BSI Naik Kelas Perkuat Daya Saing Perbankan Syariah Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 15:52:15 WIB
BSI Naik Kelas Perkuat Daya Saing Perbankan Syariah Nasional

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia kini memasuki babak baru dalam perjalanan korporasinya setelah resmi berstatus sebagai badan usaha milik negara. 

Perubahan status ini menandai penguatan posisi BSI yang kini sejajar dengan bank-bank besar dalam himpunan bank milik negara. Langkah tersebut dipandang sebagai momentum strategis untuk meningkatkan peran perbankan syariah dalam sistem keuangan nasional.

Dengan status baru tersebut, BSI tidak lagi berada di bawah kepemilikan tiga bank besar sebelumnya. Bank ini berdiri mandiri sebagai entitas BUMN yang memiliki tanggung jawab langsung kepada negara dan masyarakat. 

Kondisi ini menghadirkan ekspektasi besar terhadap kinerja, tata kelola, dan kontribusi BSI bagi perekonomian nasional.

Perubahan status ini juga menuntut kesiapan internal yang lebih kuat. BSI dituntut untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, sistem, serta budaya kerja. Seluruh elemen diharapkan mampu beradaptasi dengan standar persaingan yang lebih tinggi.

Transformasi Status dan Makna Strategis

Peralihan status BSI menjadi BUMN membawa makna strategis bagi industri perbankan syariah. Bank ini kini memiliki kedudukan setara dengan bank-bank besar nasional lainnya. Kondisi tersebut membuka ruang lebih luas untuk ekspansi dan inovasi layanan.

Transformasi ini menegaskan bahwa bank syariah mampu berkembang menjadi pemain utama. BSI tidak lagi dipandang sebagai entitas pendukung, melainkan sebagai penggerak utama sektor keuangan syariah. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap bank syariah.

Dengan posisi baru tersebut, BSI diharapkan mampu memperluas pangsa pasar. Peran intermediasi keuangan berbasis syariah menjadi semakin relevan. Bank ini dituntut hadir lebih aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Tantangan Daya Saing Setara Himbara

Direktur Utama BSI menegaskan bahwa status sejajar dengan Himbara membawa tantangan besar. BSI harus mampu bersaing secara sehat dengan bank-bank yang selama ini menjadi rujukan. Kompetisi tersebut mencakup kualitas layanan, kinerja keuangan, dan inovasi produk.

“Mari kita memantaskan diri, karena institusi kita sudah sejajar dengan Himbara yang lainnya rumah kita sudah sejajar dengan Himbara yang lainnya. Kalau kita melihat ini sebagai sebuah race, sebuah balapan mobil kita sudah ada di track yang sama dengan mobil mereka, tapi apakah kita para driver-nya para mekaniknya, kompetensinya, sudah sejajar atau belum?” ujar Anggoro. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kesiapan internal.

Persaingan ini juga menuntut peningkatan profesionalisme. Seluruh insan BSI diharapkan memiliki kompetensi yang memadai. Integritas dan kapasitas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

Penguatan Sumber Daya Manusia

Anggoro menekankan bahwa peningkatan status harus diikuti peningkatan kualitas insan BSI. Karyawan dan pimpinan dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan. Budaya belajar dan adaptasi menjadi kebutuhan utama.

“Kita harus memantaskan diri kenapa? karena kita harus bersaing dengan guru-guru kita dengan Mandiri, dengan BRI, dengan BNI, kita bersaing dengan mereka,” tutur Anggoro. Pesan ini menekankan pentingnya kesiapan mental dan kompetensi. Persaingan dipandang sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kualitas.

Penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi utama transformasi. BSI mendorong pengembangan kepemimpinan di semua lini. Dengan SDM yang unggul, target pertumbuhan dinilai lebih realistis.

Target Global dan Harapan Pemegang Saham

Status sebagai BUMN meningkatkan ekspektasi pemegang saham dan masyarakat. Kinerja BSI dituntut lebih transparan dan akuntabel. Pertumbuhan berkelanjutan menjadi fokus utama ke depan.

Anggoro menargetkan BSI masuk dalam jajaran lima besar bank syariah global. Target tersebut mencerminkan optimisme terhadap potensi pasar syariah. BSI diyakini mampu bersaing di tingkat internasional.

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan strategi jangka panjang. Penguatan modal, inovasi digital, dan ekspansi layanan menjadi kunci. BSI diharapkan mampu memanfaatkan peluang global secara optimal.

Penyesuaian Tata Kelola dan Identitas Baru

Perubahan status BSI juga diikuti penyesuaian anggaran dasar. Penyesuaian ini dilakukan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku bagi BUMN. Identitas korporasi diperkuat untuk mencerminkan peran barunya.

Nama bank secara resmi menegaskan status persero. BSI kini menjadi anggota kelima dalam himpunan bank milik negara. Posisi ini memperkuat ekosistem perbankan nasional.

Ke depan, BSI berkomitmen menjaga kinerja positif dan berkelanjutan. Peran bank syariah diharapkan semakin signifikan. Dengan fondasi yang kuat, BSI optimistis menatap masa depan industri keuangan syariah Indonesia.

Terkini

Nuklir Jadi Pilar Strategis Kemandirian Energi Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Kilang Balongan Perkuat Distribusi Energi Nasional Terpadu

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

OPEC Plus Pertahankan Produksi Demi Keseimbangan Minyak

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Program MyPertamina Fair Dorong Loyalitas Konsumen BBM

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:58 WIB