Pemerintah Dorong Investasi Peternakan Sapi Terintegrasi Besar-Besaran di Kalimantan Tengah

Rabu, 18 Februari 2026 | 13:55:44 WIB
Pemerintah Dorong Investasi Peternakan Sapi Terintegrasi Besar-Besaran di Kalimantan Tengah

JAKARTA - Kementerian Pertanian menargetkan pembangunan peternakan sapi skala besar di Kalimantan Tengah hingga 200.000 ekor. Kawasan ini akan dikembangkan sebagai ekosistem usaha terintegrasi untuk memperkuat pasokan daging nasional secara berkelanjutan.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menegaskan langkah ini bagian dari strategi percepatan swasembada daging dan susu. “Ini sekaligus membangun sentra peternakan modern berbasis kemitraan,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 17 Februari 2026.

Program ini juga menjadi bagian dari agenda jangka panjang pemerintah menuju kedaulatan protein hewani demi Indonesia Emas 2045. Fokus awal pengembangan berada di Kabupaten Sukamara dengan luas lahan sekitar 40.006 hektare dan populasi awal kurang dari 1.000 ekor sapi.

Amran menambahkan target pengembangan mencapai 200.000 indukan produktif. Hal ini sekaligus mendorong terbentuknya sentra peternakan terpadu yang berorientasi jangka panjang.

Konsep Industri Sapi Terpadu dan Keunggulannya

Konsep industri sapi terpadu menggabungkan sapi potong, sapi perah, dan industri pengolahan dalam satu kawasan. Model ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menambah nilai tambah dari produk ternak.

Pengembangan ini juga dikombinasikan dengan integrated farming sapi–kelapa sawit. Sapi digembalakan di area perkebunan, menghasilkan pakan sekaligus pupuk organik untuk meningkatkan keberlanjutan usaha.

Sistem penggembalaan modern menggunakan penelitian rumput adaptif lahan marginal. Fasilitas pengolahan produk seperti daging olahan dan susu, serta infrastruktur kawasan mendukung operasional yang efisien dan berkelanjutan.

Amran menekankan Indonesia sebagai negara agraris harus mampu memanfaatkan sumber daya alamnya secara optimal. “Tanahnya luas, rumput tumbuh, sumber daya ada. Yang penting kelola dengan baik dan buat nyaman investor,” ujarnya.

Penyederhanaan Regulasi dan Kepastian Investasi

Pemerintah menilai kunci percepatan pengembangan terletak pada regulasi yang sederhana dan kepastian usaha. Tujuannya agar pelaku usaha dapat fokus membangun industri, memperluas populasi ternak, dan memperkuat hilirisasi produk.

Amran menyoroti pentingnya kemudahan izin dan regulasi yang jelas. “Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah, akhirnya lambat sendiri. Pelihara sapi itu sederhana, tapi izinnya yang bikin ribet,” tegasnya.

Ia mendorong pengembangan usaha peternakan skala besar dan terintegrasi. Hal ini diharapkan memberikan dampak signifikan pada peningkatan populasi sapi nasional.

Kolaborasi antara pemerintah dan swasta diarahkan untuk membangun kawasan produksi modern, efisien, dan berorientasi jangka panjang. Investor yang nyaman akan berani menanam modal lebih besar tanpa khawatir hambatan regulasi.

Skema Kemitraan Inti–Plasma dan Dukungan Pembiayaan

Pemerintah menyiapkan pola kemitraan inti–plasma untuk memperluas manfaat ekonomi. Perusahaan besar sebagai inti bermitra dengan peternak rakyat sebagai plasma sehingga distribusi keuntungan lebih merata.

Dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian serta perlindungan asuransi disiapkan. Langkah ini menjaga keberlanjutan usaha dan meminimalkan risiko bagi pelaku industri peternakan.

Amran menjelaskan, pengelolaan bersama inti dan plasma akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Negara hadir mendukung pembiayaan dan perlindungan. Pengusaha berkembang, masyarakat ikut sejahtera,” ujarnya.

Manfaat Ekonomi dan Peningkatan Produksi Nasional

Target pengembangan diarahkan untuk meningkatkan populasi indukan produktif. Program ini sekaligus memperkuat produksi daging dan susu nasional, menyerap tenaga kerja lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.

Dengan pembangunan peternakan terpadu, diharapkan Indonesia mampu mengurangi ketergantungan impor daging dan susu. Keberhasilan proyek ini akan menjadi model pengembangan peternakan modern untuk kawasan lain di Tanah Air.

Pengembangan kawasan ini juga diharapkan menstimulus sektor hilirisasi dan industri olahan. Hal ini memberikan nilai tambah lebih besar serta mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

Amran menegaskan pentingnya menjaga ekosistem usaha agar berkelanjutan. Infrastruktur, penelitian, dan regulasi yang mendukung akan menjadi fondasi suksesnya industri sapi terpadu nasional.

Terkini

Promo KPR Kompetitif Bikin Pasar Properti Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

KPR Subsidi BTN Dorong Kepemilikan Rumah

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Komitmen Regulasi Perkuat Industri Asuransi Jiwa

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Edukasi Keuangan Dorong Akses Layanan BRI

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Inisiatif Hijau BNI Perkuat Budaya Berkelanjutan

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB