Pemkot Bandung Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil Menjelang Ramadan 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 10:33:14 WIB
Pemkot Bandung Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil Menjelang Ramadan 2026

JAKARTA - Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, perhatian masyarakat terhadap harga kebutuhan pokok semakin tinggi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan bahwa kondisi harga masih relatif aman dan stabil, meski cuaca ekstrem sempat memengaruhi distribusi beberapa komoditas.

Pemantauan intensif dilakukan di pasar tradisional untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang signifikan. Hal ini menjadi langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang bulan Ramadan.

Pemantauan Harga di Pasar Tradisional

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung rutin melakukan pengawasan. Dari hasil pemantauan, belum ditemukan kenaikan harga ekstrem yang dapat menimbulkan gejolak pasar.

“Secara umum harga masih terkendali. Memang ada sedikit kenaikan di beberapa komoditas hortikultura seperti cabai akibat faktor cuaca, tapi masih dalam batas wajar dan tidak melonjak tajam,” ujar Farhan, dikutip Senin, 2 Februari 2026.

Harga cabai rawit merah tercatat di kisaran Rp58.000 per kilogram. Angka ini naik sekitar Rp9.000 dari periode sebelumnya, namun jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan sebelumnya yang sempat menyentuh Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

Farhan menekankan bahwa kondisi sekarang lebih stabil jika dibandingkan saat sidak bersama Disdagin dan Bulog beberapa waktu lalu. Stabilitas ini menjadi bukti efektivitas pengawasan yang dilakukan pemerintah kota.

Komoditas Protein Hewani dan Distribusi Aman

Harga komoditas protein hewani juga tetap normal dan relatif stabil. Berdasarkan data Disdagin per akhir Januari 2026, harga daging sapi berada di kisaran Rp140.000 per kilogram, daging ayam ras Rp38.000 per kilogram, dan telur ayam Rp29.000 per kilogram.

“Untuk sektor perdagingan relatif aman. Tidak ada gejolak harga yang signifikan,” jelas Farhan. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan tetap lancar meski menghadapi cuaca ekstrem dan kondisi bencana di beberapa wilayah.

Terkait bencana longsor di Bandung Barat, distribusi bahan pangan ke Kota Bandung tidak terganggu. Jalur distribusi berjalan lancar sehingga pasokan dan harga di pasar tetap terkendali.

“Distribusi dari distributor aman. Tidak ada gangguan pasokan ke Kota Bandung,” tegas Farhan. Kondisi ini penting untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok menjelang Ramadan.

Langkah Antisipasi dan Bazar Murah

Pemkot Bandung juga menekankan komitmen menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idulfitri. Stabilitas harga menjadi kunci agar masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang tanpa terbebani lonjakan biaya hidup.

“Kami tidak ingin masyarakat Bandung menghadapi Ramadan dengan kecemasan soal harga pangan. Pemerintah hadir untuk memastikan pasokan aman, harga terkendali, dan daya beli warga tetap terjaga,” ujar Farhan.

Sebagai langkah antisipasi, Disdagin akan kembali menggelar Bazar Murah Utama (Bazmut) di 30 kecamatan. Program ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga dan menekan potensi inflasi menjelang Ramadan hingga Lebaran.

“Bazar murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi instrumen konkret untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Kami ingin warga bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” jelas Farhan.

Melalui upaya ini, Pemkot Bandung berupaya memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia bagi seluruh masyarakat. Kombinasi pengawasan pasar, pengendalian distribusi, dan bazar murah diharapkan menekan tekanan inflasi dan menjaga kesejahteraan warga.

Selain itu, langkah-langkah ini memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam mengelola harga pangan. Dengan transparansi dan pemantauan rutin, warga Bandung dapat menghadapi Ramadan tanpa khawatir lonjakan biaya hidup yang tidak wajar.

Disdagin terus memantau setiap pergerakan harga komoditas strategis. Fokusnya tidak hanya pada ketersediaan barang, tetapi juga memastikan harga tetap stabil agar masyarakat bisa berbelanja dengan aman dan nyaman.

Dengan strategi ini, Pemkot Bandung menunjukkan kesiapan menghadapi momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri. Masyarakat dapat menjalankan ibadah dan kegiatan sehari-hari tanpa terganggu fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Melalui bazar murah, pemantauan harga, dan pengawasan distribusi, pemerintah menghadirkan jaminan stabilitas ekonomi bagi warga. Langkah-langkah ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat menjelang bulan suci.

Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa pemantauan harga dan distribusi pangan adalah hal yang berkelanjutan. Pemkot Bandung menegaskan komitmen jangka panjang dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok.

Dengan semua upaya ini, masyarakat Kota Bandung dapat menyambut Ramadan 1447 Hijriah dengan tenang. Pemerintah memastikan pasokan aman, harga stabil, dan daya beli tetap terjaga bagi seluruh warga.

Terkini

Nuklir Jadi Pilar Strategis Kemandirian Energi Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Kilang Balongan Perkuat Distribusi Energi Nasional Terpadu

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

OPEC Plus Pertahankan Produksi Demi Keseimbangan Minyak

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Program MyPertamina Fair Dorong Loyalitas Konsumen BBM

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:58 WIB