Mochtar Riady Hibahkan Lahan 31 Hektare di Meikarta untuk Hunian MBR Massal

Senin, 09 Maret 2026 | 14:56:03 WIB
Mochtar Riady Hibahkan Lahan 31 Hektare di Meikarta untuk Hunian MBR Massal

JAKARTA - Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, menyerahkan lahan seluas 31,3 hektare di Meikarta, Cikarang, Jawa Barat. Lahan ini akan dikembangkan menjadi rumah susun bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Penyerahan hibah dilakukan melalui surat resmi kepada Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada Minggu, 8 Maret 2026. Acara ini menjadi simbol kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam program perumahan nasional.

Groundbreaking dan Perencanaan Pembangunan Rusun

Rencananya, pembangunan hunian akan dilakukan oleh Grup Danantara dengan total 52 tower dan 126.000 unit. Groundbreaking telah dilakukan pada hari yang sama, menandai dimulainya proyek berskala besar ini.

Tahap pertama pembangunan akan menelan investasi sekitar Rp14 triliun hingga Rp16 triliun. Hunian akan dibangun dalam tiga tahap untuk memastikan kualitas dan keterjangkauan bagi masyarakat MBR.

Dukungan Pemerintah dan Tokoh Nasional

Seremoni hibah disaksikan oleh Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satgas Perumahan dan Utusan Khusus Presiden, serta Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Turut hadir juga pejabat tinggi lainnya termasuk Sekda Provinsi Jawa Barat, Pangdam Jaya, dan Plt. Bupati Bekasi.

CEO PT Lippo Karawaci Tbk., John Riady, dan James Riady, Founder Yayasan Pelita Harapan, juga hadir dalam acara tersebut. Kehadiran tokoh-tokoh ini menegaskan pentingnya sinergi sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat dalam pembangunan hunian MBR.

Dampak Ekonomi dari Proyek Perumahan

Proyek ini diperkirakan memberikan efek berganda yang luas bagi perekonomian daerah dan nasional. Pembangunan 126.000 unit hunian akan menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Rosan Roeslani menyatakan bahwa pembangunan hunian MBR ini merupakan bagian dari target program nasional Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan 3 juta unit rumah. Danantara mendukung penuh program pemerintah dengan langkah awal pengerjaan proyek ini.

Skema Pembiayaan dan Nilai Hibah

Danantara menyiapkan pembiayaan untuk pembangunan 18 tower rusun subsidi tahap pertama di kawasan Meikarta. Potensi pasar yang besar menjadi daya tarik utama bagi pengembangan proyek ini.

Luas lahan yang dihibahkan sekitar 31,3 hektare dengan estimasi nilai tanah Rp20 juta per meter persegi, sehingga total nilai hibah diperkirakan mencapai Rp6,2 triliun. Kolaborasi pemerintah dan sektor swasta diharapkan mempercepat proses pembangunan hunian bersubsidi.

Manfaat Bagi Masyarakat dan Kesejahteraan Nasional

Maruarar menekankan bahwa proyek ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pembangunan rusun di Meikarta diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian layak bagi rakyat Indonesia.

Hashim menambahkan bahwa pembangunan 3 juta rumah bukan sekadar proyek perumahan, tetapi strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi nasional. Kolaborasi antara pemerintah dan swasta menunjukkan konsep “Indonesia Incorporated” dalam aksi nyata.

Kebutuhan Rumah Layak yang Masih Tinggi

Saat ini terdapat sekitar 9 hingga 15 juta keluarga yang membutuhkan rumah tinggal layak. Sekitar 27 juta keluarga masih tinggal di rumah yang tidak sesuai standar, sehingga pembangunan harus terus ditingkatkan.

Proyek hunian MBR di Meikarta menjadi contoh bagaimana pembangunan perumahan dapat memenuhi kebutuhan besar tersebut. Peningkatan jumlah rumah bersubsidi menjadi langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan pasokan perumahan di Indonesia.

Efek Ekonomi dari Pembangunan Perumahan

Setiap pembangunan rumah memicu kontribusi hingga 180 sektor ekonomi. Program perumahan diperkirakan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekitar 2% per tahun.

Jika dikombinasikan dengan sektor industri dan pembangunan lainnya, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% dapat tercapai. Proyek rusun bersubsidi ini menjadi pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Hunian Bersubsidi sebagai Solusi Kesejahteraan dan Ekonomi

Hibah lahan Mochtar Riady di Meikarta merupakan langkah besar untuk menyediakan hunian MBR secara massal. Kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan lembaga terkait menunjukkan strategi efektif dalam mempercepat program perumahan nasional.

Dengan target pembangunan 126.000 unit, proyek ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan. Pembangunan hunian MBR menjadi bukti nyata bahwa pembangunan perumahan dapat menjadi instrumen sosial dan ekonomi yang berdampak luas.

Terkini