Pertamina Tingkatkan Hilirisasi Petrokimia Nasional Lewat Polytama Propindo

Senin, 02 Februari 2026 | 11:33:09 WIB
Pertamina Tingkatkan Hilirisasi Petrokimia Nasional Lewat Polytama Propindo

JAKARTA - PT Pertamina memperkuat hilirisasi petrokimia di Indonesia melalui operasional PT Polytama Propindo. Langkah ini menjadi strategi penting untuk mendukung industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan bahan baku impor.

Perusahaan afiliasi ini mengandalkan pasokan propylene dari PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VI Balongan. Propylene diolah menjadi polypropylene bernilai tambah yang siap memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri di tanah air.

Produksi Polypropylene dan Kapasitas Polytama

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan aktivitas produksi ini sebagai wujud kontribusi perusahaan terhadap industri petrokimia. “Eksistensi Pertamina melalui Polytama, menjadi bukti peran Pertamina dalam mendorong hilirisasi migas,” ujar Baron, Minggu, 1 Februari 2026.

Kapasitas produksi maksimal Polytama saat ini mencapai 300 ribu ton per tahun. Rata-rata pasokan bahan baku dari Kilang Balongan sekitar 250 ribu ton setiap tahun berjalan.

Pasokan propylene dikirim melalui jaringan pipa sepanjang empat kilometer. Teknologi Spheripol dari LyondellBasell digunakan Polytama untuk menghasilkan polypropylene berkualitas tinggi.

Peran Polytama dalam Ekosistem Industri Nasional

Direktur PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan, menegaskan bahwa perusahaan merupakan bagian dari ekosistem industri hulu-hilir nasional. Integrasi ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan industri petrokimia di Indonesia.

“Polytama tidak berdiri sendiri. Kami merupakan bagian dari sistem industri nasional yang menghubungkan sektor hulu dan hilir, mulai dari kilang hingga ke industri manufaktur,” jelas Dwinanto. Integrasi ini memperkuat ketahanan industri dan memastikan pasokan bahan baku yang berkelanjutan.

Produk polypropylene Polytama digunakan di berbagai sektor, mulai dari kemasan hingga peralatan rumah tangga. Industri memanfaatkan bahan ini untuk membuat olahan plastik, alat makan, dan serat fiber benang.

Pemanfaatan polypropylene lokal membantu mengurangi ketergantungan impor bahan baku petrokimia. Hal ini sekaligus memperkuat nilai tambah sumber daya nasional dan ketahanan industri dalam negeri.

Rencana Pengembangan Kapasitas Produksi

Polytama berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 600 ribu ton per tahun. Peningkatan ini akan dilakukan dengan pengembangan fasilitas baru yang akan memperoleh pasokan propylene dari kilang Pertamina di seluruh Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan strategi nasional untuk hilirisasi migas. Dengan dukungan infrastruktur dan teknologi modern, Polytama dapat memenuhi permintaan domestik yang terus meningkat.

Pengembangan fasilitas baru juga menjadi jawaban terhadap proyeksi pertumbuhan industri petrokimia. Permintaan polypropylene diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangan sektor manufaktur dan kebutuhan produk plastik di dalam negeri.

Baron menekankan bahwa pemanfaatan propylene dari kilang Pertamina memiliki peran strategis. “Ini berperan dalam mengurangi ketergantungan impor bahan baku petrokimia, serta memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional,” ujarnya.

Selain itu, penguatan hilirisasi melalui Polytama mendorong terciptanya nilai tambah domestik. Setiap ton polypropylene yang dihasilkan meningkatkan kontribusi ekonomi dan membuka peluang kerja di sektor industri manufaktur.

Keberadaan Polytama juga memperlihatkan sinergi antara kilang Pertamina dan industri hilir. Hubungan ini memastikan aliran bahan baku yang stabil dan produksi polypropylene yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Pengembangan kapasitas produksi menjadi langkah strategis bagi Pertamina untuk mendukung target nasional. Target ini meliputi ketahanan industri, pengurangan impor, dan pemanfaatan sumber daya dalam negeri secara optimal.

Selain itu, integrasi hulu-hilir mendorong efisiensi operasional dan pengurangan biaya logistik. Pasokan propylene yang langsung dari kilang mempercepat proses produksi sekaligus menjaga kualitas produk akhir.

Polytama juga menjadi contoh perusahaan afiliasi yang berperan aktif dalam hilirisasi migas. Keberhasilan ini menunjukkan bagaimana BUMN dapat mendukung ketahanan industri nasional melalui strategi bisnis yang terintegrasi.

Pengembangan fasilitas baru akan menambah kapasitas produksi secara signifikan. Hal ini memungkinkan Polytama melayani lebih banyak industri domestik dan memperluas pangsa pasar polypropylene lokal.

Selain kapasitas, fokus utama adalah kualitas produk. Teknologi modern memastikan polypropylene yang dihasilkan memiliki standar tinggi untuk digunakan di berbagai sektor industri.

Integrasi sistem hulu-hilir menjadikan Polytama bagian penting dalam rantai pasok petrokimia nasional. Kolaborasi ini mendukung ketahanan industri, stabilitas pasokan, dan pertumbuhan ekonomi berbasis energi dan sumber daya dalam negeri.

Dengan pengembangan ini, Pertamina dan Polytama membuktikan bahwa hilirisasi migas bisa memberi manfaat ekonomi yang nyata. Bahan baku lokal diproses menjadi produk bernilai tambah yang siap menunjang industri nasional.

Pemanfaatan propylene lokal juga membuka peluang ekspansi pasar regional. Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat posisi dalam industri petrokimia global.

Strategi ini menjadi contoh nyata peran BUMN dalam pembangunan industri nasional. Sinergi antara kilang Pertamina dan Polytama memastikan keberlanjutan hilirisasi dan stabilitas pasokan bagi sektor industri dalam negeri.

Melalui Polytama, Pertamina menegaskan komitmen dalam hilirisasi migas. Produk polypropylene yang dihasilkan menunjukkan upaya menciptakan nilai tambah domestik sekaligus mendukung ketahanan industri nasional.

Dengan rencana pengembangan fasilitas baru, kapasitas produksi yang meningkat akan memberikan kontribusi lebih besar bagi sektor petrokimia. Hal ini sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dan posisi Indonesia dalam industri petrokimia global.

Pengelolaan pasokan propylene yang terintegrasi dari kilang hingga produksi akhir menjadi kunci keberhasilan. Keberlanjutan produksi polypropylene lokal menjamin stabilitas pasokan untuk industri manufaktur dalam negeri.

Polytama Propindo menjadi bukti nyata bahwa hilirisasi migas dapat menciptakan produk bernilai tambah. Sinergi dengan kilang Pertamina mengokohkan ketahanan industri petrokimia nasional dan memperkuat ekonomi berbasis sumber daya dalam negeri.

Terkini

Nuklir Jadi Pilar Strategis Kemandirian Energi Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Kilang Balongan Perkuat Distribusi Energi Nasional Terpadu

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

OPEC Plus Pertahankan Produksi Demi Keseimbangan Minyak

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Program MyPertamina Fair Dorong Loyalitas Konsumen BBM

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:58 WIB