Penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah Serentak Berbasis Data Hilal dari KIPP IKN

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:01:37 WIB
Penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah Serentak Berbasis Data Hilal dari KIPP IKN

JAKARTA - Penentuan 1 Ramadhan tahun ini mencatat sejarah karena pemantauan hilal dilakukan langsung dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara. Langkah ini menandai inovasi baru dalam tradisi penentuan awal puasa di Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, menyampaikan bahwa keputusan penetapan 1 Ramadhan tidak bisa diambil sendiri. “Kita tidak dapat memberikan keputusan sendiri karena Indonesia itu kan luas dari Sabang sampai Merauke, jadi kita mengikuti pusat,” ujarnya.

Hasil Pemantauan dan Kriteria MABIMS

Berdasarkan pantauan tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kota Balikpapan, ketinggian hilal di KIPP IKN tercatat minus 1,481 derajat. Data ini menunjukkan hilal belum memenuhi syarat penetapan awal puasa menurut kriteria MABIMS, yaitu ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Abdul Khaliq menambahkan bahwa perbedaan metode antara hisab dan rukyatul hilal bisa menimbulkan variasi penetapan awal puasa di masyarakat. Hal ini dianggap wajar karena perbedaan teknik penghitungan dan kondisi pengamatan di berbagai wilayah.

Faktor Teknis dan Tantangan Pengamatan

Muhammad Fathan, perwakilan tim Stasiun Geofisika Kota Balikpapan, menjelaskan akurasi pengamatan sangat bergantung pada analisis ketinggian bulan, umur bulan, dan peta elongasi. Bahkan ketika langit cerah, faktor cuaca seperti awan tebal atau keberadaan objek astronomis lain dapat mengganggu penglihatan.

Fathan menegaskan bahwa kendala visual ini akan ditengahi melalui kesepakatan kriteria MABIMS dalam forum sidang isbat. Dengan cara ini, perhitungan hilal dapat menghasilkan keputusan yang komprehensif dan akurat bagi seluruh Indonesia.

Distribusi Titik Pemantauan di Seluruh Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menyiapkan 96 titik pemantauan di seluruh Indonesia. Tujuan penyebaran titik ini adalah untuk memperoleh data yang lengkap dan memperkuat validitas hasil sidang isbat.

Sidang isbat yang berlangsung memastikan bahwa penentuan awal puasa dilakukan secara serentak dan resmi. Keputusan tersebut mengacu pada pemantauan hilal dan kesepakatan teknis antarwilayah, sehingga dapat diterima secara nasional.

Penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah

Berdasarkan hasil sidang isbat, Kementerian Agama menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini disampaikan kepada masyarakat sebagai acuan awal puasa yang sah secara nasional.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, beserta jajarannya turut hadir menyaksikan prosesi pemantauan hilal perdana. Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap inovasi pemantauan hilal di ibu kota baru.

Pesan Penting Tentang Keutuhan dan Momentum Ramadhan

Abdul Khaliq berharap perbedaan metode hisab dan rukyat tidak menjadi polemik di masyarakat. “Yang terpenting kita tetap menjaga keutuhan mengingat momentum Ramadhan adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

Inovasi pemantauan hilal di KIPP IKN menjadi simbol adaptasi teknologi dan tradisi keagamaan. Hal ini diharapkan membantu masyarakat menerima penetapan awal puasa secara lebih transparan dan ilmiah.

Makna Strategis Pemantauan Hilal di IKN

Pemantauan hilal di ibu kota baru menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memadukan ilmu astronomi dengan tradisi keagamaan. Langkah ini juga membuka peluang bagi pengembangan metode pengamatan modern di seluruh Indonesia.

Dengan pemantauan yang terpusat dan didukung teknologi, ketepatan penetapan 1 Ramadhan dapat meningkat. Hal ini menjadi contoh bagi pengelolaan ibadah umat Islam yang lebih terstruktur dan konsisten.

Awal Ramadhan dengan Pendekatan Modern dan Serentak

Penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah melalui pemantauan hilal di KIPP IKN mencatat sejarah baru. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan keputusan awal puasa yang akurat, serentak, dan sesuai kriteria ilmiah serta syariah.

Pemantauan hilal perdana di ibu kota baru sekaligus menjadi simbol modernisasi tradisi keagamaan. Dengan kolaborasi BMKG, MABIMS, dan Kementerian Agama, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan keyakinan penuh dan ketepatan yang lebih tinggi.

Terkini

Promo KPR Kompetitif Bikin Pasar Properti Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

KPR Subsidi BTN Dorong Kepemilikan Rumah

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Komitmen Regulasi Perkuat Industri Asuransi Jiwa

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Edukasi Keuangan Dorong Akses Layanan BRI

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Inisiatif Hijau BNI Perkuat Budaya Berkelanjutan

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB