ini dinilai selaras dengan upaya nasional dalam mendorong transfer teknologi serta peningkatan kualitas SDM.

Terkini