SPBU Swasta Ikut Turunkan Harga BBM Mulai 1 Februari 2026, Pengendara Bisa Hemat Signifikan

Senin, 02 Februari 2026 | 11:33:24 WIB
SPBU Swasta Ikut Turunkan Harga BBM Mulai 1 Februari 2026, Pengendara Bisa Hemat Signifikan

JAKARTA - Seiring dengan turunnya harga BBM non-subsidi Pertamina, SPBU swasta juga ikut menyesuaikan tarif bahan bakarnya. Penyesuaian ini mulai berlaku sejak Minggu, 1 Februari 2026, di berbagai merek seperti Shell, BP, dan Vivo.

Langkah ini memberikan kabar baik bagi konsumen yang rutin mengisi bahan bakar kendaraan mereka. Penurunan harga ini juga diharapkan meringankan biaya transportasi sehari-hari masyarakat.

Perubahan Harga BBM di SPBU Shell

Shell sebagai salah satu SPBU swasta asal Inggris mencatat penurunan harga pada sejumlah produk unggulannya. Shell Super (RON 92) sebelumnya Rp12.700 per liter kini menjadi Rp12.050 per liter.

Shell V-Power (RON 95) turun dari Rp13.190 per liter menjadi Rp12.500 per liter. Sedangkan Shell V-Power Nitro+ (RON 98) kini dijual Rp12.720 dari harga sebelumnya Rp13.480 per liter.

Shell V-Power Diesel juga mengalami penyesuaian harga menjadi Rp13.600 per liter. Penurunan ini menunjukkan respons cepat SPBU swasta terhadap dinamika pasar BBM nasional.

Penyesuaian Harga di SPBU BP dan Vivo

BP tidak ketinggalan melakukan perubahan harga BBM mulai 1 Februari 2026. BP 92 (RON 92) turun dari Rp12.500 per liter menjadi Rp12.050 per liter.

BP Ultimate (RON 95) juga mengalami penurunan menjadi Rp12.500 per liter dari sebelumnya Rp13.190. Sementara itu, BP Ultimate Diesel kini dibanderol Rp13.600 dari sebelumnya Rp13.860 per liter.

Di sisi lain, SPBU Vivo turut menyesuaikan harga produk BBM mereka. Revvo 92 (RON 92) kini berada di kisaran Rp12.050, turun dari harga sebelumnya Rp12.700 per liter.

Revvo 95 (RON 95) juga turun menjadi Rp12.500 per liter. Diesel Primus dijual Rp13.600 per liter, lebih rendah dibandingkan harga sebelumnya.

Dampak Penurunan Harga BBM bagi Konsumen dan Transportasi

Penurunan harga BBM di SPBU swasta ini menjadi kabar positif bagi pengguna kendaraan bermotor. Masyarakat dapat menghemat biaya bahan bakar yang cukup signifikan setiap bulan.

Penyesuaian harga BBM juga berpengaruh pada angkutan umum dan logistik. Operator transportasi diharapkan menyesuaikan tarif secara proporsional sehingga tetap efisien bagi penumpang.

Kebijakan ini mencerminkan keterkaitan harga BBM non-subsidi Pertamina dengan SPBU swasta. Penyesuaian harga secara serentak membantu menjaga stabilitas harga di pasar.

Selain itu, penurunan harga juga mendorong masyarakat untuk lebih sering mengisi bahan bakar. Hal ini meningkatkan mobilitas dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Bagi pengendara harian, penurunan harga ini sangat terasa pada pengeluaran bulanan. Biaya transportasi dapat ditekan sehingga dapat dialihkan ke kebutuhan lainnya.

Penyesuaian harga ini juga menunjukkan kompetisi sehat antar SPBU swasta. Konsumen memperoleh manfaat dari persaingan harga yang transparan dan fair.

Beberapa konsumen juga memanfaatkan penurunan harga untuk mengisi cadangan BBM. Strategi ini membantu mereka menghadapi periode harga BBM yang berfluktuasi.

Harga BBM yang lebih rendah juga memengaruhi tarif ojek online dan transportasi daring. Masyarakat dapat menikmati layanan lebih ekonomis dengan biaya perjalanan lebih ringan.

Dengan adanya penurunan harga BBM, sektor logistik juga diuntungkan. Biaya pengiriman barang menjadi lebih efisien, sehingga mendukung pertumbuhan perdagangan dan distribusi.

Penurunan harga ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional. Masyarakat memperoleh keringanan biaya, sementara sektor transportasi tetap berjalan lancar.

Keseragaman penurunan harga di SPBU swasta juga membantu mengurangi disparitas harga di wilayah berbeda. Hal ini memberikan rasa adil bagi konsumen di seluruh Indonesia.

Bagi pengendara kendaraan pribadi, penurunan harga BBM membuka peluang penghematan signifikan. Setiap liter yang dihemat berarti lebih banyak dana tersedia untuk kebutuhan lain.

Masyarakat pun dianjurkan tetap memantau perubahan harga BBM secara berkala. Penyesuaian harga bisa terjadi lagi mengikuti dinamika pasar dan kebijakan pemerintah.

Secara keseluruhan, penurunan harga BBM di SPBU swasta sejak 1 Februari 2026 memberikan efek positif bagi konsumen, transportasi, dan perekonomian lokal. Penyesuaian harga ini mencerminkan respons cepat terhadap kondisi pasar BBM nasional.

Terkini

Nuklir Jadi Pilar Strategis Kemandirian Energi Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Kilang Balongan Perkuat Distribusi Energi Nasional Terpadu

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

OPEC Plus Pertahankan Produksi Demi Keseimbangan Minyak

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Program MyPertamina Fair Dorong Loyalitas Konsumen BBM

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:58 WIB