Grab dan OVO Luncurkan Makan Bergizi Gratis di 40 Sekolah Tangerang Raya Berbasis Teknologi

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:43:53 WIB
Grab dan OVO Luncurkan Makan Bergizi Gratis di 40 Sekolah Tangerang Raya Berbasis Teknologi

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini hadir dengan pendekatan berbasis teknologi di wilayah Tangerang Raya, Banten. Grab Indonesia dan OVO menghadirkan inisiatif ini dengan melibatkan UMKM sebagai penyedia makanan serta mitra pengemudi Grab sebagai pengantar langsung ke sekolah.

Pelaksanaan program ini menjangkau 40 sekolah yang tersebar di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Sebanyak kurang lebih 4.500 siswa menjadi penerima manfaat dari program yang didanai melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR tersebut.

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada distribusi makanan bergizi bagi pelajar, tetapi juga pada penguatan ekosistem digital dan pemberdayaan pelaku usaha kecil. Seluruh proses dirancang terintegrasi melalui sistem teknologi untuk memastikan efisiensi, transparansi, dan pengawasan kualitas secara menyeluruh.

Teknologi Mengatur Pemesanan hingga Distribusi Secara Terintegrasi

Penerapan teknologi dalam program ini dimulai sejak tahap awal pemesanan makanan oleh pihak sekolah. Setiap guru atau penanggung jawab di sekolah menggunakan aplikasi untuk memesan kebutuhan makanan selama satu minggu ke depan.

Grab Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, mengatakan bahwa penerapan teknologi dilakukan menyeluruh, mulai dari proses pemesanan makanan oleh sekolah hingga pengantaran dan pengawasan kualitas makanan. “Dari awal pemesanan, guru atau PIC di sekolah sudah menggunakan aplikasi untuk memesan kebutuhan makanan untuk satu minggu ke depan. Jadi sudah jelas berapa porsi yang dibutuhkan dan bisa ditata dari awal,” ujar Tirza saat ditemui di Tangerang, Selasa (10 Februari 2026).

Sistem tersebut membuat jumlah porsi yang dibutuhkan sudah terdata sejak awal sehingga meminimalkan potensi kesalahan perhitungan. Dengan begitu, setiap pihak yang terlibat dapat bekerja berdasarkan data yang telah tersusun secara sistematis.

Selain mempermudah sekolah, sistem digital ini juga memberikan kepastian bagi mitra UMKM penyedia makanan. Mereka dapat melihat estimasi kebutuhan secara rinci dan menyesuaikan kapasitas produksi sesuai pesanan mingguan.

UMKM Lebih Efisien dalam Perencanaan Produksi dan Bahan Baku

Pemanfaatan sistem terintegrasi memberi dampak langsung terhadap efisiensi operasional UMKM. Informasi jumlah pesanan yang telah ditentukan sebelumnya membantu mereka merencanakan pembelian bahan baku secara lebih terukur.

“UMKM jadi tahu kebutuhan untuk minggu itu, bisa melakukan planning belanja dan persiapan. Ini penting supaya kualitas dan ketepatan waktu tetap terjaga,” kata dia. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam menjaga standar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

Dengan adanya kepastian volume pesanan, pelaku UMKM dapat mengurangi risiko kekurangan maupun kelebihan bahan baku. Perencanaan produksi yang lebih baik juga berkontribusi terhadap stabilitas usaha mereka dalam jangka panjang.

Program ini sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk terlibat dalam ekosistem digital yang lebih luas. Mereka tidak hanya menjadi penyedia makanan, tetapi juga bagian dari rantai pasok berbasis teknologi yang terdokumentasi dengan rapi.

Mitra Pengemudi Terpilih Antar Makanan Sesuai Jadwal Sistem

Distribusi makanan ke sekolah dilakukan oleh mitra pengemudi yang tergabung dalam program khusus MBG. Para mitra ini dipilih berdasarkan performa kerja mereka selama menjadi bagian dari Grab.

Penugasan pengantaran telah dijadwalkan melalui sistem sehingga setiap proses berjalan sesuai waktu yang telah ditentukan. Informasi mengenai jam pengambilan makanan di dapur UMKM hingga waktu pengantaran ke sekolah sudah tercantum dalam aplikasi.

“Mitra pengemudi sudah diberi informasi jam pengambilan di dapur UMKM dan jam pengantaran ke sekolah, sehingga semuanya terjadwal dan bisa dimonitor,” jelas Tirza. Dengan sistem ini, potensi keterlambatan dapat ditekan karena seluruh aktivitas tercatat secara digital.

Pengawasan berbasis sistem memungkinkan setiap tahapan distribusi dipantau secara real time. Hal tersebut mendukung akuntabilitas program sekaligus memastikan makanan diterima siswa dalam kondisi yang layak konsumsi.

Pengawasan Kualitas dan Transparansi Melalui Sistem Digital

Selain pengaturan distribusi, aspek pengawasan kualitas juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan program ini. Pengawasan dilakukan melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV di dapur UMKM.

Sistem ini bertujuan memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan dipatuhi selama proses produksi. Apabila ditemukan ketidaksesuaian terhadap standar, pengingat dapat segera diberikan.

“Kalau terlihat ada standar yang kurang sesuai, misalnya tidak menggunakan masker atau hairnet, bisa langsung diberikan pengingat," kata dia. Langkah ini diharapkan mampu menjaga konsistensi kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa.

Pemanfaatan teknologi juga berfungsi meminimalkan kesalahan manusia dalam setiap tahapan program. Seluruh alur, mulai dari jumlah porsi yang dikirim hingga pengembalian alat makan, tercatat dan dapat dipantau.

“Mulai dari jumlah porsi yang dikirim, yang dikonsumsi, sampai pengembalian alat makan, semuanya tercatat dan bisa dimonitor,” ucap dia. Dengan dokumentasi yang sistematis, transparansi pelaksanaan program dapat terjaga.

Program MBG berbasis teknologi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap perluasan jangkauan program makan bergizi gratis pemerintah. Termasuk di dalamnya upaya menjangkau anak-anak berkebutuhan khusus agar memperoleh asupan gizi yang layak.

Melalui kolaborasi antara platform digital, UMKM, dan mitra pengemudi, inisiatif ini menghadirkan model distribusi makanan sekolah yang terstruktur. Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk mendukung program sosial secara lebih efektif dan terpantau.

Program yang dijalankan di 40 sekolah ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi ribuan siswa di Tangerang Raya. Selain meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, program ini juga memperkuat sinergi antara dunia usaha dan kebutuhan sosial masyarakat.

Terkini