JAKARTA - Pemerintah resmi menambah Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,5 triliun ke PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni. Dana ini bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meremajakan armada kapal penumpang kelas ekonomi di Indonesia.
Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 30 Desember 2025. PMN diharapkan meningkatkan aksesibilitas transportasi laut, khususnya bagi masyarakat yang mengandalkan kapal kelas ekonomi.
Peran Danantara dalam Penyaluran Dana PMN
Sesuai struktur baru pengelolaan investasi negara, dana PMN tidak langsung masuk ke kas Pelni. Modal disalurkan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebelum diteruskan ke Pelni.
Meskipun modal bertambah, pemerintah tetap memegang kendali melalui 1% saham seri A Dwiwarna. Hak istimewa ini memungkinkan negara ikut menentukan keputusan strategis perusahaan secara langsung.
Target Strategis Penggunaan PMN
PMN digunakan untuk dua fokus utama, yakni peremajaan armada dan angkutan ekonomi. Peremajaan armada ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan kapal yang sudah berumur, sedangkan angkutan ekonomi memastikan tarif terjangkau bagi penumpang.
Pemerintah berharap Pelni bisa lebih kompetitif dalam memperkuat armada nasional. Langkah ini juga dianggap vital untuk menjaga stabilitas logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Kolaborasi Industri Kapal Melalui PT PAL Indonesia
BPI Danantara mewajibkan perusahaan BUMN seperti Pertamina, Pelni, dan ASDP untuk membeli kapal dari PT PAL Indonesia. Langkah ini bertujuan menjadikan PT PAL sebagai perusahaan inti dalam industri perkapalan nasional.
COO Danantara Dony Oskaria menegaskan seluruh manufaktur kapal BUMN di lingkup Danantara harus dilakukan di PT PAL. Strategi ini diharapkan mendorong pertumbuhan industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor kapal.
Dampak Ekonomi dan Tenaga Kerja
Penguatan industri perkapalan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Selain itu, produksi kapal domestik juga mendukung penguatan basis pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dengan kebijakan ini, sektor transportasi laut sekaligus industri manufaktur kapal dapat tumbuh sejalan dengan strategi pemerintah. Hal tersebut sekaligus menciptakan efek berganda bagi stabilitas ekonomi nasional.
Usulan Pelni untuk Kapal Baru
Pelni sebelumnya mengusulkan skema pendanaan tambahan untuk pengadaan enam kapal penumpang baru. Direktur Utama Pelni Tri Andayani menjelaskan pihaknya berdiskusi dengan Danantara untuk membahas penambahan armada tersebut.
Namun, ia menekankan PMN saja tidak cukup untuk menyeimbangkan struktur keuangan perusahaan. Perlu adanya mekanisme pendanaan yang menjaga neraca keuangan agar tetap sehat sambil memenuhi kebutuhan armada baru.
Keseimbangan antara Subsidi dan PMN
Tri Andayani menyebut BUMN dengan PSO dan subsidi masih dimungkinkan menerima PMN. Meski begitu, penggunaan PMN terus-menerus bisa menurunkan rasio keuangan Pelni jika tidak dikelola hati-hati.
Perusahaan harus memastikan dana PMN digunakan efisien untuk mendukung armada dan pelayanan publik. Hal ini penting agar Pelni tetap berkelanjutan secara finansial sekaligus menjalankan fungsi sosialnya.
Peningkatan Konektivitas dan Aksesibilitas Laut
Suntikan modal ini menjadi momentum bagi Pelni untuk memperkuat perannya sebagai "jembatan laut" nasional. Armada yang lebih modern diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah terpencil.
Ketersediaan kapal penumpang yang andal juga membantu menjaga distribusi logistik antar pulau. Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak pada transportasi, tetapi juga pada ketahanan ekonomi lokal.
Langkah Menuju Armada Nasional Modern
Peraturan Pemerintah ini berlaku sejak diundangkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada akhir Desember 2025. PMN diharapkan menjadi fondasi bagi modernisasi armada sekaligus meningkatkan kapasitas Pelni menghadapi tantangan transportasi laut di masa depan.
Dengan dukungan pemerintah dan Danantara, Pelni memiliki peluang untuk menjadi perusahaan pelayaran nasional yang lebih kompetitif. Integrasi industri kapal domestik melalui PT PAL juga menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat sektor transportasi laut nasional.