Pembiayaan Kendaraan Dorong Pertumbuhan BRI Finance 2026

Kamis, 12 Februari 2026 | 14:22:33 WIB
Pembiayaan Kendaraan Dorong Pertumbuhan BRI Finance 2026

JAKARTA - Kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjadi latar utama penguatan pembiayaan kendaraan. 

Perusahaan menempatkan pembiayaan mobil baru dan bekas sebagai tulang punggung kinerja bisnis. Strategi ini dipilih untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan portofolio secara terukur.

Fokus pada segmen kendaraan dinilai relevan dengan aktivitas ekonomi yang terus bergerak. Pembiayaan kendaraan dinilai memiliki permintaan yang relatif stabil di berbagai wilayah. Perusahaan melihat peluang ini sebagai ruang ekspansi yang realistis dan berkelanjutan.

“Dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang prudent,” ucapnya. Pendekatan ini menjadi pijakan dalam menyalurkan pembiayaan secara bertanggung jawab. Prinsip tersebut diharapkan menjaga kualitas aset di tengah dinamika pasar.

Peran Mitra dan Kualitas Layanan

Penguatan kerja sama dengan mitra dealer menjadi kunci perluasan jangkauan pembiayaan. Kolaborasi yang solid mempercepat proses akuisisi nasabah di berbagai segmen pasar. Perusahaan menilai kemitraan yang sehat berdampak langsung pada pertumbuhan piutang pembiayaan.

Peningkatan kualitas layanan juga ditempatkan sebagai prioritas utama. Nasabah diharapkan memperoleh pengalaman pembiayaan yang lebih cepat dan transparan. Layanan yang responsif diyakini meningkatkan kepercayaan dan loyalitas nasabah.

“Hal itu karena seiring tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang,” sebut Wahyudi. Pernyataan ini menegaskan bahwa pembiayaan kendaraan memiliki basis permintaan yang kuat. Dorongan mobilitas menjadi faktor struktural yang menopang pertumbuhan.

Dominasi Kontribusi Pembiayaan Kendaraan

Sepanjang 2025, pembiayaan kendaraan bermotor tetap menjadi kontributor terbesar piutang pembiayaan. Kontribusi tersebut mencerminkan konsistensi permintaan di segmen mobil baru dan bekas. Pola ini menjadi acuan dalam merumuskan strategi tahun berikutnya.

Perusahaan menilai segmen kendaraan memberikan keseimbangan antara volume dan kualitas portofolio. Penyaluran pembiayaan dilakukan dengan seleksi risiko yang terukur. Upaya ini bertujuan menjaga rasio kualitas aset tetap sehat.

Sebab demikian, pihaknya akan terus mengoptimalkan segmen tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas portofolio perusahaan. Konsistensi kebijakan ini dipandang penting untuk menjaga stabilitas kinerja. Fokus pada kualitas aset menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Tantangan dan Penguatan Manajemen Risiko

Industri multifinance menghadapi tantangan dari dinamika ekonomi global dan domestik. Perubahan suku bunga serta persaingan industri turut memengaruhi daya beli masyarakat. Kondisi ini menuntut kehati-hatian dalam memperluas pembiayaan.

“Antara lain dinamika kondisi ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat, tingkat suku bunga, serta persaingan industri yang semakin kompetitif,” bebernya. Tantangan tersebut dipandang sebagai faktor yang perlu diantisipasi sejak awal. Perusahaan menyiapkan langkah mitigasi agar pertumbuhan tetap terjaga.

Untuk menghadapi tantangan itu, perusahaan memperkuat manajemen risiko dan kualitas analisa pembiayaan. Kolaborasi dengan mitra bisnis dioptimalkan untuk memperluas akses pasar secara selektif. Pendekatan ini diarahkan agar pertumbuhan berlangsung sehat dan berkelanjutan.

Prospek Positif dan Transformasi Digital

Outlook piutang pembiayaan dinilai masih memiliki prospek yang positif pada tahun berjalan. Pertumbuhan aktivitas ekonomi dan kebutuhan pembiayaan masyarakat menjadi pendorong utama. Perusahaan melihat ruang ekspansi tetap terbuka dengan pengelolaan yang disiplin.

“Perusahaan fokus pada penguatan kolaborasi dengan mitra bisnis, optimalisasi kanal distribusi, serta peningkatan kualitas layanan dan proses digitalisasi,” ucapnya. Digitalisasi diposisikan sebagai enabler untuk efisiensi proses pembiayaan. Optimalisasi kanal distribusi diharapkan memperluas jangkauan layanan.

Di sisi lain, penguatan underwriting dan monitoring kualitas portofolio tetap menjadi prioritas. Pendekatan ini menjaga pertumbuhan bisnis tetap berkualitas. Keseimbangan antara ekspansi dan kehati-hatian diharapkan menopang kinerja yang berkelanjutan.

Terkini