Pertumbuhan Kendaraan Listrik di Indonesia Mengubah Seluruh Struktur Pasar Otomotif Nasional

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:55:30 WIB
Pertumbuhan Kendaraan Listrik di Indonesia Mengubah Seluruh Struktur Pasar Otomotif Nasional

JAKARTA - Kehadiran kendaraan listrik (EV) di Indonesia kini tidak hanya memicu lonjakan penjualan, tetapi juga menggeser arah pasar otomotif secara signifikan. Beberapa segmen yang sebelumnya stagnan mulai kembali bergerak seiring masuknya produk EV yang tepat sasaran.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) hingga November 2025 menunjukkan bahwa sepanjang Januari–Desember 2025, beberapa segmen kendaraan mencatat pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Mayoritas kenaikan tersebut memiliki korelasi kuat dengan kehadiran kendaraan listrik di masing-masing segmen.

Kebangkitan Segmen Low Hatchback Berkat EV Terjangkau

Segmen low hatchback menjadi salah satu contoh paling menonjol dari perubahan ini. Setelah beberapa tahun menurun, segmen entry-level justru tumbuh hampir dua kali lipat dibanding 2024, seiring hadirnya EV berharga rasional dengan biaya kepemilikan rendah.

BYD Atto 1 menjadi pionir dalam mempengaruhi segmen ini. Dengan harga yang beririsan langsung dengan LCGC setelah insentif, Atto 1 menjadi alternatif pertama bagi konsumen pemula untuk beralih ke mobil listrik, sekaligus menggeser dominasi mesin pembakaran internal.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa strategi harga dan relevansi teknologi menjadi kunci penetrasi EV di kelas bawah. Konsumen kini mempertimbangkan total cost of ownership dan kemudahan perawatan sebagai faktor utama.

Dampak Elektrifikasi pada Segmen Sedan dan Premium

Selain hatchback, efek elektrifikasi juga terlihat pada segmen sedan yang sempat kehilangan daya tarik. Sejak 2024 hingga 2025, sedan kembali mencatat pertumbuhan berkat model listrik yang menawarkan efisiensi, kenyamanan, dan teknologi, bukan hanya performa atau citra status.

BYD Seal menjadi salah satu contoh penting yang mengubah persepsi sedan di Indonesia. Sedan ini kini diposisikan sebagai kendaraan modern dengan fitur ADAS lengkap dan karakter berkendara sesuai kebutuhan urban dan komuter jarak jauh.

Di kelas atas, transformasi juga terjadi pada high MPV dan high SUV. Sepanjang Januari–Desember 2025, penjualan high MPV tumbuh 70 persen, sementara high SUV meningkat 20 persen dibanding tahun sebelumnya, menandakan elektrifikasi diterima di segmen keluarga dan premium.

MPV listrik premium seperti BYD Denza D9 berperan sebagai katalis utama. Kendaraan ini menawarkan pengalaman berkendara senyap, fitur kenyamanan kelas atas, dan citra premium berbeda dari MPV konvensional bermesin besar.

Efek Domino dan Perubahan Strategi Industri Otomotif

Penetrasi EV kini mencapai hampir semua segmen, mulai dari kendaraan kompak, sedan, hingga MPV dan SUV premium. Elektrifikasi tidak lagi menjadi kategori terpisah, melainkan penggerak lintas segmen yang memengaruhi desain, strategi harga, dan positioning produk pabrikan.

“Perang value ini memaksa merek-merek tradisional, termasuk Jepang, merombak portofolio desain, menyesuaikan harga, menambahkan fitur ADAS, serta menekankan total cost of ownership lebih rendah,” ujar Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan pakar desain produk ITB.

BYD bahkan mencatat penjualan lebih dari 54.000 unit sepanjang Januari–Desember 2025, dengan pangsa sekitar 52 persen, melampaui total penjualan EV nasional sepanjang 2024. Hal ini menegaskan bahwa strategi penetrasi EV yang tepat dapat menghidupkan kembali segmen lama sekaligus mendorong persaingan lintas kelas.

Dari perspektif industri, kondisi ini menandai fase baru pasar otomotif Indonesia. Pertumbuhan EV kini bersifat domino, menciptakan preferensi baru konsumen, menghidupkan kembali segmen yang sempat lesu, dan mendorong pabrikan meninjau ulang strategi produk mereka secara menyeluruh.

Terkini