JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk meresmikan fasilitas baru di Ruas Tol Cipularang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Pembangunan ini meliputi Pool Barang Bukti (BB) Kecelakaan dan perluasan Kantor Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Zebra 006.
Fasilitas berada di samping Gerbang Tol Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Tujuannya untuk mempercepat penanganan kecelakaan serta meningkatkan pengamanan lalu lintas di tol yang padat.
Sinergi Lintas Pemangku Kepentingan
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menekankan pentingnya lokasi ini secara strategis. Kantor PJR dan pool derek sekaligus menjadi simbol penguatan kolaborasi antara Jasa Marga, Polri, Jasa Raharja, dan pemerintah daerah.
“Peresmian ini merupakan wujud sinergi kami dalam memastikan setiap ruas tol yang dikelola aman dan nyaman bagi pengguna jalan,” ujar Rivan dikutip Senin, 2 Februari 2026.
Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Rivan, didampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Turut hadir pula Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin sebagai bentuk kolaborasi formal.
Rivan menambahkan bahwa pengelolaan Pool Barang Bukti dan derek ini menjadi contoh layanan yang responsif dan terintegrasi. Keberadaan fasilitas ini juga meningkatkan akuntabilitas dan profesionalisme dalam penanganan kecelakaan di tol.
Pemanfaatan Teknologi untuk Layanan Cepat
Jasa Marga mendorong penggunaan aplikasi Travoy untuk mendukung layanan towing dan derek. Sistem ini memungkinkan mobilisasi kendaraan lebih cepat, efisien, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pemanfaatan Travoy akan mempercepat evakuasi kendaraan dan meningkatkan kualitas layanan kami bagi pengguna tol,” ujar Rivan. Sistem ini menjadi bagian penting dari inovasi digital di sektor transportasi jalan tol.
Pool Barang Bukti dan derek Jatiluhur dibangun di atas lahan seluas 1.878 meter persegi. Fasilitas ini mampu menampung hingga 20 kendaraan besar atau sekitar 40–50 kendaraan kecil secara tertata rapi.
Area pool dilengkapi sistem keamanan berbasis kamera pengawas (CCTV) dengan pemantauan 24 jam. Tata letak kendaraan diatur secara sistematis untuk mendukung operasional yang efisien dan aman.
Sistem Pendataan Modern Berbasis Barcode
Pengelolaan barang bukti menggunakan sistem pendataan berbasis barcode. Metode ini memungkinkan pencatatan kendaraan dilakukan secara digital, real time, dan terdokumentasi dengan baik.
Dengan sistem ini, keamanan dan akuntabilitas pengelolaan barang bukti kecelakaan meningkat. Petugas dapat memantau status kendaraan kapan saja tanpa harus melakukan pencatatan manual.
Selain pool, Kantor Induk PJR Jatiluhur memiliki luas sekitar 189 meter persegi. Area ini mencakup ruang perkantoran, parkir, dan fasilitas pendukung lainnya termasuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (EV Charging Station).
EV Charging Station mampu melayani hingga lima kendaraan sekaligus. Keberadaan stasiun ini mendukung mobilitas kendaraan listrik yang kian meningkat di ruas tol strategis Cipularang.
Kantor PJR menjadi pusat koordinasi petugas untuk pengamanan lalu lintas tol. Petugas PJR juga memanfaatkan fasilitas ini untuk percepatan evakuasi kendaraan dan penanganan kondisi darurat di tol.
Selain operasional, keberadaan kantor ini meningkatkan kualitas layanan publik. Warga mendapatkan rasa aman dan nyaman karena respons petugas PJR lebih cepat saat terjadi gangguan di jalan tol.
Rivan menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini menunjukkan komitmen Jasa Marga terhadap keselamatan pengguna. Pool Barang Bukti dan kantor PJR modern menjadi bukti nyata langkah strategis perusahaan di sektor jalan tol.
Pemanfaatan teknologi dan tata kelola yang baik juga meminimalkan risiko kesalahan dalam penanganan kecelakaan. Pendataan digital dan pemantauan CCTV mendukung proses kerja petugas agar lebih akurat dan transparan.
Dengan fasilitas ini, penanganan kecelakaan di Ruas Tol Cipularang dapat dilakukan lebih cepat. Dampak positifnya berupa pengurangan kemacetan akibat insiden dan peningkatan kepercayaan pengguna jalan tol.
Kantor PJR dan Pool Barang Bukti juga memberikan pelatihan dan ruang koordinasi bagi petugas. Hal ini meningkatkan kemampuan tim dalam merespons kecelakaan secara profesional dan terstandarisasi.
Pembangunan fasilitas baru di Jatiluhur menjadi contoh pengelolaan infrastruktur modern di jalan tol. Sinergi lintas pemangku kepentingan serta penggunaan teknologi mendukung layanan publik yang lebih efisien.
Selain itu, keberadaan fasilitas ini membantu memperkuat pengawasan dan pengamanan di salah satu ruas tol tersibuk di Indonesia. Hal ini sejalan dengan misi Jasa Marga untuk menyediakan jalan tol yang aman, nyaman, dan berkeselamatan.
Dengan adanya pool dan kantor PJR modern, koordinasi antarinstansi menjadi lebih mudah. Kecepatan respons terhadap kondisi darurat dapat meningkat, mengurangi risiko kecelakaan lanjutan atau kerusakan kendaraan.
Fasilitas ini juga memudahkan integrasi antara layanan derek, evakuasi, dan pengelolaan barang bukti kecelakaan. Pendekatan terintegrasi ini menjadi standar baru untuk operasional jalan tol yang modern dan profesional.
Ke depan, Jasa Marga berkomitmen untuk mengembangkan fasilitas serupa di ruas tol lainnya. Tujuannya agar layanan tol tidak hanya memenuhi aspek transportasi, tetapi juga keselamatan dan kenyamanan pengguna secara menyeluruh.
Dengan sinergi teknologi, kolaborasi lintas instansi, dan tata kelola modern, Ruas Tol Cipularang menjadi contoh pengelolaan tol berbasis pelayanan optimal. Pengguna jalan merasakan manfaat nyata dari inovasi yang dihadirkan Jasa Marga.