Bank Mandiri Perkuat UMKM Kriya dengan Mandiri Looping for Life Berbasis Ekonomi Sirkular Terpadu di INACRAFT 2026

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:32:35 WIB
Bank Mandiri Perkuat UMKM Kriya dengan Mandiri Looping for Life Berbasis Ekonomi Sirkular Terpadu di INACRAFT 2026

JAKARTA - Di tengah ribuan karya kriya Nusantara, Bank Mandiri menampilkan inovasi melalui program Mandiri Looping for Life. Aktivitas ini berlangsung sepanjang 4-8 Februari 2026 di ajang INACRAFT 2026.

Program ini bertujuan memperkuat sinergi antar pelaku ekosistem UMKM dengan menciptakan nilai tambah baru. Pendekatan ini menggunakan konsep ekonomi sirkular terintegrasi dari hulu hingga hilir.

From Waste to Circular Craft Experience, Memadukan Kreativitas dan Lingkungan

Bank Mandiri menempatkan industri kriya sebagai ruang strategis untuk menggabungkan kreativitas lokal, kesadaran lingkungan, dan penguatan ekonomi kerakyatan. Konsep ini dinamakan From Waste to Circular Craft Experience.

Dalam praktiknya, Mandiri bekerja sama dengan Rue, brand aksesori ramah lingkungan yang mengolah limbah plastik pascakonsumsi menjadi produk bernilai estetika dan ekonomi. Aktivitas ini menunjukkan bahwa limbah dapat menjadi sumber daya yang berharga bagi ekonomi lokal.

Keterlibatan Publik dan Perempuan dalam Ekonomi Sirkular

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menjelaskan, kolaborasi ini sejalan dengan tema INACRAFT 2026, Womenpreneurs in Craft. Tema ini menekankan peran perempuan sebagai penggerak inovasi di industri kriya.

Pengunjung diajak terlibat langsung dalam Circular Craft Experience dan Return & Restyle Workshop. Mereka belajar bahwa limbah bisa diubah menjadi karya bernilai guna dan ekonomi.

Sinergi Lintas Sektor untuk Penguatan UMKM Kriya

Menurut Adhika, penguatan UMKM kriya memerlukan kolaborasi lintas sektor. Hal ini melibatkan perajin, komunitas kreatif, hingga mitra pengolah limbah.

Mandiri Looping for Life mendorong edukasi, penciptaan produk bernilai tambah, dan perluasan akses pasar. Langkah ini menegaskan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif.

Dampak Nyata Program Berbasis Ekosistem terhadap Lingkungan dan Ekonomi

Selain kriya, Bank Mandiri menghadirkan edukasi publik melalui Livin’ Planet. Program ini mengajak pengunjung memahami pengukuran jejak karbon dan praktik carbon offsetting.

Edukasi ini mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup rendah karbon. Pendekatan ini menjadi fondasi pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.

Target manfaat program mencakup pelaku UMKM kriya, perempuan perajin, komunitas kreatif, serta masyarakat dan nasabah. Semua pihak dapat berpartisipasi dalam praktik ekonomi sirkular dan keberlanjutan.

Sepanjang 2025, Mandiri Looping for Life berhasil menanam 1.429 pohon melalui Livin’ Planet. Aktivitas ini juga mengurangi emisi sekitar 52 ton CO₂e.

Sementara itu, kolaborasi sustainable fashion mengumpulkan 2,5 ton pakaian tak terpakai. Dari jumlah tersebut, 1 ton telah diolah menjadi produk upcycled textile, mengurangi emisi karbon 8 ton CO₂e dan menghemat 13,5 juta liter air.

Program ini juga mengolah lebih dari 1 ton limbah plastik. Dampaknya termasuk penurunan emisi karbon sekitar 2 ton CO₂e dan pemberian manfaat ekonomi langsung kepada pengumpul sampah dan perajin lokal.

Keterlibatan 13 perempuan artisan dalam produksi menunjukkan pemberdayaan sosial yang nyata. Mereka mendapat keterampilan dan akses ekonomi melalui kegiatan upcycling ini.

Komitmen Berkelanjutan Bank Mandiri untuk Masa Depan UMKM dan Lingkungan

Adhika menegaskan, ke depan Bank Mandiri akan memperluas kolaborasi berbasis ekosistem. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan UMKM sekaligus menjaga keseimbangan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Langkah ini menjadi bukti komitmen Mandiri dalam menghadirkan keunggulan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Strategi ini juga sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Indonesia yang inklusif dan ramah lingkungan.

Mandiri Looping for Life menegaskan bahwa ekonomi sirkular tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi UMKM. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perbankan, komunitas kreatif, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang nyata.

Melalui rangkaian aktivitas ini, Bank Mandiri berhasil menghadirkan edukasi, pemberdayaan perempuan, dan inovasi produk. Pendekatan terpadu ini menjadi contoh nyata integrasi ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pembangunan UMKM.

Kolaborasi yang dilakukan Mandiri menunjukkan bahwa kreativitas lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan. Setiap limbah yang diolah menjadi produk upcycled juga menjadi simbol nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

Dengan strategi ekonomi sirkular, Mandiri Looping for Life memperkuat ekosistem UMKM kriya. Hal ini membuka peluang pertumbuhan usaha yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk jangka panjang.

Program ini juga menginspirasi pelaku UMKM lain untuk menerapkan praktik berkelanjutan. Inisiatif Mandiri menunjukkan bahwa inovasi ekonomi sirkular dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pasar modern dan pemberdayaan masyarakat.

Mandiri Looping for Life menjadi bukti nyata perbankan dapat memainkan peran strategis dalam pembangunan ekonomi yang bertanggung jawab. Dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari program ini menunjukkan bahwa model kolaboratif berkelanjutan memiliki masa depan cerah di Indonesia.

Terkini