PT Vale Indonesia Catat Penjualan Perdana Nikel dari Proyek Strategis Pomalaa

Senin, 02 Maret 2026 | 10:51:26 WIB
PT Vale Indonesia Catat Penjualan Perdana Nikel dari Proyek Strategis Pomalaa

JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), mencatatkan penjualan perdana bijih nikel dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. Capaian ini menandai transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan.

Langkah ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis. Penjualan perdana juga menjadi tolok ukur kesiapan sistem produksi dan validasi proses project de-risking.

Nikel sebagai Komponen Strategis untuk Industri Kendaraan Listrik

Nikel merupakan komponen kunci dalam baterai lithium-ion, khususnya untuk katoda berkadar nikel tinggi. Bahan ini banyak digunakan pada kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi.

Seiring percepatan elektrifikasi global, permintaan nikel diproyeksikan terus meningkat. Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar memainkan peran strategis dalam ekosistem energi dan industri baterai global.

IGP Pomalaa dan Strategi Hilirisasi Nasional

IGP Pomalaa menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional untuk meningkatkan nilai tambah domestik. Proyek ini mengintegrasikan pertambangan dan pengolahan sehingga memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional.

Dengan nilai investasi terintegrasi sekitar Rp74,44 triliun, proyek ini memperkuat fondasi industri nikel nasional. Hal ini sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global yang terus berkembang.

Aktivasi Area Oresell untuk Optimalisasi Produksi

Penjualan perdana dimungkinkan melalui aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1. Area ini dirancang untuk mengoptimalkan arus material dan menjaga stabilitas produksi.

Kedua pit memiliki kapasitas penampungan hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit. Kapasitas ini memberikan fleksibilitas inventori dan memastikan pasokan bahan baku menuju fasilitas pengolahan Pomalaa tetap berkelanjutan.

Pernyataan Direksi PT Vale Indonesia Tbk

Director and Chief Project Officer PT Vale Indonesia Tbk, Muhammad Asril, menegaskan pentingnya peresmian area oresell. “Langkah ini menjaga ritme produksi dan memastikan distribusi material berjalan optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur mendukung target IGP Pomalaa. Prinsip operational excellence dan praktik pertambangan berkelanjutan menjadi pedoman utama dalam pengelolaan proyek.

Target Produksi dan Kapasitas Penyimpanan

Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan produksi 300.000 ton limonit per bulan. Angka ini setara dengan sekitar 9.677 ton per hari dan dilakukan dengan strategi ramp-up disiplin.

Dengan kapasitas stockpile 4 Mwmt, proyek memiliki buffer inventori yang cukup. Hal ini menjaga konsistensi suplai sekaligus mengurangi risiko gangguan operasional di fasilitas pengolahan.

Perkembangan Infrastruktur dan Efisiensi Modal

Percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama untuk menjaga efisiensi dan disiplin modal. Hingga Januari 2026, progres konstruksi keseluruhan IGP Pomalaa telah mencapai 65,76 persen.

Pembangunan Main Haul Road (MHR) menuju stockpile telah mencapai 40 persen. Jalur ini menjadi tulang punggung distribusi material dari area tambang ke fasilitas pengolahan dan pelabuhan.

Perkembangan MHR meningkatkan produktivitas hauling dan mengurangi potensi bottleneck logistik. Strategi ini memperkuat profil efisiensi modal proyek serta meningkatkan visibilitas arus kas jangka menengah dan panjang.

Tabel Progres Infrastruktur dan Kapasitas Produksi IGP Pomalaa

KomponenProgres Januari 2026Keterangan
Konstruksi keseluruhan65,76%On track sesuai rencana proyek
Main Haul Road (MHR)40%Jalur distribusi utama menuju stockpile
Kapasitas stockpile4 MwmtMenunjang stabilitas suplai bahan baku
Target produksi limonit300.000 ton/bulanSekitar 9.677 ton/hari

Tabel ini menunjukkan progres proyek dan kesiapan IGP Pomalaa menghadapi fase produksi penuh. Infrastruktur dan kapasitas produksi yang memadai menjadi kunci kelancaran operasional.

Strategi Nasional Hilirisasi dan Nilai Tambah Domestik

Langkah IGP Pomalaa sejalan dengan strategi nasional hilirisasi mineral. Proyek mendorong pengolahan domestik dan integrasi industri dari hulu ke hilir.

Tujuannya adalah menciptakan nilai tambah lebih tinggi di dalam negeri. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global untuk nikel dan baterai lithium-ion.

Komitmen PT Vale untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Sebagai bagian dari MIND ID, PT Vale terus berkomitmen menghadirkan industri nikel yang kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Fokus perusahaan tetap pada penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Perusahaan juga menekankan praktik pertambangan berkelanjutan sebagai fondasi operasional. Hal ini menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

Penjualan Perdana dan Masa Depan Industri Nikel Indonesia

Penjualan perdana IGP Pomalaa menjadi milestone penting bagi PT Vale dan industri nikel nasional. Proyek ini tidak hanya menghasilkan pendapatan tetapi juga memperkuat rantai pasok global dan strategi hilirisasi.

Dengan target produksi, kapasitas stockpile, dan infrastruktur yang memadai, IGP Pomalaa siap mendukung permintaan nikel global. Langkah ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri baterai dan kendaraan listrik di masa depan.

Terkini