JAKARTA - Transformasi digital di sektor perhotelan Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya teknologi berbasis akal imitasi yang terintegrasi langsung ke ekosistem industri. Inovasi ini digadang-gadang mampu memperkuat daya saing hotel nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
PT AI Indonesia melalui anak usahanya PT Travina Jelajah Indonesia menyediakan teknologi berbasis akal imitasi bagi layanan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong modernisasi layanan industri perhotelan nasional.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, menjelaskan layanan AI tersebut bernama "Vina AI Travel Assistant". Teknologi ini telah disematkan di laman PHRI dan rencananya juga akan disematkan di laman BookingINA.
Kehadiran Vina menjadi bagian dari integrasi digital yang lebih luas. Sistem ini dirancang untuk mempermudah akses informasi dan proses pemesanan bagi wisatawan.
Sony mengatakan Vina dirancang untuk dapat berkomunikasi dalam berbagai bahasa. Fitur tersebut memudahkan wisatawan dari dalam maupun luar negeri untuk mendapatkan informasi tentang hotel dan perjalanan di Indonesia.
Kemampuan multibahasa menjadi nilai tambah penting dalam menghadapi pasar global. Wisatawan mancanegara diharapkan dapat merasakan kemudahan layanan tanpa hambatan bahasa.
“Melalui Vina, kami memastikan bahwa proses pencarian hotel hingga pembayaran menjadi lebih sederhana dan terhubung langsung dengan ekosistem resmi PHRI melalui integrasi dengan BookingINA,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai pencari informasi. Vina juga terintegrasi hingga tahap transaksi pembayaran.
Kemampuan AI dalam Memahami Dinamika Pariwisata
Sony menambahkan bahwa Vina dirancang dengan kemampuan memahami dinamika industri pariwisata. Dengan dukungan teknologi tersebut, rekomendasi hotel yang diberikan menjadi lebih akurat.
Akurasi rekomendasi menjadi salah satu keunggulan utama sistem ini. Teknologi AI memungkinkan analisis data yang lebih mendalam dibandingkan metode konvensional.
“Teknologi ini tidak hanya membantu hotel dalam memberikan layanan yang lebih baik, tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam transformasi digital yang sedang berlangsung di industri perhotelan Indonesia,” tambah Sony.
Implementasi AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas layanan. Hotel dapat merespons kebutuhan tamu dengan lebih cepat dan tepat.
Integrasi dengan BookingINA juga memperkuat ekosistem resmi yang dimiliki PHRI. Hal ini menciptakan jalur distribusi yang lebih terkoordinasi bagi pelaku industri.
Dengan dukungan AI, proses pencarian hingga pembayaran dapat berlangsung dalam satu sistem terpadu. Wisatawan tidak perlu berpindah platform untuk menyelesaikan transaksi.
Respons PHRI terhadap Integrasi Teknologi AI
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menuturkan bahwa kerja sama dengan PT AI Indonesia merupakan kebutuhan industri saat ini. Integrasi AI dinilai sebagai langkah strategis menghadapi perubahan perilaku konsumen.
Menurutnya, industri perhotelan harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Transformasi digital menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing.
Hariyadi menegaskan bahwa AI bukan bertujuan menggantikan keramahan khas Indonesia. Teknologi ini justru diharapkan memperkuat kualitas layanan di sektor perhotelan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa inovasi dan nilai budaya dapat berjalan berdampingan. AI berfungsi sebagai alat pendukung, bukan pengganti interaksi manusia.
Dengan teknologi itu, kata Hariyadi, hotel akan lebih siap menghadapi lonjakan wisatawan. Hal ini mencakup kesiapan dalam menyambut wisatawan global.
Lonjakan jumlah wisatawan membutuhkan sistem yang responsif dan efisien. AI diharapkan mampu membantu hotel mengelola permintaan secara lebih optimal.
“Adopsi AI ini menunjukkan bahwa industri perhotelan Indonesia siap untuk naik kelas dan bersaing di tingkat dunia,” kata Hariyadi.
Pernyataan tersebut menegaskan ambisi industri untuk meningkatkan standar layanan. Transformasi digital dipandang sebagai pintu menuju daya saing internasional.
Dampak bagi Ekosistem Pariwisata Nasional
Kolaborasi antara PT AI Indonesia dan PHRI tidak berhenti pada implementasi awal Vina. Kedua pihak menyatakan akan terus mengembangkan solusi AI lainnya.
Pengembangan lanjutan ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia secara menyeluruh. Teknologi akan menjadi fondasi utama dalam pembaruan sistem layanan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman terbaik bagi wisatawan. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas layanan dan kemudahan akses.
Selain itu, percepatan digitalisasi sektor perhotelan menjadi target jangka panjang. Transformasi ini diyakini akan meningkatkan efisiensi operasional industri.
Dengan integrasi AI, pelaku industri dapat memanfaatkan data secara lebih maksimal. Analisis berbasis teknologi memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih presisi.
Kehadiran Vina AI Travel Assistant menjadi simbol perubahan arah industri. Digitalisasi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.
Kedua pihak berharap inovasi ini mampu mendorong Indonesia lebih kompetitif di kancah internasional. Kolaborasi teknologi dan industri diyakini menjadi kunci penguatan pariwisata nasional.
Langkah ini sekaligus menandai komitmen bersama dalam mempercepat adopsi teknologi. Industri perhotelan Indonesia bersiap memasuki era layanan berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi dan modern.