BNI Private Tingkatkan Layanan Bagi Nasabah High Net Worth

Kamis, 12 Februari 2026 | 14:22:32 WIB
BNI Private Tingkatkan Layanan Bagi Nasabah High Net Worth

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan mendatang. 

Level teknikal yang menjadi perhatian investor berada di Support 8150-8220 dan Resist 8370-8400. Pemahaman terhadap level ini membantu investor menentukan strategi beli atau jual secara lebih terukur.

Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh dinamika pasar global yang masih beragam. Investor menyoroti data ekonomi, sentimen eksternal, serta perkembangan sektor strategis di Indonesia. Kombinasi faktor ini membuat pasar saham domestik tetap menarik bagi berbagai profil investor.

Selain itu, investor perlu mencermati likuiditas dan aktivitas perdagangan harian. Volume transaksi yang tinggi dapat menjadi indikasi minat beli yang kuat. Sebaliknya, tekanan jual jangka pendek bisa memengaruhi pergerakan indeks secara signifikan.

Sentimen Wall Street dan Dampaknya

Pasar saham Amerika Serikat menutup sesi Rabu dengan koreksi tipis setelah euforia data tenaga kerja mereda. Dow Jones turun 0,13%, S&P 500 melemah kurang dari satu poin, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,16%. Penurunan ini dipengaruhi oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang mulai menurun.

Secara sektoral, saham teknologi mengalami tekanan berbeda. Salesforce turun 4% dan ServiceNow melemah 5%, namun saham Vertiv justru melonjak 24% berkat laporan laba kuartal IV yang melebihi ekspektasi. 

Optimisme pasar juga terlihat pada saham Caterpillar, GE Vernova, dan Eaton yang menguat karena prospek belanja infrastruktur dan proyek berbasis kecerdasan buatan.

Kondisi di Wall Street tetap menjadi acuan penting bagi investor lokal. Pergerakan indeks global memengaruhi sentimen pasar domestik. Dengan memahami pola ini, pelaku pasar dapat menyesuaikan strategi investasi dengan lebih efektif.

Bursa Asia Menguat Didukung Sektor Teknologi

Pasar saham Asia mayoritas mencatatkan penguatan pada perdagangan Rabu. Indeks Kospi Korea Selatan naik 1%, sementara indeks Taiex Taiwan melonjak 1,6%. Lonjakan saham TSMC di Taipei mencapai 1,9% mendorong indeks Taiex ke level all time high.

Penguatan pasar Korea Selatan didorong sektor otomotif yang kian menarik. Saham Hyundai Motor naik 5,9% dan Kia Corp bertambah 4,6% dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Korea Selatan juga menegaskan peninjauan proyek investasi Amerika Serikat untuk mempercepat implementasi paket investasi US$350 miliar.

Kondisi positif ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi regional. Dukungan kebijakan pemerintah dan laporan kinerja korporasi menjadi faktor penting. Hal ini sekaligus menciptakan momentum bagi investor global untuk meninjau ulang portofolio mereka di kawasan Asia.

Asia Tenggara dan Sentimen Lokal

Di Asia Tenggara, indeks SET Thailand menguat 0,2% pasca pemilu. Pemerintah koalisi baru berfokus pada keringanan utang dan peningkatan investasi untuk mendorong aktivitas ekonomi. Disiplin fiskal tetap dijaga agar pertumbuhan berkelanjutan dapat tercapai.

Investor memandang langkah pemerintah Thailand sebagai sinyal positif bagi stabilitas ekonomi. Kebijakan fiskal yang prudent diharapkan meningkatkan kepercayaan pasar. Selain itu, kinerja sektor riil seperti infrastruktur dan manufaktur juga menjadi sorotan penting bagi investor asing.

Sentimen positif ini tidak hanya memengaruhi pasar Thailand, tetapi juga bursa regional lainnya. Investor mempertimbangkan korelasi antarnegara untuk strategi diversifikasi portofolio. Dengan begitu, pergerakan IHSG dapat ikut terpengaruh oleh perkembangan ekonomi di kawasan tetangga.

Outlook IHSG dan Strategi Investor

IHSG berpeluang melanjutkan penguatan didukung sentimen global yang bervariasi. Investor perlu mencermati level teknikal, tren regional, dan faktor fundamental domestik. Strategi yang disiplin akan membantu memaksimalkan potensi keuntungan sekaligus meminimalkan risiko.

Pelaku pasar juga disarankan memperhatikan laporan korporasi dan indikator makroekonomi lokal. Pergerakan sektor strategis, seperti teknologi, energi, dan manufaktur, bisa memberikan arah tambahan bagi IHSG. Dengan analisis menyeluruh, keputusan investasi menjadi lebih terukur dan berpotensi memberikan hasil optimal.

Selain itu, diversifikasi portofolio tetap menjadi prinsip penting. Investor dapat menyeimbangkan risiko antara saham blue-chip, saham unggulan, dan instrumen alternatif lainnya. Pendekatan ini membantu menjaga stabilitas portofolio meski terjadi volatilitas jangka pendek.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor global, regional, dan domestik membentuk peluang bagi IHSG untuk terus bergerak positif. Strategi investasi yang matang, pemahaman level teknikal, dan pengelolaan risiko yang disiplin akan mendukung kinerja investor. Momentum ini menjadi kesempatan bagi pelaku pasar untuk memperkuat posisi di bursa domestik.

Terkini