Harga Bahan Pokok di Surabaya Naik-Turun, Pemkot Gelar Operasi Pasar Intensif

Selasa, 03 Februari 2026 | 09:32:21 WIB
Harga Bahan Pokok di Surabaya Naik-Turun, Pemkot Gelar Operasi Pasar Intensif

JAKARTA - Menjelang Imlek dan Ramadan 2026, harga bahan pokok di Surabaya menunjukkan fluktuasi signifikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun mengambil langkah pengendalian harga melalui program Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah.

Fluktuasi Harga Cabai dan Upaya Pengendalian

Harga cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram, menjadi komoditas yang mengalami lonjakan. Sementara cabai merah keriting dan cabai merah besar justru turun menjadi Rp30.166 dan Rp26.500 per kilogram.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan Surabaya, Mia Santi Dewi, menyebut fluktuasi harga disebabkan pasokan terbatas dan meningkatnya permintaan. Koordinasi dengan petani dan gabungan kelompok tani terus dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi.

“Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah fokus pada komoditas yang mengalami lonjakan harga agar tetap terkendali,” ujar Mia. Intensitas kegiatan akan ditingkatkan signifikan selama Ramadan agar masyarakat lebih mudah mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau.

Program Pasar Murah akan digelar serentak di 31 kecamatan, ditambah dua titik tambahan setiap hari selama Ramadan. Strategi ini diharapkan mampu menekan lonjakan harga dan mempermudah masyarakat memperoleh komoditas penting.

Harga Komoditas Pokok Lainnya di Surabaya

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok Jawa Timur per 2 Februari 2026, harga sejumlah komoditas utama relatif stabil. Beras premium tercatat Rp15.416 per kilogram dan beras medium Rp12.750 per kilogram.

Gula kristal putih tetap di Rp16.833 per kilogram, sementara minyak goreng curah bertahan di Rp19.916 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium berada di Rp18.500 per liter, sedangkan Minyakita turun tipis menjadi Rp15.966 per liter.

Sektor protein hewani juga tercatat stabil, dengan daging sapi paha Rp116.666 per kilogram dan daging ayam ras Rp36.500 per kilogram. Ayam kampung mencapai Rp64.166 per ekor, dan telur ayam ras tetap di kisaran Rp28.000 per kilogram.

Pengawasan Pasar dan Intervensi Pemerintah

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, pengawasan pasar diperketat, terutama di pasar barometer inflasi nasional. Distributor dan ritel modern diingatkan agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan menghindari praktik penimbunan.

Pemkot Surabaya rutin menggelar Operasi Pasar untuk menambah pasokan, termasuk penyaluran Minyakita bekerja sama dengan produsen dan distributor. Intervensi serupa akan dilakukan pada komoditas lain jika terjadi lonjakan harga mendadak.

Kerja sama antardaerah diperkuat melalui skema business to business. BUMD Pangan Surabaya didorong menjalin kontrak langsung dengan daerah penghasil seperti Nganjuk, Kediri, Mojokerto, dan Blitar untuk memastikan pasokan bahan pokok stabil.

Pesan kepada Masyarakat dan Pedagang

Pemkot Surabaya memastikan stok bahan pokok masih aman dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Warga diimbau berbelanja secara bijak dan menghindari panic buying agar stabilitas harga tetap terjaga.

“Ketersediaan pasokan masih mencukupi. Kami harap masyarakat tetap tenang dan pedagang tidak menimbun barang agar harga tetap stabil,” pungkas Mia. Intervensi pasar dan pengawasan harga diharapkan menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Langkah Pemkot Surabaya ini menunjukkan sinergi antara pemerintah, petani, distributor, dan masyarakat. Dengan strategi ini, fluktuasi harga dapat dikendalikan, terutama komoditas yang sensitif menjelang hari besar keagamaan.

Pemantauan rutin harga dan stok menjadi kunci agar lonjakan harga tidak berdampak signifikan terhadap inflasi. Program Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah, dan operasi pasar terus diperkuat sebagai solusi strategis pengendalian harga.

Stabilitas harga cabai dan bahan pokok lain menjadi indikator kesiapan pemerintah menghadapi momen konsumsi tinggi. Strategi distribusi yang tepat dan koordinasi dengan berbagai pihak memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga terjangkau.

Pemkot Surabaya menekankan pentingnya kesadaran pedagang dan konsumen. Kepatuhan pedagang terhadap HET serta kesadaran masyarakat untuk tidak menimbun barang menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian harga.

Program Pasar Murah dan intervensi distribusi ini juga menjadi model pengendalian harga bagi daerah lain di Indonesia. Dengan langkah-langkah yang tepat, lonjakan harga dapat diminimalkan meski permintaan meningkat signifikan menjelang Imlek dan Ramadan.

Terkini