Strategi Hidrogen Nasional Indonesia Dukung Industrialiasi Hijau dan Ketahanan Energi

Rabu, 11 Februari 2026 | 09:51:37 WIB
Strategi Hidrogen Nasional Indonesia Dukung Industrialiasi Hijau dan Ketahanan Energi

JAKARTA - Indonesia semakin serius mendorong pemanfaatan hidrogen sebagai bagian dari transformasi industri dan energi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memanfaatkan Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 sebagai wadah pengembangan ekosistem hidrogen nasional.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menekankan pentingnya pengembangan ekosistem ini bagi industri dan ekonomi dalam negeri. Gelaran GHES digelar secara virtual di Kantor Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Jakarta, Selasa.

Pemanfaatan Hidrogen untuk Industri Hilirisasi

Salah satu fokus pemanfaatan hidrogen adalah untuk industri hilirisasi, termasuk sektor pupuk. Yuliot menyebut teknologi hidrogen dapat mendorong efisiensi produksi pupuk urea, amonia, dan mendukung kilang minyak nasional.

Dengan strategi ini, Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dunia di bidang hidrogen. Pemanfaatan hidrogen di industri hilirisasi juga dianggap mampu memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Konsumsi hidrogen nasional saat ini mencapai 1,75 juta ton per tahun. Dominasi penggunaan hidrogen ada pada sektor ketahanan pangan, khususnya untuk produksi pupuk dan amonia.

Hidrogen dan Ketahanan Energi Nasional

Pengembangan hidrogen juga selaras dengan program Astacita yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Program ini menekankan penguatan kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui inovasi energi baru dan terbarukan.

Yuliot menegaskan keterkaitan hidrogen dengan ketahanan pangan dan hilirisasi industri. Dengan pendekatan ini, hidrogen bukan hanya bahan bakar alternatif, tetapi juga pendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, hidrogen dapat menjadi solusi untuk mencapai target nol emisi karbon pada 2060. Penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar alternatif diyakini dapat menggantikan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Strategi Nasional dan Rencana Hidrogen

Kementerian ESDM mempercepat pembentukan ekosistem hidrogen sesuai Strategi Hidrogen Nasional dan Rencana Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN). Tujuan utamanya adalah menyelaraskan pengembangan hidrogen dengan industrialisasi dan transformasi ekonomi nasional.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa hidrogen bukan hanya instrumen dekarbonisasi. Namun, hidrogen juga menjadi pilar penting dalam industrialisasi jangka panjang dan transformasi ekonomi Indonesia.

Pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional. Ekosistem ini juga mendorong terciptanya industri rendah karbon yang kompetitif di pasar global.

Dengan implementasi yang tepat, hidrogen dapat menjadi motor penggerak pembangunan industri hijau. Hal ini sekaligus mendukung pencapaian target emisi nol karbon dan ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.

Pemerintah juga mendorong kerja sama dengan sektor swasta dan lembaga penelitian. Kolaborasi ini diperlukan untuk mempercepat industrialisasi hidrogen serta memastikan teknologi yang digunakan efisien dan ramah lingkungan.

Ke depan, pengembangan hidrogen akan menjadi bagian integral dari strategi nasional energi. Transformasi ini diharapkan mendorong Indonesia menjadi negara yang mandiri secara energi dan kompetitif secara global.

Terkini