JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan perkembangan positif pasca pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada awal pekan ini. Pertemuan tersebut dianggap menghasilkan kesepakatan tindak lanjut yang terukur untuk menindaklanjuti catatan MSCI terhadap pasar modal Indonesia.
Penjabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menekankan bahwa diskusi ini menjadi langkah awal penting sejak dirinya resmi menjabat. Fokus utama pembahasan adalah penyelarasan agenda ke depan agar kebijakan BEI sejalan dengan ekspektasi MSCI dan menghindari perbedaan penilaian.
Milestone dan Pendekatan Reformasi Pasar Modal
Jeffrey menyampaikan bahwa hasil pertemuan menunjukkan progres yang baik, dengan kesepakatan tindak lanjut yang telah ditetapkan. Bahkan, telah disusun milestone mingguan untuk memantau dan mengevaluasi setiap langkah yang dijalankan BEI.
Milestone ini dibuat agar implementasi reformasi pasar modal Indonesia dapat dipantau secara berkala. Pendekatan ini diharapkan memberikan kepastian bagi semua pemangku kepentingan terkait kesiapan Indonesia memenuhi persyaratan dan ekspektasi MSCI.
Sejarah Komunikasi BEI dengan MSCI
Jeffrey menambahkan bahwa komunikasi antara BEI dan MSCI telah berlangsung sejak Oktober 2025. Diskusi dilakukan berulang kali, baik di tingkat teknis maupun pimpinan, sebagai bagian dari proses penyelarasan kebijakan pasar modal.
Diskusi berkala ini bertujuan memastikan setiap catatan dan rekomendasi MSCI dapat ditindaklanjuti secara sistematis. BEI berupaya menjaga kontinuitas komunikasi agar langkah reformasi berjalan transparan dan terukur.
Fokus Langkah Konkrit dan Keterlibatan Danantara
Dalam pertemuan terbaru, BEI menitikberatkan respons terhadap catatan MSCI. Fokus diarahkan pada tindakan nyata, seperti granularisasi tipe investor serta peningkatan transparansi untuk pemegang saham di atas 1 persen.
Sebagai bagian dari strategi ini, BEI melibatkan Danantara sebagai pemangku kepentingan penting di pasar modal Indonesia. Jeffrey menyebut keterlibatan Danantara dapat memperkuat perspektif investor domestik dan melengkapi langkah BEI dalam mendorong pendalaman pasar yang lebih berimbang.
Langkah Regulasi dan Transparansi
BEI juga menyiapkan langkah regulasi pendukung untuk memastikan reformasi berjalan sesuai rencana. Salah satunya adalah draf Peraturan 1-A terkait free float yang sudah dapat diakses publik melalui laman resmi bursa.
Peraturan ini menjadi bagian dari upaya BEI membangun transparansi dan akuntabilitas dalam pasar modal. Draf aturan memungkinkan investor dan pemangku kepentingan lain memahami mekanisme dan persyaratan terkait kepemilikan saham.
Manfaat Strategi bagi Pasar Modal
Kolaborasi dengan MSCI dan Danantara diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor internasional terhadap pasar modal Indonesia. Langkah ini juga bertujuan memperkuat posisi BEI dalam menarik investasi dan mendorong pertumbuhan pasar yang lebih sehat.
Selain itu, penyusunan milestone dan regulasi pendukung mencerminkan komitmen BEI untuk reformasi jangka panjang. Strategi ini membantu memastikan reformasi tidak hanya bersifat simbolis, tetapi memberikan dampak nyata terhadap likuiditas dan transparansi pasar.
Tinjauan terhadap Langkah BEI ke Depan
Dengan milestone mingguan yang telah ditetapkan, BEI memiliki panduan jelas untuk memonitor setiap perkembangan. Hal ini memungkinkan penyesuaian cepat apabila dibutuhkan agar ekspektasi MSCI dapat dipenuhi secara konsisten.
BEI menegaskan komitmen untuk terus memperkuat mekanisme pengawasan dan regulasi pasar modal. Kesiapan ini diharapkan menjadi fondasi agar Indonesia tetap menarik bagi investor domestik maupun internasional.
Sinergi dengan Pemangku Kepentingan
Keterlibatan Danantara dan pihak terkait lainnya menunjukkan bahwa reformasi pasar modal tidak dilakukan secara unilateral. Sinergi ini penting untuk memastikan seluruh kebijakan dan langkah strategis BEI selaras dengan kebutuhan pasar dan investor.
Sinergi juga mencakup koordinasi dengan regulator lain untuk memperkuat kepastian hukum dan transparansi. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan membuat reformasi lebih cepat diadopsi dan efektif dalam jangka panjang.
Optimisme Pasar Modal Indonesia
Jeffrey menegaskan bahwa hasil pertemuan dengan MSCI memberikan optimisme terhadap arah pasar modal Indonesia. Progres positif ini menjadi indikator kesiapan BEI dalam menjalankan reformasi yang konsisten dan terukur.
Langkah-langkah konkret yang telah disusun diharapkan membawa pasar modal Indonesia lebih transparan, likuid, dan kompetitif. Dengan dukungan stakeholder domestik maupun internasional, BEI menargetkan pertumbuhan pasar yang berkelanjutan dan berimbang.
Pertemuan dengan MSCI menjadi momentum penting bagi BEI untuk menegaskan komitmen reformasi pasar modal. Dengan milestone mingguan, keterlibatan Danantara, dan draf peraturan publik, BEI menunjukkan kesiapan untuk membangun pasar modal yang lebih transparan dan terstruktur.
Konsistensi dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan reformasi jangka panjang. BEI optimistis bahwa langkah-langkah ini akan meningkatkan kepercayaan investor, memperkuat likuiditas pasar, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.