Pertamina Luncurkan Biosolar B40PF untuk Industri Ramah Lingkungan Jawa Timur

Senin, 02 Februari 2026 | 11:33:22 WIB
Pertamina Luncurkan Biosolar B40PF untuk Industri Ramah Lingkungan Jawa Timur

JAKARTA - Pertamina Patra Niaga memperkenalkan Biosolar B40 Performance (B40PF) di Surabaya untuk mendukung penggunaan energi berbasis nabati. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap energi ramah lingkungan sekaligus ketahanan energi nasional.

Program ini menyasar segmen industri di Jawa Timur dengan kandungan biodiesel tinggi. Penyaluran perdana B40PF dilaksanakan di Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Surabaya oleh Regional Jatimbalinus.

Penyaluran Perdana dan Infrastruktur Terminal BBM Surabaya

Terminal BBM Surabaya kini menjadi pionir dalam distribusi B40PF di wilayah Jatimbalinus. Sarana dan prasarana terminal telah disiapkan agar penyaluran bahan bakar industri berjalan lancar dan berkelanjutan.

“Terminal BBM disiapkan untuk mendukung penyediaan B40PF bagi segmen konsumen industri dalam rangka ketahanan energi nasional untuk swasembada energi," kata Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, di Surabaya, Minggu.

Terminal Surabaya menjadi lokasi kedua skala nasional setelah Regional Sumbagsel. Penyaluran perdana dilakukan dengan volume 15 kiloliter (KL) yang akan didistribusikan ke Surabaya, Mojokerto, dan Pasuruan.

Distribusi B40PF akan dilanjutkan secara bertahap di seluruh terminal BBM Regional Jatimbalinus. Hal ini bertujuan memastikan pasokan bahan bakar nabati tetap tersedia bagi sektor industri.

Potensi Pasar B40PF di Jawa Timur

Jawa Timur memiliki karakter wilayah yang didominasi sektor industri. B40PF akan disalurkan ke sektor manufaktur, tekstil, farmasi, hingga transportasi kapal.

Sektor industri yang memanfaatkan B40PF diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak emisi. Penggunaan energi nabati juga mendukung program pemerintah dalam ketahanan energi dan pengurangan emisi karbon.

Region Manager Corporate Sales Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Pande Made Andi Suryawan, menjelaskan B40PF dirancang khusus untuk kebutuhan industri. Formula Pertatec pada B40PF memiliki keunggulan meningkatkan kualitas pembakaran dan menjaga kebersihan mesin.

Keunggulan lain dari B40PF adalah efisiensi hingga enam persen dibandingkan solar biasa. Bahan bakar ini juga mampu menurunkan potensi penurunan daya atau power loss pada mesin industri.

B40PF mempermudah aliran bahan bakar melalui sistem mesin sehingga operasional industri lebih andal. Dengan begitu, produksi dapat berjalan lancar tanpa gangguan teknis dari kualitas bahan bakar.

Manfaat B40PF bagi Efisiensi Operasional Industri

Penggunaan B40PF di sektor industri diharapkan dapat menekan biaya operasional. Peningkatan efisiensi dan kualitas pembakaran membantu mesin bekerja optimal dan mengurangi risiko kerusakan.

Bahan bakar ini juga mendukung praktik industri yang lebih ramah lingkungan. Dengan kandungan energi nabati, B40PF menjadi alternatif energi yang lebih bersih dibandingkan solar konvensional.

Penerapan B40PF juga membuka peluang bagi perusahaan untuk mengadopsi teknologi energi baru. Hal ini sejalan dengan tren global menuju penggunaan energi terbarukan dan rendah karbon.

Industri di Surabaya, Mojokerto, dan Pasuruan menjadi area awal distribusi B40PF. Penyaluran bertahap akan mencakup seluruh terminal BBM di wilayah Jatimbalinus, memastikan ketersediaan bahan bakar bagi semua konsumen industri.

B40PF juga memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dengan substitusi energi nabati pada sektor industri, ketergantungan pada bahan bakar fosil dapat dikurangi.

Peningkatan penggunaan B40PF diharapkan mendorong inovasi teknologi energi di tingkat industri. Efisiensi mesin dan kualitas produksi yang lebih baik akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan.

Selain itu, program ini mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon. Industri yang beralih ke B40PF berkontribusi pada target pengurangan dampak lingkungan dan energi berkelanjutan.

Pengembangan B40PF juga menjadi bukti nyata sinergi antara Pertamina Patra Niaga dan pemerintah. Langkah ini sejalan dengan visi energi nasional yang lebih hijau dan ramah lingkungan.

Pemanfaatan B40PF di sektor industri diyakini akan meningkatkan produktivitas. Mesin yang lebih bersih dan efisien mendukung kegiatan produksi yang lebih konsisten dan stabil.

Dengan penyaluran perdana ini, Pertamina Patra Niaga memperkuat posisinya sebagai penyedia energi ramah lingkungan. B40PF menjadi solusi inovatif bagi kebutuhan energi industri yang efisien dan berkelanjutan.

Penerapan B40PF juga menjadi contoh konkret bagi industri lain untuk mulai beralih ke bahan bakar nabati. Hal ini dapat memicu tren penggunaan energi bersih di sektor industri lebih luas.

Dengan dukungan infrastruktur terminal BBM yang memadai, distribusi B40PF dipastikan berjalan lancar. Kesinambungan pasokan menjadi faktor kunci keberhasilan program ini di Jawa Timur.

B40PF menunjukkan kombinasi efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan. Formula Pertatec membantu menjaga mesin tetap optimal sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari sektor industri.

Penggunaan B40PF diharapkan menjadi langkah awal transformasi energi di sektor industri. Upaya ini membuka peluang pengembangan energi nabati lebih luas di masa depan.

Terkini

Nuklir Jadi Pilar Strategis Kemandirian Energi Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Kilang Balongan Perkuat Distribusi Energi Nasional Terpadu

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

OPEC Plus Pertahankan Produksi Demi Keseimbangan Minyak

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Program MyPertamina Fair Dorong Loyalitas Konsumen BBM

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:58 WIB