Harga Minyak Dunia Naik Tipis Akibat Ketegangan AS-Iran dan Risiko Pasokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:57:04 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Akibat Ketegangan AS-Iran dan Risiko Pasokan

JAKARTA - Harga minyak dunia mengalami kenaikan tipis hari ini karena ketegangan antara AS dan Iran menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan. Investor menilai bahwa negosiasi antara kedua negara dapat mencegah konflik militer yang lebih luas di kawasan.

Namun, kenaikan harga terbatas karena persediaan minyak mentah AS meningkat secara tak terduga. Data menunjukkan persediaan mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir, membatasi tekanan pasar terhadap kenaikan harga lebih lanjut.

Respons Pasar Terhadap Langkah Militer dan Negosiasi Nuklir

Meskipun harga Brent dan WTI relatif stabil pada hari Rabu, Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak 31 Juli. Lonjakan ini terjadi saat Washington mengerahkan pasukan ke Timur Tengah untuk menekan Teheran agar menegosiasikan program nuklir dan rudal balistiknya.

Toshitaka Tazawa, analis Fujitomi Securities, menyebut investor mengamati apakah negosiasi AS-Iran akan cukup untuk mencegah konflik militer. Ia memperkirakan jika konflik terjadi namun terbatas, harga WTI hanya naik sementara di atas $70 per barel sebelum kembali ke kisaran $60-$65 per barel.

Potensi Gangguan Pasokan Jika Konflik Berkepanjangan

Konflik yang berkepanjangan berisiko mengganggu pasokan minyak dari Iran, produsen terbesar ketiga di OPEC. Gangguan juga dapat mempengaruhi produksi negara-negara pengekspor lainnya di Timur Tengah.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan bertemu delegasi Iran pada putaran ketiga pembicaraan nuklir pada 26 Februari 2026 di Jenewa. Hasil pertemuan ini akan menjadi penentu tren harga minyak global ke depan.

Analisis Dampak Negosiasi Terhadap Pasar Minyak

Analis ING menilai jika negosiasi nuklir konstruktif tercapai, pasar akan secara bertahap menghilangkan “premi risiko” sekitar $10 per barel. Sebaliknya, jika negosiasi gagal, risiko kenaikan harga tetap ada tetapi pasar kemungkinan menunggu skala tindakan AS terhadap Iran menjadi jelas.

Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah naik sebesar 16 juta barel minggu lalu. Kenaikan ini jauh melebihi perkiraan 1,5 juta barel, menahan momentum kenaikan harga minyak.

Harga Bahan Bakar Domestik di Pasar Lokal

Pada sore hari 26 Februari 2026, harga bensin E5 RON92 naik 889 VND/liter, menjadi maksimal 19.523 VND/liter. Sementara bensin RON95 naik 999 VND/liter, tidak melebihi 20.151 VND/liter.

Harga diesel naik 754 VND/liter menjadi maksimal 19.279 VND/liter, dan minyak tanah naik 854 VND/liter menjadi 19.469 VND/liter. Namun, bahan bakar mazut turun 173 VND/kg menjadi 15.689 VND/kg, mencerminkan fluktuasi komoditas domestik.

Pengawasan dan Kebijakan Stabilitas Harga

Selama periode ini, badan pengatur tetap tidak mengalokasikan dana stabilisasi harga untuk bahan bakar. Langkah ini menunjukkan bahwa harga domestik dipengaruhi langsung oleh kondisi pasar global dan fluktuasi pasokan.

Kondisi global dan lokal ini membuat konsumen tetap perlu memantau harga bahan bakar dan pergerakan minyak dunia. Kombinasi risiko geopolitik Timur Tengah dan persediaan yang tinggi menciptakan dinamika harga yang kompleks di pasar internasional.

Keseimbangan Risiko dan Pasokan Menjadi Penentu Harga

Ketegangan AS-Iran meningkatkan risiko pasokan minyak, mendorong harga naik tipis meski persediaan AS mencatat rekor tertinggi. Pasar tetap menanti hasil negosiasi nuklir dan perkembangan geopolitik untuk menentukan arah tren harga ke depan.

Investor dan konsumen domestik harus memperhatikan kedua faktor ini karena dapat memengaruhi harga energi dan bahan bakar secara langsung. Stabilitas pasokan dan diplomasi internasional menjadi kunci dalam menjaga harga tetap terkendali.

Terkini