Pengguna Livin' by Mandiri Capai 40,3 Juta, Transaksi Tembus Rp2.083 T

Senin, 15 Juni 2026 | 22:12:31 WIB
Livin’ by Mandiri. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melaporkan lonjakan jumlah pengguna aplikasi Livin’ by Mandiri hingga Mei 2026. Beriringan dengan tren tersebut, volume transaksi masyarakat melalui platform digital perseroan juga mengalami kenaikan signifikan.

Sampai dengan Mei 2026, basis pengguna Livin’ by Mandiri telah menyentuh angka 40,3 juta, meningkat sebesar 28% secara tahunan (year on year/YoY). Pada periode serupa, frekuensi transaksi melalui aplikasi ini naik 19% YoY menjadi 2,2 miliar transaksi, dengan total nilai mencapai Rp2.083 triliun atau tumbuh 19,6% YoY.

SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri Yanto Masyap mengungkapkan bahwa perseroan berkomitmen memposisikan Livin’ by Mandiri sebagai elemen kunci strategi untuk menyajikan keunggulan jangka panjang melalui layanan digital yang adaptif, relevan, serta terintegrasi.

“Kami ingin memastikan setiap inovasi yang dihadirkan mampu memberikan kemudahan transaksi sekaligus memperkuat peran perseroan dalam membangun ekosistem penggerak negeri yang inklusif dan berdaya saing,” kata Yanto dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Seiring perkembangan tersebut, Bank Mandiri terus memantapkan posisi Livin’ by Mandiri sebagai super app yang mampu memfasilitasi berbagai kebutuhan nasabah dalam satu platform. 

Layanan tersebut mencakup transfer antarbank, BI-FAST, pembayaran tagihan, pengisian saldo e-wallet, transaksi QRIS, hingga pembelian tiket serta kebutuhan gaya hidup melalui fitur Livin’ Sukha.

Bank Mandiri juga menyediakan fitur Livin’ Call, yang memungkinkan nasabah berkomunikasi langsung dengan agen call center tanpa dikenakan biaya pulsa, sehingga akses informasi maupun bantuan menjadi lebih efisien.

Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari strategi keunggulan berkelanjutan Bank Mandiri yang mengutamakan aspek reliabilitas, skalabilitas, dan fokus pada nasabah dalam pengembangan layanan digital.

Dengan manajemen risiko yang disiplin dan pendekatan terukur, perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja layanan di tengah intensitas transaksi yang tinggi. 

“Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi layanan serta kolaborasi strategis guna memperluas akses keuangan yang inklusif sekaligus mendukung pengembangan ekosistem digital nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.

Terkini