PGE Bersama PLN Kembangkan Proyek Panas Bumi Greenfield dan Brownfield Tingkatkan Kapasitas Listrik

Rabu, 18 Februari 2026 | 09:08:09 WIB
PGE Bersama PLN Kembangkan Proyek Panas Bumi Greenfield dan Brownfield Tingkatkan Kapasitas Listrik

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan energi panas bumi. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih nasional.

Kunjungan PT PLN ke PGE Area Lahendong di Tomohon, Sulawesi Utara, dilakukan pada Kamis, 12 Februari 2026. Pertemuan membahas optimalisasi pembangkit eksisting, pengembangan proyek greenfield dan brownfield, serta kemitraan strategis antara kedua BUMN.

Kolaborasi Teknis dan Strategi Operasional

Executive Vice President Manajemen Panas Bumi PT PLN, John Y.S. Rembet, didampingi sejumlah pejabat senior, bertemu dengan Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho. Pertemuan berlangsung di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lahendong untuk membahas rencana pengembangan panas bumi lebih lanjut.

Andi Joko Nugroho menegaskan kunjungan PLN menunjukkan komitmen kedua pihak dalam mengoptimalkan potensi panas bumi di Sulawesi dan Sumatra. Ia menekankan pentingnya keselarasan operasional panas bumi dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

“PLN sebagai offtaker utama energi panas bumi PGE memastikan kelangsungan suplai listrik yang handal,” ujar Andi Joko di Tomohon, Senin, 16 Februari 2026. Kerja sama ini sekaligus memperkuat integritas manajemen energi bersih nasional.

Pengembangan Proyek dan Perjanjian Strategis

Dalam pertemuan tersebut, dibahas dokumen teknis proyek PLTP Lahendong unit 7 dan 8. Selain itu, Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) untuk PLTP Kotamobagu unit I hingga IV juga menjadi agenda penting.

Pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi Sungai Penuh turut dibahas sebagai bagian dari ekspansi kapasitas. Langkah ini diharapkan memperkuat kontribusi PGE terhadap kebutuhan listrik regional dan nasional.

PLTP Lahendong, yang mulai beroperasi sejak 2001, menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Sulawesi Utara. Pembangkit ini menyuplai listrik hingga 24 persen dari total kebutuhan listrik di wilayah tersebut.

Kontribusi PGE terhadap Ketahanan Energi dan Emisi Karbon

Andi Joko menyatakan sinergi yang solid dengan PLN memungkinkan PGE menjaga ketahanan energi nasional. Perusahaan juga mendorong percepatan transisi energi bersih dan mendukung pencapaian target penurunan emisi karbon.

“Kami ingin memastikan peran kami dalam mendukung target Net Zero Emission melalui energi panas bumi,” ujarnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi PGE untuk mendukung agenda energi bersih jangka panjang.

Hingga saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1.932 MW. Angka ini mencapai sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional, menegaskan dominasi PGE di sektor energi terbarukan.

Produksi listrik berbasis panas bumi PGE mencapai 4.827 gigawatt hour (GWh) pada 2024. Energi ini mampu memasok listrik bersih bagi lebih dari 2 juta rumah tangga di berbagai wilayah Indonesia.

Mendorong Transisi Energi Nasional Melalui Inovasi Panas Bumi

Kolaborasi PGE dan PLN menunjukkan pentingnya kerja sama strategis antara BUMN untuk transisi energi. Sinergi ini juga mendukung pemanfaatan sumber energi lokal secara maksimal dan berkelanjutan.

Pengembangan proyek greenfield dan brownfield panas bumi menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kapasitas pembangkit. Hal ini sekaligus membuka peluang inovasi teknologi dan efisiensi operasional di sektor energi bersih.

Sinergi kedua BUMN ini menjadi contoh konkret bagaimana energi panas bumi dapat menjadi tulang punggung transisi energi di Indonesia. Kinerja operasional yang kuat juga memastikan pasokan listrik stabil dan ramah lingkungan.

PGE menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan energi nasional sambil mendukung target Net Zero Emission. Dengan kolaborasi strategis bersama PLN, panas bumi tetap menjadi andalan energi terbarukan yang berkelanjutan.

Terkini