IHSG Menguat 23 Poin pada 18 Februari 2026, Investor Optimis Saham LQ45 Naik

Rabu, 18 Februari 2026 | 09:59:45 WIB
IHSG Menguat 23 Poin pada 18 Februari 2026, Investor Optimis Saham LQ45 Naik

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu pagi, 18 Februari 2026, dibuka menguat 23,54 poin atau 0,29 persen. Posisi IHSG tercatat berada di level 8.235,81.

Kelompok saham unggulan, LQ45, juga mencatat kenaikan pada pembukaan perdagangan. LQ45 naik 1,87 poin atau 0,23 persen ke level 831,54.

Faktor Pendorong Kenaikan IHSG

Sentimen positif dari pasar global mendorong penguatan IHSG pada awal perdagangan. Penguatan dolar AS yang stabil dan meredanya ketegangan geopolitik membantu aliran modal masuk ke saham domestik.

Selain itu, optimisme investor terhadap data ekonomi domestik turut mendukung laju IHSG. Sektor-sektor unggulan seperti perbankan dan energi menjadi kontributor utama kenaikan awal.

Sektor Saham yang Menunjukkan Kinerja Positif

Sektor perbankan membuka perdagangan dengan catatan kenaikan signifikan. Saham-saham blue chip seperti BBRI dan BMRI tercatat menguat pada pembukaan pasar.

Sektor energi dan pertambangan juga menunjukkan tren positif. Lonjakan harga komoditas dunia menjadi salah satu pendorong pergerakan saham di sektor ini.

Tabel Pergerakan IHSG dan LQ45 18 Februari 2026

IndeksLevel PembukaanPerubahanPersentase
IHSG8.235,81+23,54+0,29%
LQ45831,54+1,87+0,23%

Investor disarankan memantau pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan. Volatilitas dapat meningkat menjelang rilis data ekonomi global dan komentar pejabat bank sentral AS.

Sementara itu, pergerakan saham unggulan akan menjadi acuan bagi investor ritel dan institusi. Kinerja LQ45 dapat mencerminkan sentimen pasar terhadap saham-saham besar di BEI.

Analis memprediksi IHSG berpotensi bergerak dalam kisaran terbatas hari ini. Support diperkirakan berada di level 8.200, sedangkan resistance berada di kisaran 8.270.

Katalis tambahan bagi penguatan pasar berasal dari arus modal asing yang kembali masuk. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka menengah pasar saham Indonesia.

Terkini