Pertumbuhan Pesat Nasabah Bank Jago Syariah Menunjukkan Kepercayaan Masyarakat Digital 2026

Senin, 09 Maret 2026 | 10:46:31 WIB
Pertumbuhan Pesat Nasabah Bank Jago Syariah Menunjukkan Kepercayaan Masyarakat Digital 2026

JAKARTA - Unit Usaha Syariah PT Bank Jago Tbk. (ARTO) mencatat jumlah pengguna layanan Jago Syariah hampir mencapai 2,4 juta nasabah hingga akhir 2025. Angka ini tumbuh 16,5% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah berbasis digital.

Head of Sharia Business Bank Jago, Waasi Sumintardja, menekankan bahwa pencapaian ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat pada solusi keuangan digital yang mudah, inovatif, dan kolaboratif. “Pencapaian ini mencerminkan semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital berbasis syariah yang mudah, inovatif, dan kolaboratif,” kata Waasi.

Prospek Ekonomi Syariah Nasional yang Menguat

Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menilai pertumbuhan Jago Syariah sejalan dengan prospek ekonomi syariah nasional yang terus menguat. Indonesia memiliki fundamental kuat sebagai pusat ekonomi syariah global, didukung populasi muslim yang besar dan meningkatnya kesadaran gaya hidup halal.

Regulasi yang mendukung serta penguatan ekosistem industri halal menjadi pendorong utama. Menurut laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025, Indonesia konsisten berada di peringkat ketiga dunia dalam ekonomi syariah global, unggul di sektor modest fashion, farmasi halal, dan kosmetik halal.

Kontribusi Halal Value Chain terhadap PDB Nasional

Sektor industri halal atau halal value chain (HVC) tercatat memberi kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional. Pada kuartal III/2025, kontribusinya mencapai 27,34% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara Rp 4.832 triliun, meningkat dari 26,53% atau Rp 4.368 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Emir menjelaskan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan sektor-sektor pembentuk HVC, seperti pertanian, makanan dan minuman halal, fashion, dan pariwisata, lebih cepat berkembang dibandingkan sektor lain dalam perekonomian. “Hal ini mencerminkan pertumbuhan sektor-sektor pembentuk HVC yang meliputi pertanian, makanan dan minuman halal, fashion, dan pariwisata tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor lain dalam komponen pendapatan nasional,” ujarnya.

Peningkatan Sertifikasi Halal dan Peluang Digitalisasi

Perkembangan ekonomi syariah juga didukung oleh peningkatan sertifikasi halal. Hingga Desember 2025, jumlah sertifikat halal yang diterbitkan mencapai 3,32 juta dengan total akumulasi 10,99 juta produk, menandakan semakin banyak produk yang tersertifikasi.

Namun, Emir menyoroti kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan syariah. Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan literasi keuangan syariah sebesar 43,42%, sedangkan tingkat inklusinya baru 13,41%, menciptakan literacy–inclusion gap yang signifikan dan peluang bagi layanan digital seperti Jago Syariah.

Fitur Digital untuk Perencanaan Keuangan dan Ibadah

Sebagian nasabah memanfaatkan fitur perencanaan keuangan berbasis tujuan atau goal-based saving untuk mengatur dana sesuai kebutuhan. Lebih dari 40.000 nasabah telah menggunakan fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah untuk merencanakan perjalanan ibadah secara praktis.

Digitalisasi membuat layanan keuangan syariah lebih mudah diakses, efisien, dan relevan bagi generasi muda. Dengan tetap menjaga prinsip syariah, bank digital dapat memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat tentang produk syariah.

Tabel Pertumbuhan Nasabah dan Sertifikasi Halal Jago Syariah 2025

KeteranganData 2024Data 2025Persentase Pertumbuhan
Jumlah Nasabah2.062.0002.400.00016,5%
Jumlah Sertifikat Halal Terbit3.00 juta3,32 juta10,7%
Akumulasi Produk Bersertifikat Halal10,50 juta10,99 juta4,7%
Pengguna Fitur Kantong Haji/Umrah35.00040.00014,3%

Tabel ini memperlihatkan tren positif pertumbuhan nasabah Jago Syariah dan meningkatnya sertifikasi halal. Hal ini menunjukkan potensi ekspansi layanan digital syariah yang masih luas di Indonesia.

Dengan meningkatnya jumlah nasabah dan adopsi layanan digital, Bank Jago Syariah semakin menegaskan posisi sebagai salah satu pemain utama keuangan syariah digital. Layanan inovatif berbasis syariah semakin diminati masyarakat, khususnya generasi muda yang melek teknologi.

Kepercayaan masyarakat terhadap Jago Syariah tercermin dari tingginya pertumbuhan pengguna layanan digital. Hal ini menandai pergeseran preferensi masyarakat dari layanan konvensional ke layanan syariah berbasis teknologi.

Selain itu, pertumbuhan sektor halal dan HVC membuka peluang ekonomi baru. Bank digital seperti Jago Syariah dapat memfasilitasi akses modal dan pembayaran bagi pelaku usaha halal, termasuk UMKM dan industri kreatif.

Strategi digital yang diterapkan Jago Syariah memperkuat inklusi keuangan. Digitalisasi memungkinkan masyarakat di berbagai wilayah mengakses produk keuangan syariah tanpa harus datang ke kantor cabang.

Peningkatan literasi dan adopsi layanan digital menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan. Bank Jago Syariah dapat memanfaatkan gap literasi–inclusion untuk menghadirkan edukasi dan layanan yang sesuai kebutuhan nasabah.

Dengan memahami tren pertumbuhan nasabah dan ekosistem halal, Jago Syariah dapat merencanakan inovasi produk. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global di masa depan.

Terkini